SLEMAN, POPULI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) resmi meluncurkan program inovasi pelestarian seni tradisi bernama Sekolah Pedalangan Anak Sembada atau disingkat Sepadan. Program itu dirancang khusus bagi generasi muda tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) guna menjaga keberlanjutan regenerasi pelaku seni wayang di wilayah Bumi Sembada.
Kepala Seksi Warisan Budaya Takbenda Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Andre Veriangga, menjelaskan bahwa program Sepadan lahir dari komitmen pemerintah daerah untuk membangun benteng karakter serta mental generasi muda di tengah arus modernisasi dan digitalisasi.
“Kegiatan sekolah pedalangan ini menjadi tanggung jawab kami ke depan terkait pelestarian Warisan Budaya Tak Benda. Sasaran kami adalah anak SD dan SMP karena mereka memerlukan pondasi dasar. Tujuan utamanya bukan semata-mata mencetak mereka menjadi dalang profesional, melainkan memberikan bekal keahlian serta mentransformasikan nilai-nilai luhur dari tokoh wayang sebagai bekal kehidupan,” ucap Andre dalam bincang Sleman Bertumbuh di Tera View Sleman, pada Jumat (18/9/2026).
Pada tahap awal, Dinas Kebudayaan Sleman akan membuka beberapa kelas sebagai pilot project. Pendaftaran calon peserta program tersebut dilakukan melalui Google Form yang dibagikan via media sosial resmi Disbud Sleman.
“Tahun ini kami batasi kuotanya untuk 50 anak dulu. Sekarang kuotanya sudah full (penuh) terisi dan nanti akan ada empat kali pertemuan. Untuk tahun depan (2027) kami juga akan membuka lagi kelas lanjutan,” ujarnya.
Langkah inovatif Dinas Kebudayaan Sleman tersebut mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman. Ketua Komisi C DPRD Sleman, Bambang Sigit Sulaksono, menegaskan pentingnya alokasi anggaran dan penyediaan ruang pentas bagi para penggiat seni tradisi di daerah.
“Kesenian ini memang perlu dilestarikan dan diteruskan oleh generasi mendatang. Harapannya dari anak-anak ini lahir sosok dalang kondang baru, seperti Dalang Ki Seno Nugraha, di masa depan. Namun yang perlu diperhatikan, dari 50 anak yang belajar, belum tentu semuanya menjadi dalang profesional. Karena itu, sarjana pedalangan maupun wadah-wadah sanggar yang ada juga harus terus diberi ruang dan anggaran untuk pentas,” tegas dia. (Dewi Rukmini)



![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



