BANTUL, POPULI.ID – Sebuah granat tangan jenis nanas ditemukan di kawasan objek wisata Karstubing, Padukuhan Surobayan, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Senin (6/7/2026).
Benda yang diduga merupakan peninggalan masa perang itu ditemukan secara tidak sengaja saat proses penggalian pondasi toilet.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan granat tersebut ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB oleh dua orang pekerja yang tengah menggali tanah untuk pembangunan kamar mandi di area wisata.
“Benar, pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB telah ditemukan sebuah granat tangan jenis nanas di kawasan objek wisata Karstubing Dusun Surobayan, Argomulyo, Sedayu. Granat tersebut ditemukan ketika dua orang pekerja sedang menggali tanah untuk membuat pondasi kamar mandi,” kata Rita, Selasa (7/7/2026).
Mengetahui benda yang ditemukan diduga merupakan bahan peledak, kedua pekerja langsung menghentikan aktivitas penggalian dan tidak berani memindahkannya. Pengelola objek wisata kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polsek Sedayu.
“Setelah menemukan benda mencurigakan tersebut, para pekerja tidak berani memindahkannya. Pengelola objek wisata kemudian segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Sedayu agar dilakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Sedayu segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Gegana Satbrimob Polda DIY untuk melakukan identifikasi serta pengamanan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benda tersebut merupakan granat tangan jenis nanas yang masih aktif sehingga harus segera dimusnahkan.
“Hasil identifikasi dari Tim Gegana menunjukkan bahwa granat yang ditemukan merupakan granat jenis nanas dan masih aktif sehingga harus segera dilakukan disposal demi menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi,” jelas Rita.
Granat ditemukan dalam kondisi tertanam di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter. Berdasarkan keterangan warga sekitar, granat tersebut diduga merupakan peninggalan zaman perang yang selama ini terkubur di lokasi.
Sebelum proses disposal dilakukan, Tim Gegana bersama personel Polsek Sedayu mensterilkan area penemuan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya lainnya.
“Area penemuan lebih dahulu disterilkan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lain. Setelah dinyatakan aman, Tim Gegana menyiapkan lokasi khusus untuk melakukan peledakan terhadap granat tersebut,” tuturnya.
Proses pemusnahan dilakukan pada siang hari. Peledakan pertama sekitar pukul 12.50 WIB belum berhasil menghancurkan granat secara menyeluruh karena hanya bagian cangkangnya yang rusak.
“Pada peledakan pertama, yang hancur baru bagian cangkangnya sehingga Tim Gegana memutuskan melakukan disposal ulang agar seluruh bagian granat benar-benar dinyatakan aman,” katanya.
Tim Gegana kemudian melakukan peledakan kedua sekitar pukul 13.05 WIB. Kali ini granat berhasil dimusnahkan sepenuhnya dan dinyatakan tidak lagi membahayakan.
“Setelah dilakukan peledakan kedua, granat berhasil dihancurkan dan dinyatakan sudah tidak membahayakan lagi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan situasi di lokasi tetap kondusif,” ujar Rita.
Polres Bantul mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh maupun memindahkan benda mencurigakan yang diduga merupakan bahan peledak apabila menemukannya.
“Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan benda yang diduga merupakan bahan peledak atau benda mencurigakan lainnya agar tidak disentuh, dipindahkan, maupun dibawa pulang,” katanya.
“Segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kompetensi dan peralatan khusus,” pungkasnya. (populi.id/Hadid Pangestu)








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



