GUNUNGKIDUL, POPULI.ID – Operasi pencarian terhadap dua pemancing yang dilaporkan hilang di kawasan Bukit Grendan, wilayah Jepitu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, kembali dilanjutkan pada hari kedua, Minggu (11/1/2026).
Pencarian tersebut dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan kategori operasi kondisi membahayakan jiwa manusia.
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan bahwa upaya pencarian terus dimaksimalkan dengan melibatkan berbagai unsur. Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
Sebanyak kurang lebih 70 personel dikerahkan dalam kegiatan pencarian. Hingga pukul 17.00 WIB, keberadaan kedua korban masih belum berhasil ditemukan.
“SRU 1 sebagai tim darat melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian serta area ke arah timur dengan radius kurang lebih dua kilometer dari titik awal,” ujar Rio.
“Sementara SRU 2 melakukan pencarian melalui jalur laut, dan SRU 3 melaksanakan pemantauan dari udara dengan menggunakan drone,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada keesokan hari dengan melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi.
Kronologi Kejadian
Informasi yang dihimpun Kantor SAR Yogyakarta dari Sarsatlinmas Wilayah I Sadeng menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/1/2026). Dua pemancing diduga hilang saat beraktivitas di kawasan Tebing Grendan.
Kronologi kejadian diperoleh dari keterangan dua saksi, yakni Bagas (22), warga Condongcatur, Sleman, dan Yohanes (46), warga Giripanggung, Tepus, Gunungkidul.
Pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 WIB, saksi Yohanes menemukan sejumlah peralatan memancing serta sisa makanan dan minuman di lokasi pemancingan Tebing Grendan tanpa keberadaan pemiliknya.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak SAR dan ditindaklanjuti dengan pengecekan lokasi kejadian serta koordinasi bersama Polair, Polsek, TNI AL, Basarnas, dan instansi terkait lainnya.
Berdasarkan keterangan lanjutan, korban pertama bernama Wasgito (39), warga Wedomartani, Ngemplak, Sleman, tiba di lokasi memancing pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB bersama saksi Bagas dengan menggunakan sepeda motor masing-masing.
Sekitar pukul 16.30 WIB, hujan mulai turun sehingga mereka mendirikan tenda darurat dengan memanfaatkan mantel.
Pada saat itu, datang seorang pemancing lain yang diduga merupakan korban kedua, yang hingga kini identitasnya belum diketahui. Pemancing tersebut diketahui merupakan rekan korban pertama dan merupakan warga lokal.
Sekitar pukul 18.30 WIB, saksi Bagas memutuskan pulang lebih dahulu karena kondisi tubuh yang basah dan kedinginan.
Setelah berpisah, saksi Bagas sempat menghubungi korban pertama melalui aplikasi WhatsApp pada pukul 19.32 WIB dan 20.56 WIB, namun pesan yang dikirim hanya berstatus centang satu.
Keesokan harinya sekitar pukul 07.00 WIB, saksi Bagas memperoleh informasi dari grup pemancing mengenai dugaan orang hilang di Tebing Grendan. Barang-barang yang ditemukan di lokasi kemudian diketahui merupakan milik temannya tersebut. (populi.id/Hadid Pangestu)












