YOGYAKARTA, POPULI.ID — Pasar Beringharjo di Kota Yogyakarta dipadati pengunjung selama momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lonjakan jumlah wisatawan dan masyarakat yang berbelanja berdampak langsung pada meningkatnya kunjungan pasar hingga mendongkrak omzet pedagang secara signifikan.
Koordinator Pasar Beringharjo Barat, Aroni Fasah, mengatakan selama masa libur Nataru rata-rata jumlah pengunjung mencapai sekitar 12 ribu orang per hari.
“Selama liburan ini rata-rata pengunjung sekitar 12 ribuan per hari. Memang saat hari H Natal sempat turun sekitar delapan ribuan, tapi setelah itu kembali melonjak dan stabil ramai,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, peningkatan kunjungan mulai terasa sejak 22 Desember 2025 dan terus berlangsung hingga saat ini. Arus pengunjung dinilai masih stabil dan berpotensi meningkat hingga menjelang pergantian tahun.
“Sejak tanggal 22 Desember pengunjung sudah mulai meningkat dan sampai sekarang masih ramai. Prediksi kami sampai Sabtu masih meningkat karena Senin sudah mulai aktivitas kembali,” jelas Aroni.
Jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun sebelumnya, jumlah pengunjung tahun ini mengalami kenaikan sekitar 20 persen. Pada hari biasa, Pasar Beringharjo Barat rata-rata dikunjungi sekitar lima ribu hingga tujuh ribu orang per hari, sementara pada akhir pekan jumlahnya berkisar 10 ribu hingga 12 ribu orang.
“Kalau dibanding hari biasa, peningkatannya bisa sekitar 50 persen,” kata Aroni.
Lonjakan kunjungan ini turut berdampak besar pada omzet pedagang. Aroni menyebut, selama libur Nataru omzet pedagang meningkat hingga 300 persen, bahkan di zona tertentu bisa mencapai 500 persen.
“Untuk omzet bisa naik sekitar 300 persen, itu minimal. Khusus zona tengah yang berada di jalur utama itu bisa sampai 500 persen. Kalau yang bagian dalam rata-rata 300 persen,” ungkapnya.
Terkait meningkatnya aktivitas jual beli, pihak pengelola dan paguyuban pedagang terus mengingatkan agar pedagang tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Imbauan tersebut rutin disampaikan agar citra Pasar Beringharjo tetap terjaga.
“Kami selalu mengingatkan pedagang agar tidak mematok harga yang tidak sesuai. Pelayanan harus ramah supaya pengunjung tidak kapok dan mau kembali lagi,” tegas Aroni.
Selain itu, imbauan keamanan juga disampaikan kepada pedagang dan pengunjung agar lebih waspada terhadap barang bawaan di tengah kepadatan pasar.
Pasar Beringharjo Barat sendiri menampung sekitar 1.400 pedagang yang tersebar di 40 los, masing-masing 20 los di sisi kanan dan kiri.
Kepala UPT Pusat Bisnis Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Agung Dini Wahyudi Soelistyo, mengatakan data kunjungan sejak 22 hingga 28 Desember 2025 menunjukkan peningkatan yang signifikan, meski baru mencakup lantai dua dan tiga.
“Ini masih hitungan lantai dua dan tiga saja. Kalau digabung dengan lantai satu, jumlahnya bisa jauh lebih banyak,” ujar Agung.
Ia mengakui jumlah pengunjung tahun ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Salah satu faktor pendorongnya adalah kecenderungan wisatawan memilih liburan jarak dekat dan menggunakan jalur darat.
“Kemungkinan wisatawan banyak yang memilih liburan jarak dekat dan jalur darat, sehingga Yogyakarta menjadi pilihan utama,” katanya.
Agung memprediksi peningkatan jumlah kunjungan ke Pasar Beringharjo masih akan berlangsung hingga pekan ini. Kawasan Malioboro, tempat Pasar Beringharjo berada, dinilai tetap menjadi magnet utama wisatawan selama libur akhir tahun.


![Pasar Kranggan. [populi.id/Gregorius Bramantyo]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/01/1767693177149-120x86.jpg)









