YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sepanjang tahun 2025, Kraton Yogyakarta mencatat tren penurunan jumlah kunjungan wisatawan, dengan penurunan paling signifikan terjadi pada destinasi Museum Wahanarata.
Carik Kawedanan Radya Kartiyasa Kraton Yogyakarta, Nyi Raden Wedana Noorsundari, mengatakan meski mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, total kunjungan wisatawan ke Kraton Yogyakarta masih berada di kisaran 1,2 juta orang.
Menurutnya, penurunan tersebut terjadi di seluruh unit wisata utama yang berada di bawah pengelolaan Kraton, yakni Kagungan Dalem Kedhaton, Museum Wahanarata, dan Taman Sari. Dari ketiga lokasi tersebut, Museum Wahanarata mencatat penurunan tertinggi.
“Jika dilihat secara keseluruhan, ketiga unit wisata tersebut memang mengalami penurunan yang cukup terasa,” kata Noorsundari, Jumat (9/1/2026).
Ia merinci, jumlah kunjungan ke Kagungan Dalem Kedhaton turun sekitar 0,6 persen. Sementara itu, Museum Wahanarata mengalami penurunan hingga 5 persen. Adapun Taman Sari relatif stabil dengan penurunan yang sangat kecil.
Noorsundari menambahkan, periode kunjungan tertinggi sepanjang 2025 terjadi pada bulan Desember, bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, kontribusi wisatawan mancanegara dinilai belum memenuhi harapan karena hanya menyumbang sekitar 10 persen dari total pengunjung.
“Pada 2024 jumlah wisatawan mancanegara jauh lebih tinggi. Tahun ini penurunannya cukup signifikan dan belum sesuai dengan ekspektasi,” ujarnya.
Memasuki tahun 2026, pengelola Kraton Yogyakarta tidak menetapkan target kunjungan secara kuantitatif. Fokus pengembangan pariwisata diarahkan pada peningkatan kualitas, bukan sekadar mengejar jumlah pengunjung.
“Kami ingin mendorong pariwisata yang lebih berkualitas, dengan memperhatikan lama tinggal wisatawan, rata-rata belanja, serta pergerakan mereka di kawasan,” jelas Noorsundari.
Untuk menarik minat wisatawan pada tahun ini, Kraton Yogyakarta telah menyiapkan sejumlah agenda strategis, mulai dari pameran tematik hingga penyelenggaraan festival. Salah satu kegiatan utama direncanakan berlangsung pada periode Maret hingga April guna mendongkrak kunjungan di masa low season.
“Kami menyiapkan berbagai kegiatan pada Maret hingga April agar kunjungan wisata tetap terjaga meski di periode sepi,” tuturnya.
Di sisi lain, jumlah kunjungan wisatawan ke DIY meningkat selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Data yang dihimpun oleh Dinas Pariwisata DIY menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan saat libur akhir tahun mencapai 2.270.228 orang. Pada libur akhir tahun sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan ke Jogja hanya 1.513.081.
“Meningkat 50,40 persen dari capaian tahun lalu,” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi.
Menurut Imam, sebaran wisatawan paling tinggi ada di Kota Yogyakarta yang mencapai 946.191 orang. Kemudian, disusul Kabupaten Sleman 729.673, Kabupaten Gunungkidul dengan 339.430, Kabupaten Bantul 168.896 dan Kabupaten Kulon Progo 73.430 wisatawan.











