SLEMAN, JPOPULI.ID — Anggota DPRD Sleman, H. Respati Agus Sasangka ingin agar Pasar Cebongan bisa menangani sampah secara mandiri. Respati juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup terkait sampah.
Hal itu diungkapkan Respati di sela-sela mengunjungi Pasar Cebongan, Mlati, Sleman, Sabtu (31/10/2026). Respati mengunjungi Pasar Cebongan setelah mendengar keluhan dari pedagang dan pengunjung terkait sampah dan ruang terbuka hijau (RTH).
Respati yang melihat langsung kondisi di lapangan mengatakan, sejak TPA Piyungan tidak beroperasi lagi, memang sampah menjadi persoalan, termasuk di pasar. Di Cebongan sebetulnya sudah ada tempat pengolahan dan pembakaran sampah. Tetapi itu tidak representatif sehingga harus diperbaiki.
“Masalah sampah tidak hanya terjadi di pasar, tetapi juga ditempat lain setelah TPA Piyungan tidak beroperasi,” ucap Respati.
Respati mengatakan, alternatifnya yakni menggunakan insinerator, kualitas dan bentuknya harus memenuhi kualifikasi regulasi (seperti suhu bakar, cerobong, dan blower) agar tidak mengganggu ketertiban pasar dan kenyamanan konsumen. Selain itu, perlu mengaktifkan kembali mesin kompos yang ada di bagian belakang pasar untuk mengelola sampah organik, sementara residu anorganik dapat dikomunikasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Kami berencana untuk segera mengkoordinasikan penanganan sampah pasar ini dengan pihak DLH. Saya berharap pada kegiatan yang dijadwalkan tanggal 26 November nanti masalah sampah ini sudah ada titik terang. Selain itu RTH juga bisa kembali ke fungsi semula,” lanjut Respati yang sekaligus memberi bantuan alat bersih-bersih pasar.
Namun, untuk pengelolaan sampah kendala utamanya yakni terkait sumber daya manusianya (SDM) yang tidak mempuni. Fasilitas sebenarnya sudah ada, tetapi terkendala pada masalah SDM dalam pengelolaan sampah, sehingga perlu ada pembagian peran atau perbaikan sistem operasional di lapangan.
Sedangkan untuk RTH yang sekarang digunakan untuk pembuangan bekas bangunan yang dibongkar, Respati mengatakan, pihaknya bersama seluruh anggota paguyuban dan UPTD ingin mengembalikan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada di dalam pasar Cebongan. Hal itu dikarenakan sebagai bagian dari paru-paru pasar agar pedagang dan konsumen merasa nyaman.
Kalau sudah bersih, Respati berharap lokasi tersebut bisa digunakan pedagang dan pengunjung untuk beraktivitas. Apalagi setiap Minggu pedagang rutin menggelar senam. Tetapi karena RTH sudah tidak memadai terpaksa menggunakan tempat parkir di depan dan ini sangat mengganggu.
Rohmad Wisnu Aji, selaku Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah 2, menambahkan, target pembersihan sendiri akan selesai di pertengahan November 2026. Sehingga harapannya di puncak merti Pasar Cebongan di tanggal 26 November 2026 bisa untuk digunakan. Dalam kegiatan ini rencananya akan digelar senam dengan doorprize kambing.
“Rencananya, nanti bisa bersih kembali dan dapat digunakan untuk pusat kegiatannya teman-teman para pedagang. Karena setiap seminggu sekali sering diadakan senam,” tandasnya. (*)


![Ilustrasi sampah organik. [pexels/emmet]](https://populi.id/wp-content/uploads/2025/01/sampah-pexels-120x86.jpg)





![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



