BANTUL, POPULI.ID – Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menurunkan target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada 2026 menjadi sebesar Rp29 miliar dibandingkan target pendapatan 2025 yang sebesar Rp49 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Saryadi mengatakan, penurunan target PAD pariwisata tersebut dikarenakan target yang ditetapkan tahun sebelumnya tidak realistis dengan kondisi perkembangan kepariwisataan Bantul.
“Untuk PAD pariwisata Bantul sampai dengan momen libur Natal dan Tahun Baru ini baru sebesar Rp25 miliar, target tahun depan nampaknya sudah diturunkan mendekati angka realistis, kemarin disepakati kurang lebih Rp29 miliar,” katanya, Senin (29/12/2025).
Menurut dia, selama tiga hingga empat tahun terakhir target pendapatan pariwisata Bantul selalu tinggi sebesar Rp49 miliar, dan realisasi pendapatan yang diraih selama satu tahun belum pernah tercapai.
“Belum pernah ada sejarahnya dan paling tinggi capaian di Bantul Rp30 miliar, tahun depan kami kemarin dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) sudah menyepakati sekitar Rp29 miliar,” katanya.
Meski demikian, kata dia, target pendapatan pariwisata pada tahun 2026, masih menunggu keputusan final penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bantul 2026.
Terkait target kunjungan wisatawan selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pihaknya tidak memasang target dikarenakan destinasi wisata Bantul sangat terpengaruh dengan cuaca, sementara pada libur akhir tahun ini bertepatan musim hujan yang berpotensi ekstrem.
“Mudah-mudahan tidak ada cuaca ekstrem, itu saja kita berharap, karena wisata kita itu kan mayoritas wisata alam, sehingga sangat sensitif terhadap cuaca, kalau tidak hujan InsyaAllah mudah mudahan lumayan tingkat kunjungan,” katanya.
Meski demikian, kata dia, tingkat kunjungan ke destinasi wisata Bantul terutama kawasan pantai selatan Bantul sudah mengalami peningkatan, sehingga harapannya tren kunjungan terus bertambah hingga akhir tahun.
“Saat ini sudah ada peningkatan kunjungan wisatawan, dan memang kita tidak pasang target, tetapi kalau bisa sebanyak 200 ribu orang selama momen Nataru sudah lumayanlah di tengah suasana seperti ini,” katanya.












