• Tentang Kami
Thursday, April 23, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Pakar HI UMY Kritik Arah Politik Luar Negeri Prabowo: Diplomasi FOMO

Ade menilai relatif minimnya peran Menteri Luar Negeri dalam artikulasi kebijakan bukan semata persoalan individu, melainkan akibat dominasi presiden yang mengambil alih panggung diplomasi

byredaksi
January 21, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London, Rabu (21/1/2026).

Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London, Rabu (21/1/2026). [Instagram/Prabowo]

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Arah politik luar negeri Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai cenderung aktif secara simbolik, namun belum menunjukkan artikulasi kepentingan strategis yang jelas. Pola tersebut dinilai berpotensi kontraproduktif terhadap konsolidasi demokrasi di dalam negeri.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ade Marup Wirasenjaya dalam forum Indonesia Outlook 2026: Leadership at a Crossroads under the Prabowo Administration yang digelar pada Selasa (20/1/2026).

BERITA MENARIK LAINNYA

Akademisi UMY Sebut Cuaca Ekstrem Ancam Ganggu Produktivitas Padi dan Jagung

Dari Koalisi ke Otonomi, Rocky Gerung Sebut Prabowo Tak Butuh Jokowi Lagi

Ade menyebut gaya diplomasi Presiden Prabowo sebagai “fear of missing out diplomacy” atau diplomasi FOMO. Menurutnya, intensitas kunjungan luar negeri yang tinggi tidak selalu diiringi dengan kejelasan orientasi serta narasi kepentingan nasional yang ingin diperjuangkan Indonesia.

“Prabowo sangat aktif di panggung internasional, hadir di berbagai forum dan menjalin banyak pertemuan bilateral. Dalam kurun 364 hari, Prabowo bahkan tercatat mengunjungi 22 negara. Namun hingga kini belum terlihat secara tegas, apa garis besar kepentingan strategis Indonesia yang ingin dikedepankan,” ujar Ade dilansir dari laman UMY, Rabu (21/1/2026).

Ia menilai pola tersebut mencerminkan diplomasi yang berupaya hadir di semua ruang global, tetapi belum sepenuhnya membangun posisi yang konsisten sebagai middle power dengan agenda luar negeri yang terdefinisi jelas dan berkelanjutan.

Dinamika internal Kementerian Luar Negeri juga menjadi sorotan. Ade menilai relatif minimnya peran Menteri Luar Negeri dalam artikulasi kebijakan bukan semata persoalan individu, melainkan akibat dominasi presiden yang mengambil alih panggung diplomasi secara langsung.

“Posisi Menteri Luar Negeri hari ini seolah direbut oleh presidennya sendiri. Ini menciptakan paradoks, karena di satu sisi pemerintah mendorong spesialisasi dengan menunjuk tiga wakil menteri dengan keahlian yang terfokus, tetapi arah kebijakan luar negeri justru dikelola secara ideologis,” jelasnya.

Indikasi Chosen Trauma

Kritik Ade juga diarahkan pada penggunaan narasi chosen trauma dalam diplomasi publik Indonesia. Ia menjelaskan, chosen trauma merupakan strategi membangun representasi mental kolektif seolah-olah negara terus berada di bawah ancaman musuh masa lalu.

“Penggunaan istilah seperti ‘antek asing’ untuk merespons kritik masyarakat sipil dan gerakan sosial merupakan bentuk chosen trauma. Ini berpotensi kontraproduktif, karena negara membutuhkan investasi dan keterlibatan global, tetapi pada saat yang sama justru memusuhi kritik domestik dengan menuduh adanya campur tangan asing,” tegas Ade.

Menurutnya, pendekatan tersebut berisiko melemahkan kualitas demokrasi dan memperbesar kerentanan negara terhadap penetrasi kekuatan eksternal. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan yang menekankan strong leadership tanpa diimbangi strong state justru dapat memperdalam fragmentasi domestik.

“Politik luar negeri seharusnya berangkat dari fondasi domestik yang demokratis dan inklusif. Tanpa itu, gagasan tentang Indonesia besar dan Indonesia agung berpotensi hanya menjadi narasi kosong,” pungkasnya.

Tags: Ade Marup Wirasenjayademokrasidiplomasi fomopolitik luar negeriprabowoUMY

Related Posts

Perum Bulog Kanwil Yogyakarta membeli gabah kering panen dari petani di DIY. (Dok. Bulog Kanwil Yogyakarta)

Akademisi UMY Sebut Cuaca Ekstrem Ancam Ganggu Produktivitas Padi dan Jagung

April 21, 2026
Keberadaan Joko Widodo yang membayangi pemerintahan Presiden Prabowo, keduanya pun santer disebut sebagai matahari kembar

Dari Koalisi ke Otonomi, Rocky Gerung Sebut Prabowo Tak Butuh Jokowi Lagi

April 16, 2026
Kajari Karo Danke Rajagukguk saat menghadiri sidang dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI

Dosen Hukum Pidana UMY Minta Kejagung Transparan Terkait Pemeriksaan Kajari Karo Usai Kasus Amsal Sitepu

April 7, 2026
Dosen Hubungan Internasional UMY, Idham Badruzaman.

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon, Ini Kata Dosen UMY

April 3, 2026
Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Kutuk Serangan Air Keras ke Andrie Yunus: Tak Ada Impunitas

March 20, 2026
Ilustrasi imunisasi

Pakar Kesehatan Ingatkan Pentingnya Imunisasi untuk Putus Rantai Penularan Campak

March 16, 2026
Next Post
Soal Perbup Hibah Pariwisata, Saksi: Wewenang di Bupati Selaku Kepala Daerah

Soal Perbup Hibah Pariwisata, Saksi: Wewenang di Bupati Selaku Kepala Daerah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.