• Tentang Kami
Sabtu, September 5, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Sugiarto Rogoh Kocek hingga Rp1 Juta Lebih Rombak Kios Relokasi di Pasar Terban

Sugiarto sempat merasa kecewa dengan kondisi kios tempat relokasi yang terletak di Pasar Terban karena masih belum layak untuk berjualan

byredaksi
Januari 22, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penjahit pemilik kios Thole di Pasar Terban tengah melayani pelanggannya, Selasa (20/1/2026)

Penjahit pemilik kios Thole di Pasar Terban tengah melayani pelanggannya, Selasa (20/1/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
49
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BERITA MENARIK LAINNYA

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Relokasi kios permak pakaian di Jalan Dr. Sardjito menuju Pasar Terban, Kota Yogyakarta memunculkan polemik tersendiri khususnya bagi para penjahit.

Lantaran, kios di Pasar Terban yang disediakan pemerintah dinilai kurang memadai kebutuhan para penjahit.Keberadaan dua meja cor di masing-masing kios dinilai mempersempit ruang gerak para penjahit dalam menata barang-barang. Terutama barang berupa mesin jahit dan mesin obras yang menjadi jantung usaha mereka.

Kondisi kios yang terbuka bebas tanpa penutup juga dianggap jadi PR bagi para penjahit. Sebab, mereka mengkhawatirkan faktor keamanan ketika barang-barang ditinggal pulang.

Mau tak mau, penjahit harus merogoh kocek untuk merombak kios agar lebih layak memenuhi kebutuhan mereka. Hal itulah yang membuat sejumlah penjahit pikir ulang dan ragu menempati kios Pasar Terban. Mereka untuk sementara waktu pindah ke lokasi lain sambil memantau perkembangan kios Pasar Terban.

Meski begitu, sebagian penjahit permak pakaian dan servis tas serta sepatu juga mulai menempati kios Pasar Terban. Peralatan mesin jahit, benang, dan barang-barang milik pelanggan yang sedang diperbaiki tampak menghiasi jejeran meja-meja cor berkeramik putih.

Sesekali suara khas mesin jahit mengema di ruangan lantai 2 pasar rakyat tersebut. Satu hingga dua pelanggan pun mulai terlihat mondar-mandir mendatangi penjahit langganannya.

Walaupun sebagian besar kios Pasar Terban masih kosong, namun para penjahit yang sudah menempati kios siap menyongsong rezeki di tempat baru tersebut.

Setidaknya itulah yang dirasakan Sugiarto (51), penjahit kios Thole yang sudah pindah ke Pasar Terban. Pria paruh baya itu mengaku optimistis menjemput rezeki di Pasar Terban.

“Saya baru Senin (19/1/2025) kemarin pindah ke sini. Ya sementara masih menyesuaikan dan Alhamdulillah pelanggan-pelanggan masih datang cari saya. Kalau orang baru sementara masih satu dua, belum sepenuhnya seperti di Jalan Dr. Sardjito. Ya saya harus sabar dulu, tapi mungkin saya optimis,” ujar dia kepada Populi.Id, Selasa (20/1/2026).

Sugiarto tak menampik awalnya sempat kecewa saat melihat kondisi kios yang tersedia. Akan tetapi, dia mencoba berdamai dengan keadaan dan memilih mencari solusi meskipun harus merogoh kocek.

Akhirnya, dia melubangi salah satu meja cor untuk memasang mesin jahit setelah mendapatkan izin. Dia juga membuat lemari kecil di bawah salah satu meja cor untuk menyimpan barang-barangnya. Langkah tersebut diambil untuk memastikan keamanan peralatan menjahitnya.

“Saya habis sekitar Rp1.100.000 untuk merombak kios, termasuk membuat spanduk. Ya, saya anggap itu sebagai modal operasional. Pokoknya rezeki itu Tuhan yang mengatur,” ucapnya.

Meskipun sempat kecewa, akan tetapi Sugiarto juga mengaku merasa puas pindah ke Pasar Terban. Sebab, kini tempat penjahit permak pakaian bisa lebih terpusat. Apalagi lokasi kios kini lebih sejuk dan aman tidak kehujanan saat musim penghujan.

“Konsumen juga bisa duduk-duduk santai saat menunggu hujan reda. Lebih nyaman daripada di sana, tidak bising, dan adem,” tutur dia.

“Saya maklumi kan baru beberapa hari, mungkin belum semuanya tahu dan paham. Barangkali besok atau selanjutnya bisa seperti saat di tepi jalan, mudah-mudahan,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: Jalan Dr. Sardjitokiospasar terbanpenjahitRelokasiYogyakarta

Related Posts

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (5/8/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Agustus 5, 2026
Sejumlah titik sekitar Pakuwon Mall dilakukan pemasangan pagar, Senin (3/7/2026).

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Agustus 5, 2026
Pengolahan sampah perolisis memanfaatkan minyak jelantah di Bank Sampah Berlian, Tompeyan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

Juli 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

Juli 27, 2026
Wamen UMKM, Helvi Moraza, saat menghadiri perjanjian kerja sama Kementerian UMKM dan Aprindo untuk menghapus biaya listing fee produk usaha mikro masuk ke ritel modern, di Teras Malioboro 1 Kota Yogyakarta, Jumat (17/7/2026) malam.

Dobrak Akses Pasar, Kementerian UMKM Bebaskan Listing Fee Ritel Modern untuk Usaha Mikro

Juli 19, 2026
Sejumlah penumpang mengantre di gate tiket setelah menggunakan layanan KAI Bandara YIA PSO, belum lama ini.

Tren Meningkat, KAI Bandara YIA PSO Layani 865.187 Penumpang Selama Januari-Juni 2026

Juli 19, 2026
Next Post
Ilustrasi karst

Kars Gunung Sewu Tergerus Pembangunan Pariwisata, Sosiolog: Ancam Ruang Hidup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.