• Tentang Kami
Rabu, Oktober 7, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Sleman

Dinkes Sleman Kembangkan SIPOTIK, Deteksi Pengambilan Dobel Obat Psikotropika

byredaksi
Oktober 6, 2026
in Sleman
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dinkes Sleman Kembangkan SIPOTIK, Deteksi Pengambilan Dobel Obat Psikotropika

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Sleman, Tunggul Birowo (kanan) dan Penelaah Teknis Kebijakan Dinkes Sleman, Chrisna Wardhani saat ditemui, Selasa (6/10/2026). (Hadid Pangestu)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID– Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengembangkan aplikasi Sistem Pelayanan Obat Psikotropika (SIPOTIK) untuk memantau penggunaan dan pengambilan obat psikotropika di apotek maupun rumah sakit.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Sleman, Tunggul Birowo, mengatakan aplikasi tersebut telah diatur melalui Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Kesehatan Sleman pada 2025. Melalui SIPOTIK, petugas dapat mendeteksi pasien yang mengambil obat psikotropika di sejumlah fasilitas kesehatan dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

BERITA MENARIK LAINNYA

Polisi Amankan Pemuda di Bantul Gegara Simpan 24 Tablet Alprazolam Tanpa Izin

Polres Bantul Tangkap Dua Pengedar Alprazolam Ilegal, Sita 320 Butir

Sistem tersebut menjadi salah satu upaya untuk mencegah pasien mendapatkan obat yang sama secara berlebihan dari fasilitas kesehatan berbeda. Hal tersebut juga sebagai salah satu upaya untuk mencegah adanya penyalahgunaan obat. “Dari aplikasi SIPOTIK ini kita bisa tahu NIK bahwa apabila si A biasanya membeli di apotek yang berbeda akan ketahuan,” kata Tunggul.

Ia mencontohkan, seorang pasien yang seharusnya mengambil obat dalam jangka waktu tertentu, namun baru beberapa hari mengambil obat di satu apotek kemudian kembali mengambil obat serupa di apotek lain, dapat terdeteksi melalui sistem tersebut. “Nah ini kan ada jangka waktu, misalnya sebulan sekali, dia baru 10 hari beli di apotek A, tiba-tiba dia datang ke apotek B,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa informasi pasien dalam SIPOTIK dapat dijamin kerahasiaanya dan hanya diketahui oleh petugas kesehatan yang memberikan pelayanan. Menurut Tunggul, kebutuhan terhadap obat psikotropika pada sebagian pasien berkaitan dengan kondisi kesehatan mental, seperti depresi dan stres. Karena itu, pengawasan diperlukan agar penggunaan obat tetap sesuai dengan resep dan kebutuhan medis.

“Nah biasanya itu psikotropik itu ketika arah untuk pasien depresi, stres. Itulah kenapa kami kok ada inisiatif membentuk aplikasi ini,” katanya.

Dinkes Sleman juga mencatat adanya peningkatan konsumsi obat psikotropika. Berdasarkan laporan Sistem Informasi Pelaporan Penggunaan Sediaan Jadi Narkotika dan Psikotropika (SIPNAP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, penggunaan obat psikotropika di Sleman meningkat sekitar 30 persen.

“Ada lonjakan 4,7 juta tablet pada tahun 2024 menjadi 6,2 juta tablet pada tahun 2025. Ini naik sekitar 30 persen. Ini hanya di Sleman, kita nggak tahu kalau DIY,” jelasnya.

Tunggul mengatakan Dinkes Sleman sebelumnya juga memperoleh informasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai temuan penggunaan obat alprazolam yang tidak wajar. “Temuan BPOM pada November 2024 disebutkan bahwa terdapat pasien yang meminum obat jenis alprazolam yang tidak wajar. Satu orang pasien itu dapat 300 tablet untuk 30 hari, berarti sehari berarti dia minum 10 tablet,” katanya.

Ahli Jiwa

Hingga saat ini, aplikasi tersebut saat ini sudah tersedia di 22 apotek yang memiliki dokter ahli jiwa dan 22 rumah sakit dan 1 klinik. Pihaknya menyebut juga akan memperlebar layanan di seluruh kabupaten-kota di DIY. “Kita akan bertemu dengan Dinke DIY dan kabupaten-kota lainya untuk kita kembangkan, kalau bisa jangan hanya di Sleman saja, jangan kita tok yang memakai (SIPOTIK)” katanya.

Penelaah Teknis Kebijakan Dinkes Sleman, Chrisna Wardhani, mengatakan kondisi kesehatan mental juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penggunaan obat psikotropika. Berdasarkan Riskesdas 2018, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk daerah dengan angka masalah kesehatan mental yang tinggi secara nasional. Kondisi tersebut turut berkaitan dengan kebutuhan sebagian pasien untuk mendapatkan pengobatan, termasuk obat psikotropika.

Chrisna menyebut saat ini terdapat lebih dari 17.000 pasien yang telah terdata dalam aplikasi SIPOTIK. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 hingga 6.000 pasien masih aktif mengambil obat. Sementara itu, sekitar 700 pasien terdeteksi melakukan pengambilan obat secara dobel. “Yang terdeteksi pengambilan dobel sekitar 700-an orang,” ujarnya.

Menurut Chrisna, SIPOTIK difungsikan untuk mencegah terjadinya pengambilan obat yang sama secara berulang di fasilitas kesehatan berbeda. Langkah tersebut penting untuk memastikan obat yang diperoleh pasien tetap sesuai dengan kebutuhan medis dan resep dokter. “Ini dikhawatirkan nanti peredaran yang tadinya resmi dari resep tapi malah ke ilegal,” katanya. (Hadid Pangestu)

Tags: BPOMpsikotropikatablet

Related Posts

Satres Narkoba Polres Bantul menyita bafang bukti berupa 24 tablet Alprazolam dari pemuda berinisial BABI (24) asal Kota Yogyakarta, Senin (13/7/2026). (Polres Bantul)

Polisi Amankan Pemuda di Bantul Gegara Simpan 24 Tablet Alprazolam Tanpa Izin

Juli 14, 2026
Sejumlah barang bukti ratusan obat alprazolam berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Bantul, Kamis (9/7/2026).

Polres Bantul Tangkap Dua Pengedar Alprazolam Ilegal, Sita 320 Butir

Juli 11, 2026
ilustrasi obat bahan alam

Pakar UGM Ingatkan Obat Bahan Alam Tak Boleh Dikonsumsi Sembarangan

Desember 17, 2025
Heboh! Indomie Rasa Soto Banjar Mengandung EtO di Taiwan, Ini Kata BPOM

Heboh! Indomie Rasa Soto Banjar Mengandung EtO di Taiwan, Ini Kata BPOM

September 12, 2025
BPOM bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengungkap peredaran produk biologi ilegal berupa sekretom senilai Rp230 miliar di Magelang, Jawa Tengah. (dok.pom.go.id)

Dosen UGM Praktik Terapi Stem Cell Ilegal Berkedok Dokter Hewan, BPOM Sita Produk Rp230 Miliar

Agustus 27, 2025
Next Post
Ini Kantong Parkir yang Disiapkan saat WJNC 2026

Ini Kantong Parkir yang Disiapkan saat WJNC 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.