• Tentang Kami
Wednesday, February 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Dari Wabah ke Estetika: Menelusuri Sejarah Genteng di Indonesia

Prabowo menilai atap seng tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga tidak nyaman karena panas dan mudah berkarat. Ia pun meminta rumah di Indonesia memakai atap dari genteng

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
February 3, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
0
kolase foto Presiden Prabowo Subianto dan ilustrasi genteng

kolase foto Presiden Prabowo Subianto dan ilustrasi genteng

0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menggaungkan gerakan “Gentengisasi”, sebuah usulan untuk mengganti atap seng dengan genteng di seluruh Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari visi Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), di mana Prabowo menilai atap seng tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga tidak nyaman karena panas dan mudah berkarat.

BERITA MENARIK LAINNYA

Ramai-ramai Dukung Prabowo Dua Periode, Pengamat: Masih Prematur

Sejarah Panjang dan Catatan Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia di Asia

Baginya, karat adalah lambang degenerasi, sementara genteng dianggap merepresentasikan karakter arsitektur Nusantara yang khas dan berdaulat.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Bermula dari Krisis Kesehatan

Meskipun saat ini genteng dianggap sebagai simbol keindahan bangunan, kehadirannya di Indonesia memiliki sejarah yang cukup kelam.

Sebelum abad ke-20, masyarakat Nusantara umumnya menggunakan bahan alami seperti daun rumbia, ijuk, atau bambu sebagai atap rumah.

Penggunaan genteng tanah liat secara masif baru dimulai pada masa kolonial Belanda, dipicu oleh wabah penyakit pes yang menyerang pada tahun 1920-an.

Hasil penelitian tim kesehatan Belanda saat itu menyimpulkan bahwa tikus-tikus pembawa penyakit bersarang di atap rumbia milik warga.

Sebagai solusinya, pemerintah Hindia Belanda mendorong pembuatan genteng tanah liat untuk mengganti atap rumbia demi menghentikan penularan wabah tersebut.

Secara global, teknologi genteng diperkirakan berasal dari Tiongkok sekitar 10.000 SM, sebelum akhirnya menyebar ke Timur Tengah, Eropa, dan dibawa oleh bangsa Belanda ke Indonesia.

Mengapa Genteng Tanah Liat?

Selain sejarahnya yang panjang, genteng tanah liat memiliki keunggulan fungsional yang luar biasa. Menurut Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), genteng tanah liat memungkinkan “bangunan bernapas” karena sifat bahannya yang berpori.

Hal ini memberikan kenyamanan termal, menjaga rumah tetap sejuk, dan mengurangi ketergantungan pada AC, sehingga lebih efisien energi dan ramah lingkungan. Selain itu, genteng membantu menurunkan efek Urban Heat Island di perkotaan karena tidak memantulkan panas secara agresif.

“Bahan dasar tanah liat yang dibakar menghasilkan genteng yang berpori dan tanggap terhadap kelembapan. Dalam konteks krisis energi dan perubahan iklim, kenyamanan termal alami yang dihasilkan oleh genteng tanah liat menjadi nilai yang sangat penting,” ujar Ketua Umum IAI, Georgius Budi Yulianto.

Jenama dan Sentra Genteng Legendaris di Indonesia

Dalam perkembangannya, beberapa daerah di Indonesia muncul sebagai produsen genteng ternama yang kualitasnya diakui secara nasional bahkan internasional.

1. Genteng Sokka (Kebumen)

Nama Sokka sudah sangat melegenda di telinga masyarakat Indonesia. Nama ini sebenarnya diambil dari nama sebuah stasiun kereta api di Kebumen, Jawa Tengah. Sentra produksinya berada di Desa Kedawung, di mana tanah liatnya dikenal memiliki kualitas tinggi. Salah satu jenama paling terkemuka adalah AB Sokka, yang pabriknya didirikan oleh H. Ahmad.

Kehebatan genteng Sokka terbukti saat produk mereka terpilih untuk menyuplai material pembangunan Masjid Istiqlal pada tahun 1955 dan menjadi pilihan utama proyek-proyek pemerintah pada era Orde Baru.

2. Genteng Jatiwangi (Majalengka)

Kecamatan Jatiwangi di Majalengka dikenal sebagai pusat genteng yang mulai berkembang sejak tahun 1905. Tokoh perintisnya adalah H. Umar bin Ma’rup dan Barmawi, yang awalnya membuat genteng untuk atap Masjid Al Maidah. Masa kejayaan Jatiwangi terjadi pada era 1980-an hingga 1990-an, di mana produk mereka diekspor ke Malaysia dan Brunei Darussalam, bahkan digunakan sebagai atap salah satu terminal di Bandara Soekarno-Hatta. Masyarakat setempat menyebut pabrik genteng dengan istilah “Jebor”.

3. Genteng Mayong (Jepara)

Di Jepara, sentra genteng berada di Desa Mayong Lor. Sejarah pembuatan genteng di sini sangat tua, bahkan dikaitkan dengan masa pemerintahan Kerajaan Demak dan tradisi pembuatan gerabah yang diturunkan sejak zaman Ratu Kalinyamat.

Evolusi dan Tantangan Masa Kini

Seiring berjalannya waktu, jenis genteng di Indonesia terus berevolusi. Selain tanah liat, kini tersedia berbagai varian lain seperti:

* Genteng Beton: Muncul di pertengahan abad ke-20, lebih kuat dengan variasi warna yang beragam.

* Genteng Keramik: Pengembangan genteng tanah liat dengan lapisan glasir yang tahan lumut dan terlihat elegan.

* Genteng Metal: Populer karena bobotnya yang ringan dan mudah dipasang.

* Genteng Solar Panel: Inovasi modern yang mampu mengubah sinar matahari menjadi energi listrik.

Namun, industri genteng lokal saat ini menghadapi tantangan besar. Popularitasnya mulai menurun akibat berkurangnya lahan tanah liat berkualitas, mahalnya kayu bakar untuk pembakaran, serta minimnya tenaga kerja muda yang mau meneruskan profesi ini. Melalui gerakan “Gentengisasi” yang diusulkan pemerintah, diharapkan industri genteng lokal dapat bangkit kembali dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Tags: gentengjatiwangikolonial belandaPrabowo Subiantosejarahsokkawabah

Related Posts

Presiden Prabowo Subianto

Ramai-ramai Dukung Prabowo Dua Periode, Pengamat: Masih Prematur

February 10, 2026
Penggawa Timnas Futsal Indonesia

Sejarah Panjang dan Catatan Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia di Asia

February 4, 2026
Timnas Futsal Indonesia di ajang Piala Asia Futsal 2026 yang digelar di Jakarta

4 Fakta Timnas Futsal Indonesia Usai Tembus Semifinal Piala Asia

February 4, 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto, didampingi para menteri meresmikan langsung Jembatan Kabanaran yang menghubungkan Kabupaten Kulon Progo dan Bantul, Rabu (19/11/2025). (Dok. Istimewa)

Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran, Tekankan Soal Pariwisata hingga Nilai Historis

November 19, 2025
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Jembatan Kabanaran, Rabu (19/11/2025). (Dok. Istimewa)

Meluruskan Sejarah, Jembatan Pandansimo Kini Resmi Bernama Kabanaran

November 19, 2025
Erick Thohir sebelum didapuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga saat bertemu pendahulunya Menpora Dito di Kemenpora

Selesai Dilantik Jadi Menpora, Erick Thohir Langsung Soroti Hal Ini

September 17, 2025
Next Post
DPUPKP Kota Yogyakarta melakukan perbaikan dan pembangunan drainase untuk mengurangi genangan karena hujan

Atasi Genangan karena Hujan, Pemkot Yogyakarta Terapkan Konsep Drainase Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.