YOGYAKARTA, POPULI.ID – Laga klasik bertajuk Derby Mataram antara PSIM Yogyakarta kontra Persis Solo pada Jumat (6/2/2026) bukan sekadar laga lanjutan pekan ke-20 BRI Super League.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul ini merupakan adu gengsi dua klub legendaris dengan sejarah rivalitas yang sangat panjang. Jika melihat data dan statistik yang ada, siapakah sebenarnya yang lebih unggul?
Kontras Tajam di Tabel Klasemen
Secara posisi di klasemen sementara, PSIM unggul jauh atas rivalnya. Laskar Mataram saat ini berada di peringkat ketujuh dengan mengoleksi 30 poin dari 19 pertandingan.
Sebaliknya, Persis sedang dalam kondisi kritis di dasar klasemen (peringkat ke-18) dengan hanya mengantongi 10 poin.
Persis hanya mampu mencatatkan dua kemenangan dan empat hasil imbang, sementara 12 laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Selisih 20 poin ini menunjukkan perbedaan performa yang signifikan sepanjang musim 2025/2026.
Head-to-Head: Persaingan yang Berimbang
Meskipun terpaut jauh di klasemen, catatan pertemuan atau head-to-head menunjukkan bahwa kedua tim sangat kompetitif saat bertemu di lapangan. Dalam lima pertemuan terakhir sejak 2019, kekuatan keduanya tampak seimbang.
* 08/11/2025: Persis Solo 2 – 2 PSIM Yogyakarta (Super League)
* 15/11/2021: Persis Solo 0 – 1 PSIM Yogyakarta (Liga 2)
* 12/10/2021: PSIM Yogyakarta 0 – 0 Persis Solo (Liga 2)
* 21/10/2019: PSIM Yogyakarta 2 – 3 Persis Solo (Liga 2)
* 16/08/2019: Persis Solo 2 – 1 PSIM Yogyakarta (Liga 2)
Jika dikerucutkan pada tiga pertemuan terbaru, PSIM Yogyakarta sedikit lebih unggul karena belum pernah kalah dari Laskar Sambernyawa, dengan rincian satu kemenangan dan dua hasil imbang.
Tren Performa Terkini
Menuju laga ini, kedua tim sama-sama membawa modal negatif setelah kalah di pekan ke-19. Namun dalam lima laga terakhir, PSIM masih lebih baik dengan meraih dua kemenangan melawan Madura United dan Semen Padang. Di sisi lain, Persis Solo hanya mampu memetik satu kemenangan dan menelan empat kekalahan dalam periode yang sama.
Skuad dan Sejarah
Angka-angka di atas kertas bisa saja berubah mengingat PSIM Yogyakarta akan tampil dengan kekuatan penuh , termasuk kembalinya kapten Reva Adi Utama. Namun, Persis Solo tidak bisa diremehkan karena telah melakukan perombakan besar dengan mendatangkan pemain asing baru seperti Roman Paparyga dan Dimitri Lima Souza untuk mendongkrak performa mereka.
Pertemuan dramatis terakhir yang berakhir 2-2 di Stadion Manahan menjadi bukti bahwa Derby Mataram selalu menyajikan kejutan hingga menit-menit akhir (injury time). Secara statistik, PSIM diunggulkan, namun secara sejarah dan gengsi, laga ini tetaplah duel yang setara.












