• Tentang Kami
Wednesday, April 22, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Sugiarto Rogoh Kocek hingga Rp1 Juta Lebih Rombak Kios Relokasi di Pasar Terban

Sugiarto sempat merasa kecewa dengan kondisi kios tempat relokasi yang terletak di Pasar Terban karena masih belum layak untuk berjualan

byredaksi
January 22, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penjahit pemilik kios Thole di Pasar Terban tengah melayani pelanggannya, Selasa (20/1/2026)

Penjahit pemilik kios Thole di Pasar Terban tengah melayani pelanggannya, Selasa (20/1/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
44
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BERITA MENARIK LAINNYA

Diduga Kelebihan Muatan, Sebanyak 12 Mahasiswa UAD Terjebak di dalam Lift

PLN Dukung Geliat Ekonomi Kreatif lewat Konser Sarga Festival di Yogyakarta

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Relokasi kios permak pakaian di Jalan Dr. Sardjito menuju Pasar Terban, Kota Yogyakarta memunculkan polemik tersendiri khususnya bagi para penjahit.

Lantaran, kios di Pasar Terban yang disediakan pemerintah dinilai kurang memadai kebutuhan para penjahit.Keberadaan dua meja cor di masing-masing kios dinilai mempersempit ruang gerak para penjahit dalam menata barang-barang. Terutama barang berupa mesin jahit dan mesin obras yang menjadi jantung usaha mereka.

Kondisi kios yang terbuka bebas tanpa penutup juga dianggap jadi PR bagi para penjahit. Sebab, mereka mengkhawatirkan faktor keamanan ketika barang-barang ditinggal pulang.

Mau tak mau, penjahit harus merogoh kocek untuk merombak kios agar lebih layak memenuhi kebutuhan mereka. Hal itulah yang membuat sejumlah penjahit pikir ulang dan ragu menempati kios Pasar Terban. Mereka untuk sementara waktu pindah ke lokasi lain sambil memantau perkembangan kios Pasar Terban.

Meski begitu, sebagian penjahit permak pakaian dan servis tas serta sepatu juga mulai menempati kios Pasar Terban. Peralatan mesin jahit, benang, dan barang-barang milik pelanggan yang sedang diperbaiki tampak menghiasi jejeran meja-meja cor berkeramik putih.

Sesekali suara khas mesin jahit mengema di ruangan lantai 2 pasar rakyat tersebut. Satu hingga dua pelanggan pun mulai terlihat mondar-mandir mendatangi penjahit langganannya.

Walaupun sebagian besar kios Pasar Terban masih kosong, namun para penjahit yang sudah menempati kios siap menyongsong rezeki di tempat baru tersebut.

Setidaknya itulah yang dirasakan Sugiarto (51), penjahit kios Thole yang sudah pindah ke Pasar Terban. Pria paruh baya itu mengaku optimistis menjemput rezeki di Pasar Terban.

“Saya baru Senin (19/1/2025) kemarin pindah ke sini. Ya sementara masih menyesuaikan dan Alhamdulillah pelanggan-pelanggan masih datang cari saya. Kalau orang baru sementara masih satu dua, belum sepenuhnya seperti di Jalan Dr. Sardjito. Ya saya harus sabar dulu, tapi mungkin saya optimis,” ujar dia kepada Populi.Id, Selasa (20/1/2026).

Sugiarto tak menampik awalnya sempat kecewa saat melihat kondisi kios yang tersedia. Akan tetapi, dia mencoba berdamai dengan keadaan dan memilih mencari solusi meskipun harus merogoh kocek.

Akhirnya, dia melubangi salah satu meja cor untuk memasang mesin jahit setelah mendapatkan izin. Dia juga membuat lemari kecil di bawah salah satu meja cor untuk menyimpan barang-barangnya. Langkah tersebut diambil untuk memastikan keamanan peralatan menjahitnya.

“Saya habis sekitar Rp1.100.000 untuk merombak kios, termasuk membuat spanduk. Ya, saya anggap itu sebagai modal operasional. Pokoknya rezeki itu Tuhan yang mengatur,” ucapnya.

Meskipun sempat kecewa, akan tetapi Sugiarto juga mengaku merasa puas pindah ke Pasar Terban. Sebab, kini tempat penjahit permak pakaian bisa lebih terpusat. Apalagi lokasi kios kini lebih sejuk dan aman tidak kehujanan saat musim penghujan.

“Konsumen juga bisa duduk-duduk santai saat menunggu hujan reda. Lebih nyaman daripada di sana, tidak bising, dan adem,” tutur dia.

“Saya maklumi kan baru beberapa hari, mungkin belum semuanya tahu dan paham. Barangkali besok atau selanjutnya bisa seperti saat di tepi jalan, mudah-mudahan,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: Jalan Dr. Sardjitokiospasar terbanpenjahitRelokasiYogyakarta

Related Posts

Petugas Damkarmat Kota Yogyakarta mengevakuasi 12 mahasiswa UAD yang terjebak di dalam lift kampus yang berada di Jalan Kapas, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Senin (20/4/2026).

Diduga Kelebihan Muatan, Sebanyak 12 Mahasiswa UAD Terjebak di dalam Lift

April 21, 2026
PLN menghadirkan booth layanan untuk mendukung gelaran konser musik Sarga Festival di Stadion Kridosono Kota Yogyakarta, Minggu (19/4/2026).

PLN Dukung Geliat Ekonomi Kreatif lewat Konser Sarga Festival di Yogyakarta

April 21, 2026
Warga Yogyakarta, Amelia (20), mendapatkan hadiah utama permaian Lucky Strings di Booth PLN dalam konser Sarga Festival di Stadion Kridosono Kota Yogyakarta, Minggu (19/4/2026).

Permainan Lucky Strings Booth PLN di Konser Sarga Festival Diserbu Penonton

April 20, 2026
Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

Dubes Inggris Kunjungi Yogyakarta, GKR Mangkubumi: Bahas Penataan Transportasi

April 8, 2026
Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

April 8, 2026
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul saat beberapa waktu lalu ditinjau sejumlah anggota DPRD DIY

Pasca Libur Lebaran 2026, WALHI Nilai Pengelolaan Sampah Yogyakarta Belum Optimal

April 8, 2026
Next Post
Ilustrasi karst

Kars Gunung Sewu Tergerus Pembangunan Pariwisata, Sosiolog: Ancam Ruang Hidup

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.