• Tentang Kami
Friday, July 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Jalan Tol Dongkrak Arus Wisatawan Nataru ke DIY, Dispar Catat 1,03 Juta Kunjungan

tingginya arus kunjungan wisatawan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kekuatan nilai produk pariwisata DIY.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
January 5, 2026
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi lanskape DIY

Ilustrasi lanskape DIY. [vecteezy.com]

0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY menyebut arus kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tergolong tinggi. Keberadaan jalan tol disebut turut memperlancar mobilitas wisatawan keluar masuk Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua GIPI DIY, Bobby Ardiyanto, mengatakan tingginya arus kunjungan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kekuatan nilai produk pariwisata DIY. Menurutnya, masih diperlukan daya tarik yang lebih kuat agar wisatawan terdorong untuk tinggal lebih lama dan menyebar ke lima kabupaten/kota.

BERITA MENARIK LAINNYA

Tempat Nongkrong dan Billiard di Mergangsan Kebakaran, Diduga Korsleting

Merapi Masih Siaga, Sri Sultan HB X Minta Wisatawan Tahan Diri Mendaki

Ia menyebut, sebagian besar wisatawan masih memilih menginap di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Kondisi ini berpengaruh pada tingkat hunian hotel yang belum mencapai kapasitas maksimal.

“Okupansi hotel masih berada di kisaran 70 hingga 80 persen, masih belum penuh,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Bobby menilai salah satu penyebabnya adalah keberadaan akomodasi ilegal seperti vila dan homestay yang tidak tercatat dalam sistem perizinan, sehingga tidak terdeteksi secara resmi.

Meski demikian, ia mengakui secara volume kunjungan, traffic wisatawan pada Nataru tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Secara traffic memang lebih ramai dibanding tahun lalu, tapi secara ekonomi kami masih menunggu data resmi,” katanya.

Ia menilai lonjakan kunjungan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Seperti masa libur yang relatif panjang, kondisi ekonomi yang mulai membaik, kemudahan akses tol, serta hadirnya destinasi wisata baru yang cukup diminati. Selain itu, biaya berwisata di Yogyakarta dinilai masih relatif terjangkau.

Bobby menyebut belanja wisatawan untuk destinasi wisata, kuliner, makanan dan minuman, hingga sektor UMKM sudah sesuai ekspektasi. Namun, kontribusi dari sektor akomodasi dan transportasi lokal dinilai belum optimal.

Untuk memaksimalkan potensi pariwisata, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk dan layanan agar memiliki daya tarik yang kuat dan berkelanjutan.

“Pariwisata DIY harus mampu menawarkan pengalaman berbasis experience dan mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama di Jogja,” ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, jumlah kunjungan wisatawan selama periode Nataru justru mengalami penurunan dibandingkan target awal. Dari proyeksi 7 juta wisatawan dari total 9 juta pergerakan nasional, realisasi di lapangan tercatat jauh lebih rendah.

Selama masa puncak liburan, yakni 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke DIY berdasarkan retribusi sementara mencapai 1.035.000 orang.

Kepala Dispar DIY, Imam Pratanadi, menyebut capaian itu menjadi perhatian karena adanya selisih signifikan antara target dan realisasi.

“Capaian ini tentu menjadi sorotan karena perbedaan yang cukup besar antara ekspektasi dan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Meski secara total belum memenuhi target, sejumlah destinasi unggulan tetap ramai dikunjungi. Kawasan pesisir selatan DIY masih menjadi magnet utama wisatawan.

Data rekapitulasi menunjukkan wilayah Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul mendominasi kunjungan. Pantai Baron dan Watu Lumbung tercatat sebagai destinasi terpadat dengan 178.274 wisatawan. Disusul kawasan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok dengan 106.270 pengunjung.

Sementara itu, destinasi buatan seperti Gembira Loka Zoo juga tetap diminati dengan jumlah kunjungan mencapai 97.729 orang.

Menanggapi kondisi tersebut, Imam menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi dan kajian lebih mendalam sebagai bahan perbaikan ke depan.

“Hasil ini akan menjadi evaluasi bagi para pemangku kebijakan pariwisata di DIY dalam merumuskan strategi liburan berikutnya,” tuturnya.

Tags: Bobby ArdiyantoGabungan Industri Pariwisata IndonesiaImam Pratanadijalan tolkunjungan wisatawanYogyakarta

Related Posts

Kebakaran melanda Vrama Billiard and Cafe serta Kanaya Munch & Migle, Jumat (3/7/2026) pagi.

Tempat Nongkrong dan Billiard di Mergangsan Kebakaran, Diduga Korsleting

July 3, 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono, saat ditemui Kamis (2/7/2026).

Merapi Masih Siaga, Sri Sultan HB X Minta Wisatawan Tahan Diri Mendaki

July 2, 2026
Seorang pedagang daging ayam di Pasar Kranggan Kota Yogyakarta sedang menunggu pembeli, Kamis (2/7/2026).

Program MBG Libur, Harga Daging Ayam di Pasar Kranggan Turun

July 2, 2026
Landskap Kota Yogyakarta.

BPS Waspadai Kenaikan Biaya Pendidikan Jelang Tahun Ajaran Baru

July 2, 2026
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta Joko Prayitno saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

Sensus Ekonomi Kota Yogyakarta Capai 20,15 Persen, Sultan hingga Wali Kota Sudah Didata

July 2, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, didampingi Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno, saat didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026, belum lama ini.

Cerita Wali Kota Yogyakarta Ditanya Hal Tak Terduga Saat Ikuti Sensus Ekonomi 2026

June 26, 2026
Next Post
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arga Pribadi Imawan

KUHP Baru Mulai Diterapkan, Arga Pribadi Imawan: Reformasi Setengah Jalan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.