SLEMAN, POPULI.ID – Persaingan di papan atas Grup Timur Championship 2025/2026 kini telah mencapai titik didih. Memasuki pekan ke-18 yang merupakan laga pamungkas putaran kedua, tiga tim teratas terjebak dalam selisih poin yang sangat tipis, menjadikan setiap pertandingan layaknya partai final.
Berebut Puncak Klasemen
Saat ini, PS Barito Putera masih memimpin puncak klasemen dengan koleksi 36 poin. Namun, posisi mereka jauh dari kata aman karena PSS Sleman menempel ketat di peringkat kedua dengan 35 poin, disusul oleh Persipura Jayapura di posisi ketiga dengan 34 poin.
Ketatnya jarak poin ini membuat laga antara PSS Sleman menjamu Barito Putera di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu (31/1/2026) mendatang menjadi duel penentu status capolista atau pemuncak klasemen akhir putaran kedua.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengakui bahwa persaingan di Grup Timur sangat kompetitif. Di mana tim papan tengah sekalipun masih memiliki kans untuk saling menyalip jika tim papan atas lengah.
“Konsistensi dan fokus jadi kunci utama. Kami harus benar-benar siap, bukan hanya saat pertandingan, tapi sejak persiapan. Sedikit saja lengah, lawan bisa memanfaatkan,” katanya.
Momentum Promosi ke Kasta Tertinggi
Bagi Laskar Sembada, kemenangan dalam laga penutup putaran kedua ini bukan sekadar soal gengsi. Melainkan langkah strategis untuk mengamankan momentum menuju fase berikutnya. Ansyari Lubis secara tegas menyatakan bahwa target utama tim sejak awal adalah lolos kembali ke kasta tertinggi.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, PSS wajib mengamankan tiga poin penuh di kandang guna menggeser Barito Putera. Keuntungan bermain di depan pendukung sendiri di Maguwoharjo diharapkan menjadi energi tambahan bagi para pemain untuk tampil percaya diri tanpa terbebani tekanan.
Namun, tantangan besar menanti karena Barito Putera dikenal sebagai tim yang memiliki kedisiplinan tinggi dan pertahanan solid saat menghadapi tim-tim besar.
Evaluasi Performa PSS di Putaran Kedua
Meskipun berada di jalur promosi, performa PSS Sleman di putaran kedua menjadi sorotan karena dianggap tidak segarang pada paruh pertama. Berdasarkan data statistik, grafik performa anak-anak asuh Ansyari Lubis menunjukkan tren melandai.
* Putaran Pertama: PSS tampil cukup impresif dengan 6 kemenangan, 2 imbang, dan hanya 1 kekalahan.
* Putaran Kedua: Hingga saat ini, PSS baru membukukan 4 kemenangan dan 3 hasil imbang.
Direktur Teknis PSS, Pieter Huistra, berpendapat bahwa penurunan rasio kemenangan ini bukan disebabkan oleh merosotnya kualitas permainan, melainkan faktor keberuntungan yang belum berpihak.
Sebagai contoh, dalam laga melawan Persela Lamongan, PSS mendominasi laga dan menciptakan banyak peluang, namun gagal dalam efektivitas penyelesaian akhir.
“Ya, lebih banyak hasil imbang. Terkadang sedikit kurang beruntung, tapi keberuntungan itu pasti akan berbalik,” ucap Huistra.
Fokus dan Konsistensi Jadi Kunci
Menghadapi Barito Putera, Ansyari Lubis menekankan bahwa konsistensi dan fokus selama 90 menit adalah kunci utama. Ia meminta para pemainnya untuk menikmati pertandingan namun tetap disiplin dalam menjaga area masing-masing. Sedikit saja kelengahan di laga tensi tinggi ini dapat berakibat fatal bagi ambisi PSS untuk memuncaki klasemen.
Dengan persiapan yang matang, PSS Sleman optimistis dapat menutup putaran kedua dengan hasil manis sekaligus membuktikan bahwa mereka adalah kandidat kuat untuk promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.












