YOGYAKARTA, POPULI.ID – Bangunan bekas lapak para penjahit permak jeans di sepanjang Jalan Dr. Sardjito, Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, akan segera dibongkar dalam waktu dekat. Lahan yang berdiri bangunan semi permanen di barat Manna Kampus itu bakal ditata dan dikembalikan sesuai fungsi awalnya.
Lurah Terban, Sigit Kusuma Atmaja, mengungkapkan bahwa pembongkaran bangunan di pinggir Jalan Dr Sardjito akan dimulai pada Sabtu (24/1/2026). Proses pembongkaran bakal melibatkan berbagai unsur terkait dari Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Target kami besok Sabtu (24/1/2026) yang bangunan lapak permak jeans di Jalan Dr. Sardjito bisa mulai pembongkaran. Karena bangunan di sana sudah terlalu lama dan permanen, sehingga mulai besok Sabtu kami bersihkan,” ungkap Sigit kepada Populi.Id, Kamis (22/1/2026).
Dia bercerita, lapak para penjahit permak jeans di sepanjang Jalan Sardjito itu sudah ada sejak tahun 80-an. Kawasan itu sempat ramai dan menjadi tren permak jeans di kalangan masyarakat Yogyakarta sekitar tahun 90-an.
“Ketika saya kuliah tahun 90-an lokasi itu baru ramai-ramainya. Tapi sejak 2010 sebenarnya sudah mulai sepi, karena ada pelebaran jalan kemudian akses parkir juga susah sehingga mereka sudah mulai sepi,” katanya.
Seiring dengan rencana penataan kawasan wilayah Kelurahan Terban, akhirnya pemerintah melakukan relokasi kepada para pemilik usaha jasa jahit dan permak jeans di Jalan Sardjito. Mereka direlokasi ke Pasar Terban yang berjarak sekitar 300 meter dari Jalan Sardjito.
“Kami masukkan ke Pasar Terban. Jadi sebenarnya sudah kami kasih solusi dan tidak asal gusur saja,” ujar dia.
Tak hanya Jalan Sardjito, penataan pedagang kaki lima (PKL) juga menyasar sejumlah titik di wilayah Kelurahan Terban. Antara lain pedagang kuliner dan kelontong di Jalan Cik Ditiro, Jalan C Simanjutak, Jalan Kartini, Jalan Sagan, hingga pedagang buku di Jalan Kahar Muzakir.
“Total ada 200-an pedagang yang direlokasi ke Pasar Terban. Kalau penjahit yang di Jalan Sardjito ada 70-an orang,” ucapnya.
Setelah relokasi PKL selesai, pihaknya bakal melakukan pembersihan di lahan trotoar. Kemudian trotoar tersebut akan dikembalikan ke fungsi awal sebagai jalur pedestrian sehingga pejalan kaki bisa kembali mendapatkan haknya.
“Pada dasarnya trotoar itu kan untuk pedestrian, jadi kami ingin mengembalikan fungsi awal supaya pejalan kaki mendapatkan haknya. Harapannya nanti setelah bersih, arus lalu lintas juga bisa longgar. Selain itu, masyarakat bisa melihat kondisi di sana lebih bersih, rapi, dan enak dipandang,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












