• Tentang Kami
Selasa, September 15, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pengamat Kritik Pelibatan Tentara di Kopdes Merah Putih: Sekarang TNI Jadi Lembaga Palugada

Pengamat Indonesia Risk Centre, Julius Ibrani, mengkritik pelibatan TNI dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih karena dinilai melanggar fungsi pertahanan, merusak prinsip koperasi, dan mengancam demokrasi.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
Juli 31, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Logo Koperasi Desa Merah Putih

Logo Koperasi Desa Merah Putih. [Dok Simpkopdes]

0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Penempatan personel TNI dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memicu kritik dari kalangan pengamat. Kebijakan ini dinilai bukan hanya melanggar konstitusi, tetapi juga berisiko menghancurkan nilai dasar koperasi dan tatanan demokrasi di Indonesia.

Ketua Badan Pengurus Indonesia Risk Centre (IRC), Julius Ibrani, menegaskan bahwa fenomena ini menunjukkan pergeseran peran TNI menjadi lembaga yang mengurusi segala hal di luar fungsi pertahanan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Kepedulian Terhadap Lingkungan Harus Menjadi Budaya

Alfamidi Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

“TNI sekarang sudah jadi lembaga palugada (apa lu mau, gua ada). Ketika lembaga ini menjadi palugada, maka kita pastikan demokrasi tidak ada checks and balances, tidak ada penindakan,” ujar Julius dalam kanal YouTube Fristian Griec Media, dikutip Kamis (30/7/2026).

Keterlibatan TNI dalam KDMP, yang memiliki kewenangan besar hingga pengelolaan tambang, dinilai bertentangan dengan Pasal 30 ayat 4 Konstitusi yang membatasi peran TNI pada pertahanan negara. Julius menyebut langkah ini sebagai kebijakan yang koruptif secara sistemik.

“Ini kebijakan yang koruptif. Penempatan yang sudah tidak sesuai dengan tupoksinya sudah pasti koruptif. Bukan hanya membuka celah koruptif, tapi pertanyaannya apakah itu sesuai dengan prinsip OMSP (Operasi Militer Selain Perang)? Tidak,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti benturan antara sistem komando militer dengan prinsip dasar koperasi yang seharusnya bersifat partisipatif.

“Ide koperasi itu gotong royong, kekeluargaan, partisipasi aktif. Dan itu oleh masyarakat, dari masyarakat, untuk masyarakat. Bukan negara dengan kekuasaan komando. Komando di Koperasi Desa Merah Putih itu sendiri merusak marwah fundamental,” jelas Julius.

Julius mensinyalir bahwa pelibatan TNI di berbagai program prioritas lebih didorong oleh motivasi anggaran daripada kesuksesan program itu sendiri. Ia mengibaratkan kondisi prajurit saat ini seperti sedang “diijonkan” pada program-program sipil.

“Prajurit kita sedang diijonkan dengan program-program yang menempel pada anggaran tapi tanpa tujuan. Dia akan terseret dengan kebutuhan anggaran lewat program-program ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah seolah mencarikan pekerjaan tambahan bagi TNI.

“Keterlibatan TNI di berbagai program pemerintah itu dengan kata lain adalah mencarikan pekerjaan buat mereka sehingga kemudian ada anggaran yang bisa diterima,” tambahnya.

Ia menyebtu penggunaan pendekatan komando dalam koperasi dinilai sangat tidak tepat. Koperasi, menurut prinsip dasarnya, seharusnya bersifat dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat melalui partisipasi aktif, bukan melalui instruksi dari atas ke bawah (top-down). Julius memberikan contoh kegagalan pengelolaan lahan oleh Agrinas yang melibatkan militer sebagai bukti bahwa gaya komando tidak cocok untuk manajemen usaha.

“Mereka dilatih hanya untuk power, untuk management conflict, bukan manajemen bisnis atau manajemen usaha,” tegasnya.

Julius menambahkan bahwa jika pendekatan kekuasaan dan paksaan digunakan dalam ruang sipil, hal itu hanya akan memicu resistensi.

Risiko paling fatal dari pelibatan militer dalam pengelolaan sumber daya di desa adalah potensi benturan langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput (grassroot). Julius mengingatkan bahwa intervensi militer dalam masalah tanah atau hak ekonomi warga desa bisa menjadi pemantik kerusuhan atau bahkan revolusi sosial.

“Jangan kembali ke masa-masa gelap lagi di mana rakyat jadi korban hanya karena untuk mencapai haknya sendiri. Stop program yang namanya pelibatan tentara di dalam program-program sipil,” katanya.

Julius mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menarik kembali TNI ke fungsi asalnya dan mengoptimalkan instrumen sipil yang sudah ada seperti kementerian, BPN, BPS, dan parlemen.

“Stop program yang namanya pelibatan tentara di dalam program-program sipil. Kembalikan anggota TNI ke barak. Pastikan prajurit kita kuat tanpa perlu mengais-ngais pekerjaan di tempat yang lain,” pungkasnya.

Related Posts

Kepedulian Terhadap Lingkungan Harus Menjadi Budaya

Kepedulian Terhadap Lingkungan Harus Menjadi Budaya

September 15, 2026
Alfamidi Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

Alfamidi Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat

September 15, 2026
Danang Maharsa Bangga Jadi Lulusan STIE YKPN

Danang Maharsa Bangga Jadi Lulusan STIE YKPN

September 14, 2026
Pemkab Sleman Apresiasi Pemustaka dan Pelestari Naskah Kuno

Pemkab Sleman Apresiasi Pemustaka dan Pelestari Naskah Kuno

September 14, 2026
GBPH Prabukusumo Kembali Pimpin PMI DIY

GBPH Prabukusumo Kembali Pimpin PMI DIY

September 14, 2026
Dari Modal Rp10 Miliar, Aset Bumkalma Jadi Rp58 Miliar

Dari Modal Rp10 Miliar, Aset Bumkalma Jadi Rp58 Miliar

September 10, 2026
Next Post
Pakar hukum tata negara sekaligus mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud MD Soroti Istilah Londo Ireng Prabowo, Ingatkan Pentingnya Kritik dalam Demokrasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.