• Tentang Kami
Wednesday, August 12, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Pakar UMY Soroti Tekanan Ekonomi DIY: Upah Rendah, Biaya Hidup Tinggi

karakter perekonomian di Yogyakarta mengandalkan sektor pariwisata dan pendidikan hingga untuk menciptakan lapangan pekerjaan dengan upah layak jadi tantangan tersendiri

byredaksi
February 1, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Wisatawan melintas di kawasan Tugu Yogyakarta.

Wisatawan melintas di kawasan Tugu Yogyakarta. [populi.id/Gregorius Bramantyo]

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Persoalan kesejahteraan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak hanya berkaitan dengan rendahnya upah minimum dan tingginya biaya hidup, tetapi juga dipengaruhi oleh struktur ekonomi daerah yang khas serta arus pendatang yang terus meningkat.

Kondisi tersebut menciptakan tekanan ekonomi DIY yang berlapis terhadap pasar tenaga kerja dan daya dukung ekonomi lokal, terutama di wilayah perkotaan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Pakar Ekonomi Pembangunan Wilayah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dessy Rachmawatie menjelaskan bahwa karakter perekonomian Yogyakarta yang didominasi sektor jasa, pariwisata, dan pendidikan menjadikan penciptaan lapangan kerja formal dengan upah layak sebagai tantangan tersendiri.

“Sektor-sektor tersebut memang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi sebagian besar berada di sektor informal atau semiformal dengan tingkat upah yang relatif rendah serta perlindungan kerja yang minim,” ujarnya dilansir dari laman UMY, Minggu (1/2/2026).

Kondisi ini, lanjut Dessy, menyebabkan sebagian besar pekerja kesulitan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. Ketika biaya hidup terus meningkat, pekerja di sektor informal menjadi kelompok paling rentan karena tidak memiliki jaminan pendapatan tetap maupun perlindungan sosial yang memadai.

Selain struktur ekonomi, Dessy juga menyoroti derasnya arus pendatang yang masuk ke Yogyakarta setiap tahun. Sebagai kota pendidikan dan pariwisata, Yogyakarta menjadi magnet bagi mahasiswa, pencari kerja, dan pelaku usaha dari berbagai daerah. Namun, arus penduduk tersebut tidak selalu diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai.

“Yogyakarta adalah kota tujuan. Banyak pendatang datang dengan harapan memperoleh pendidikan atau pekerjaan yang lebih baik. Namun, pada kenyataannya tidak semuanya dapat terserap ke dalam sektor formal,” tambahnya.

Menurut Dessy, situasi ini turut memengaruhi statistik kemiskinan dan tingkat kerentanan sosial di DIY. Persaingan kerja yang semakin ketat, ditambah keterbatasan lahan dan tingginya harga hunian, membuat beban ekonomi masyarakat kian berat, baik bagi warga lokal maupun pendatang.

“Tekanan terhadap kesejahteraan ini tidak bisa dilihat secara parsial. Upah, biaya hidup, struktur ekonomi, dan arus penduduk saling berkaitan. Jika tidak ditangani secara komprehensif, ketimpangan akan terus berulang dan kelompok rentan semakin terpinggirkan,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia menilai pemerintah daerah perlu memperkuat strategi pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, antara lain melalui penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan UMKM produktif, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif.

Dengan langkah tersebut, pertumbuhan ekonomi Yogyakarta diharapkan tidak hanya tercermin dari aktivitas pariwisata dan pendidikan, tetapi juga berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah DIY perlu mulai memikirkan pembangunan ekonomi yang tidak hanya ramah investasi dan wisata, tetapi juga mampu menjamin kehidupan yang layak bagi pekerja dan warganya,” tutup Dessy.

Tags: Dessy RachmawatieekonomipendatangUMYupah rendahYogyakarta

Related Posts

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (5/8/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

August 5, 2026
Sejumlah titik sekitar Pakuwon Mall dilakukan pemasangan pagar, Senin (3/7/2026).

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

August 5, 2026
Pengolahan sampah perolisis memanfaatkan minyak jelantah di Bank Sampah Berlian, Tompeyan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

July 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

July 27, 2026
Ilustrasi kelas kosong.

Fenomena Sekolah Minim Siswa, Pengamat UMY Soroti Perubahan Demografi

July 23, 2026
Ilustrasi AI memengaruhi geopolitik dunia

Akademisi UMY Ungkap Mengapa AI Bakal Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

July 21, 2026
Next Post
seorang kakek asal Magelang Jawa Tengah meninggal mendadak di Kretek, Bantul saat berziarah, Minggu (1/2/2026). (Sumber: Polres Bantul)

Kakek Asal Magelang Meninggal Mendadak Saat Berziarah di Kretek Bantul

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.