YOGYAKARTA, POPULI.ID – Penataan kawasan kumuh di sepanjang bantaran Sungai Code, Kota Yogyakarta terus bergulir.
Pada tahun ini (2026), pemerintah berencana kembali melakukan penataan permukiman pinggir Sungai Code yang berada di wilayah Kampung Terban, Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Sebelumnya pada 2025, Pemerintah Kota Yogyakarta telah melakukan penataan Kampung Terban yang berada di utara Jembatan Sardjito. Kini, kendaraan roda empat bisa lewat jalan pinggir sungai dari Kampung Terban RW 01 hingga Kampung Blimbingsari.
“Tahun kemarin (2025) RW 6 dan 5 dari arah selatan juga sudah bisa tembus pakai roda empat di pinggir sungai. Nah target kami tahun ini bisa mulai penataan RT 25, 24 sampai RT 18 kawasan pinggir sungai. Jadi, harapannya sampai Jembatan Sardjito lama bisa konek semua,” ungkap Lurah Terban, Sigit Kusuma Atmaja, kepada Populi.id pada Kamis (22/1/2026).
Sigit memaparkan, khusus untuk RT 24 telah dianggarkan dana untuk pembangunan ulang sebanyak 26 rumah dan satu balai RT. Puluhan rumah itu akan ditata ulang menjadi hunian yang lebih nyaman, bersih, dan layak huni.
“Itu masuk program penataan kawasan Kali Code khususnya di Kelurahan Terban. Nanti semua free (gratis), jadi rumah warga kami tata kembali dan dibangun sesuai standar rumah sehat layak huni. Ada sekitar 26 KK,” katanya.
Dia menyampaikan selama proses pembangunan ulang, warga akan diberi subsidi untuk bisa sewa rumah sementara. Sebab, rumah mereka akan dirobohkan dan dibangun sekaligus dilakukan penataan ulang.
“Nanti subsidinya sekitar Rp500 ribu per KK. Untuk anggaran penataan saya kurang hafal angka persisnya, namun kira-kira sebanyak Rp3 miliar untuk satu RT. Kalau perbaikan talut dari PU dan nanti LPMK juga mengerjakan,” sebut dia.
Menurutnya, penataan permukiman kawasan kumuh di bantaran Sungai Code sedikit banyak berdampak positif terhadap masyarakat setempat. Dikatakan, kini masyarakat lebih bersemangat dan termotivasi untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
“Ternyata dengan penataan fisik bangunan rumah tinggal sangat berpengaruh terhadap pola hidup masyarakat. Sehingga punya greget atau keinginan untuk berubah. Memang ada banyak perubahan terutama mentalitas mereka,” terang Sigit.
Dia berharap penataan kawasan tidak hanya membuka akses jalur inspeksi dan fasilitas pelayanan publik semisal mobil pemadam kebakaran. Akan tetapi, juga bisa menjadi kesempatan meningkatkan perekonomian masyarakat dengan terbukanya akses jalur ekonomi warga.
“Rencananya 26 rumah itu akan mulai dikerjakan sekitar Maret-April 2026. Harapannya pembangunan bisa selesai selama 5-6 bulan, sehingga dapat segera dimanfaatkan warga untuk tempat tinggal,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)












