• Tentang Kami
Sunday, June 7, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Sugiarto Rogoh Kocek hingga Rp1 Juta Lebih Rombak Kios Relokasi di Pasar Terban

Sugiarto sempat merasa kecewa dengan kondisi kios tempat relokasi yang terletak di Pasar Terban karena masih belum layak untuk berjualan

byredaksi
January 22, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penjahit pemilik kios Thole di Pasar Terban tengah melayani pelanggannya, Selasa (20/1/2026)

Penjahit pemilik kios Thole di Pasar Terban tengah melayani pelanggannya, Selasa (20/1/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
47
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BERITA MENARIK LAINNYA

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Relokasi kios permak pakaian di Jalan Dr. Sardjito menuju Pasar Terban, Kota Yogyakarta memunculkan polemik tersendiri khususnya bagi para penjahit.

Lantaran, kios di Pasar Terban yang disediakan pemerintah dinilai kurang memadai kebutuhan para penjahit.Keberadaan dua meja cor di masing-masing kios dinilai mempersempit ruang gerak para penjahit dalam menata barang-barang. Terutama barang berupa mesin jahit dan mesin obras yang menjadi jantung usaha mereka.

Kondisi kios yang terbuka bebas tanpa penutup juga dianggap jadi PR bagi para penjahit. Sebab, mereka mengkhawatirkan faktor keamanan ketika barang-barang ditinggal pulang.

Mau tak mau, penjahit harus merogoh kocek untuk merombak kios agar lebih layak memenuhi kebutuhan mereka. Hal itulah yang membuat sejumlah penjahit pikir ulang dan ragu menempati kios Pasar Terban. Mereka untuk sementara waktu pindah ke lokasi lain sambil memantau perkembangan kios Pasar Terban.

Meski begitu, sebagian penjahit permak pakaian dan servis tas serta sepatu juga mulai menempati kios Pasar Terban. Peralatan mesin jahit, benang, dan barang-barang milik pelanggan yang sedang diperbaiki tampak menghiasi jejeran meja-meja cor berkeramik putih.

Sesekali suara khas mesin jahit mengema di ruangan lantai 2 pasar rakyat tersebut. Satu hingga dua pelanggan pun mulai terlihat mondar-mandir mendatangi penjahit langganannya.

Walaupun sebagian besar kios Pasar Terban masih kosong, namun para penjahit yang sudah menempati kios siap menyongsong rezeki di tempat baru tersebut.

Setidaknya itulah yang dirasakan Sugiarto (51), penjahit kios Thole yang sudah pindah ke Pasar Terban. Pria paruh baya itu mengaku optimistis menjemput rezeki di Pasar Terban.

“Saya baru Senin (19/1/2025) kemarin pindah ke sini. Ya sementara masih menyesuaikan dan Alhamdulillah pelanggan-pelanggan masih datang cari saya. Kalau orang baru sementara masih satu dua, belum sepenuhnya seperti di Jalan Dr. Sardjito. Ya saya harus sabar dulu, tapi mungkin saya optimis,” ujar dia kepada Populi.Id, Selasa (20/1/2026).

Sugiarto tak menampik awalnya sempat kecewa saat melihat kondisi kios yang tersedia. Akan tetapi, dia mencoba berdamai dengan keadaan dan memilih mencari solusi meskipun harus merogoh kocek.

Akhirnya, dia melubangi salah satu meja cor untuk memasang mesin jahit setelah mendapatkan izin. Dia juga membuat lemari kecil di bawah salah satu meja cor untuk menyimpan barang-barangnya. Langkah tersebut diambil untuk memastikan keamanan peralatan menjahitnya.

“Saya habis sekitar Rp1.100.000 untuk merombak kios, termasuk membuat spanduk. Ya, saya anggap itu sebagai modal operasional. Pokoknya rezeki itu Tuhan yang mengatur,” ucapnya.

Meskipun sempat kecewa, akan tetapi Sugiarto juga mengaku merasa puas pindah ke Pasar Terban. Sebab, kini tempat penjahit permak pakaian bisa lebih terpusat. Apalagi lokasi kios kini lebih sejuk dan aman tidak kehujanan saat musim penghujan.

“Konsumen juga bisa duduk-duduk santai saat menunggu hujan reda. Lebih nyaman daripada di sana, tidak bising, dan adem,” tutur dia.

“Saya maklumi kan baru beberapa hari, mungkin belum semuanya tahu dan paham. Barangkali besok atau selanjutnya bisa seperti saat di tepi jalan, mudah-mudahan,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: Jalan Dr. Sardjitokiospasar terbanpenjahitRelokasiYogyakarta

Related Posts

YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara simbolis menyerahkan TNKTB kepada perwakilan komunitas bentor Kota Yogyakarta dalam kegiatan penyaluran 50 unit becak listrik dan pemusnahan 50 bentor di KUPT Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).

Pemkot Yogyakarta Salurkan 50 Unit Becak Listrik Bantuan CSR PT KAI kepada Pengayuh Bentor

June 3, 2026
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah melakukan pemantaun Kampung Lampion, Kotabaru, Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (29/5/2026).

Fahri Hamzah Dorong Penataan Bantaran Sungai Code Yogyakarta Jadi Model Nasional

May 29, 2026
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyaksikkan penyembelihan sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk warga di kawasan Sungai Code, Rabu (27/5/2026)

Presiden Prabowo Bagikan Sapi Kurban ke Warga Bantaran Kali Sungai Code

May 27, 2026
Next Post
Ilustrasi karst

Kars Gunung Sewu Tergerus Pembangunan Pariwisata, Sosiolog: Ancam Ruang Hidup

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.