• Tentang Kami
Tuesday, May 26, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Polisi Sebut Teror Telepon ke Guru Besar UGM adalah Penipuan, Nomor Terlacak dari Cirebon

sebelumnya, Zainal Arifin Mochtar sempat membagikan pengalaman mengalami teror yang mengaku anggota Polresta Yogyakarta

byredaksi
January 7, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Guru Besar Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar. (Instagram/zainalarifinmochtar)

Guru Besar Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar. (Instagram/zainalarifinmochtar)

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menegaskan aksi teror melalui sambungan telepon terhadap Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar yang mengatasnamakan anggota Polresta Yogyakarta dipastikan merupakan modus penipuan.

Eva menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan pemeriksaan internal setelah menerima laporan adanya seseorang yang mengaku sebagai anggota Polresta Yogyakarta dan menghubungi seorang profesor UGM.

BERITA MENARIK LAINNYA

Polisi Masih Buru Empat Pelaku Diduga Terlibat Penganiayaan di Kotabaru

Polisi Ringkus 3 Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Pelajar di Kotabaru, Tiga Lainnya Masih Buron

“Sejak kemarin rekan-rekan media menyampaikan adanya telepon dari pihak yang mengaku sebagai anggota Polresta Jogja. Setelah kami lakukan pengecekan, nomor tersebut dipastikan bukan milik anggota Polresta Yogyakarta,” ujar Eva di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (7/1/2026).

Dari hasil penelusuran, polisi menemukan bahwa nomor yang digunakan pelaku justru terdeteksi berasal dari wilayah Cirebon, Jawa Barat.

“Berdasarkan pengecekan, lokasi atau alamat nomor tersebut berada di Cirebon. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa telepon yang diterima profesor tersebut adalah penipuan,” jelasnya.

Terkait komunikasi dengan Prof. Zainal Arifin Mochtar, Eva mengatakan hingga kini belum ada kontak langsung. Namun, pihaknya berencana segera menindaklanjuti hal tersebut.

“Untuk sementara kami memang belum berkomunikasi langsung dengan Prof. Uceng (sapaan Zainal Arifin Mochtar). Ke depan akan kami hubungi untuk menggali kronologi dan bentuk ancaman yang disampaikan lewat telepon,” ungkapnya.

Eva menegaskan bahwa kepolisian akan menindaklanjuti kasus ini dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku.

“Kasus ini akan kami dalami dan pelakunya akan kami kejar,” tegasnya.

Sebelumnya, pakar hukum tata negara sekaligus dosen UGM, Zainal Arifin Mochtar, membagikan pengalamannya menerima panggilan mencurigakan melalui akun Facebook pribadinya pada Kamis (2/1/2026) pukul 14.08 WIB.

Dalam unggahan tersebut, Zainal mengungkapkan dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota Polresta Yogyakarta dan meminta dirinya segera datang dengan membawa KTP, disertai ancaman penangkapan jika tidak menuruti permintaan tersebut.

“Baru saja saya menerima telepon. Mengaku dari Polresta Jogjakarta, meminta saya segera menghadap sambil membawa KTP,” katanya.

“Jika tidak, katanya akan langsung dilakukan penangkapan. Nada bicaranya sengaja dibuat berat agar terkesan berwibawa,” tulis Zainal.

Ia juga menyebut bahwa panggilan serupa sudah diterimanya lebih dari sekali dalam beberapa hari terakhir dan meyakini hal tersebut sebagai upaya penipuan.

Zainal turut mengkritik maraknya penipuan yang mencatut nama aparat penegak hukum dan menilai praktik semacam itu sering kali tidak ditangani secara tegas.

“Semua orang tahu ini penipuan. Tapi faktanya, penipu seperti ini seolah masih diberi ruang bebas,” tulisnya.

Ia pun mengingatkan agar pelaku tidak menggunakan institusi kepolisian sebagai alat intimidasi.

“Jangan menjual nama polisi untuk mengancam dan menakut-nakuti orang. Tidak akan berpengaruh,” pungkas Zainal. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: Guru Besar UGMKombes Pol Eva Guna PandiPakar Tata NegarapenipuanPolresta YogyakartaterorZainal Arifin Mochtar

Related Posts

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, dan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riski Adrian, menunjukkan barang bukti dan foto pelaku pembacokan yang menewaskan seorang pelajar, Jumat (22/5/2026).

Polisi Masih Buru Empat Pelaku Diduga Terlibat Penganiayaan di Kotabaru

May 25, 2026
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, saat ditemui Rabu (20/5/2026).

Polisi Ringkus 3 Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Pelajar di Kotabaru, Tiga Lainnya Masih Buron

May 21, 2026
Logo Koperasi Desa Merah Putih

Koperasi Desa Merah Putih Tak Cerminkan Demokrasi Ekonomi

May 21, 2026
Polresta Yogyakarta ungkap kasus pengoplosan isi LPG subsidi ke tabung non subsidi, Rabu (20/5/2025).

4 Pengoplos LPG Subsidi ke Tabung Non Subsidi Ditangkap, Polisi: Pelaku Raup Untung Rp75 Juta Per Bulan

May 21, 2026
Update Kasus Daycare Little Aresha, Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Update Kasus Daycare Little Aresha, Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

May 19, 2026
Penganiayaan di Jalan Hos Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Sabtu (16/5/2026) dini hari.

Viral Dugaan Penganiayaan di Tegalrejo Yogyakarta, Polisi Sebut Dipicu Perselisihan Usai Pesta Miras

May 16, 2026
Next Post
PT Bank Sleman menggelar rangkaian kegiatan apresiasi dan inovasi layanan perbankan yang meliputi penarikan hadiah Tabungan Mutiara periode ke-18, peluncuran aplikasi E-Kalurahan, serta penganugerahan UMKM Award 2025 pada Rabu (7/1/2026).

Dari Tabungan Mutiara hingga UMKM Award, Bank Sleman Perkuat Peran Ekonomi Daerah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.