• Tentang Kami
Wednesday, May 13, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Menegakkan Hukum dengan Akal dan Hati

Pendekatan hukum berkeadilan budaya membuka jalan bagi ketertiban yang tumbuh dari kesadaran warga.

byredaksi
February 4, 2026
in headline, Sikap
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilistrasi hukum yang berkeadilan

Ilustrasi hukum yang berkeadilan. [pexels/Sena Köse]

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

POPULI.ID – Yogyakarta kerap disebut sebagai kota yang ramah, berbudaya, dan penuh toleransi. Namun, di balik citra tersebut persoalan keamanan dan ketertiban tetap menjadi tantangan yang dirasakan warga sehari-hari.

Kriminalitas jalanan, gesekan sosial, hingga keresahan di ruang publik muncul seiring dinamika kota pendidikan dan tujuan wisata.

BERITA MENARIK LAINNYA

Warga Bantaran Sungai Code di Kampung Gemblakan Bawah Bakal Terima Sapi Kurban Bantuan dari Presiden

Mencuat Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Psikolog UGM: Alarm Serius bagi Keluarga dan Pemerintah

Penanganan yang mengandalkan penindakan semata sering kali belum menyentuh persoalan di tingkat akar rumput.

Penegakan hukum tidak bisa dilepaskan dari konteks masyarakat tempat hukum bekerja. Ketertiban sosial tidak lahir dari rasa takut, melainkan dari kesadaran dan rasa memiliki bersama.

Pendekatan berbasis budaya menempatkan warga sebagai bagian dari solusi bukan sekadar objek penindakan. Dialog dan musyawarah dipandang sebagai fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial.

“Hukum seharusnya hadir dengan akal dan hati, memahami kehidupan masyarakat yang dihadapi, bukan hanya muncul ketika masalah sudah membesar,” jelas Sosiolog UGM Arie Sudjito dilansir dari laman UGM, Rabu (4/2/2026).

Arie berujar pendekatan punitif masih terlalu sering mendominasi penanganan persoalan keamanan. Bahkan, penindakan yang bersifat reaktif kerap dilakukan tanpa menyentuh latar sosial yang melahirkan masalah.

Situasi tersebut membuat kasus serupa mudah berulang dan kepercayaan publik terhadap aparat berisiko menurun. Ketertiban yang dihasilkan pun cenderung rapuh dan tidak bertahan lama.

“Kalau hukum hanya hadir dalam bentuk hukuman, persoalan sosial tidak pernah benar-benar selesai, bahkan bisa melahirkan ketidakpercayaan,” kata Arie.

Arie menjelaskan bahwa persoalan lain muncul dari lemahnya partisipasi sosial dalam penegakan hukum. Pendekatan yang terlalu top-down sering menutup ruang dialog dengan warga.

Padahal, masyarakat memiliki mekanisme sosial yang telah lama hidup, seperti rembug warga dan penyelesaian berbasis musyawarah. Ketika mekanisme tersebut diabaikan, rasa tanggung jawab bersama ikut melemah.

“Ketertiban akan lebih kuat jika dibangun bersama warga melalui dialog, bukan semata lewat instruksi atau penindakan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arie menyoroti dampak perubahan sosial yang semakin cepat di Yogyakarta. Arus wisata, perkembangan teknologi informasi, serta gaya hidup urban memengaruhi pola interaksi masyarakat.

Nilai-nilai lokal kerap berhadapan dengan kebiasaan baru yang datang tanpa proses adaptasi. Sistem penegakan hukum konvensional sering kali tertinggal dalam merespons dinamika tersebut.

“Perubahan zaman menuntut cara-cara yang lebih kontekstual agar hukum tetap sejalan dengan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Dalam konteks itu, Arie menilai persoalan keamanan tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat. Pemerintah daerah memiliki peran besar melalui kebijakan sosial yang bersifat pencegahan.

Ketika kebijakan sosial dan penegakan hukum berjalan sendiri-sendiri, upaya menjaga ketertiban menjadi kurang efektif. Sinergi antarlembaga menjadi prasyarat untuk menciptakan rasa aman yang berkelanjutan.

“Keamanan perlu dibangun lewat kerja bersama antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat,” katanya.

Arie berpendapat masalah struktural seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, dan birokrasi yang belum responsif turut memengaruhi penegakan hukum.

Ketidaktertiban sering menjadi gejala dari persoalan ekonomi dan sosial yang belum terselesaikan. Tanpa perbaikan kesejahteraan, hukum akan terus bekerja dalam situasi yang serba terbatas. Ketertiban yang adil tumbuh dari masyarakat yang merasa dilindungi dan diperhatikan.

“Selama akar persoalan sosial belum dibenahi, hukum akan selalu menghadapi tantangan dalam menjaga ketentraman,” pesannya.

Pada akhirnya, Arie menekankan pentingnya merawat Yogyakarta sebagai ruang hidup bersama. Nilai gotong royong, toleransi, dan teposeliro menjadi modal sosial yang perlu terus diperkuat.

Pendekatan hukum berkeadilan budaya membuka jalan bagi ketertiban yang tumbuh dari kesadaran warga. Cara ini memberi pelajaran berharga bagi daerah lain di Indonesia.

“Menjaga Yogyakarta berarti merawat hubungan sosial dengan ketulusan, agar rasa aman tumbuh secara alami di tengah masyarakat,” tukasnya.

Tags: Arie Sudjitobudayakeadilankepercayaan publikketimpangan sosialpenegakan hukumYogyakarta

Related Posts

Presiden Prabowo Subianto menghadiri peresemian serentak 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi, yang dilaksanakan secara langsung di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Senin (12/1/2026).

Warga Bantaran Sungai Code di Kampung Gemblakan Bawah Bakal Terima Sapi Kurban Bantuan dari Presiden

May 13, 2026
Ilustrasi daycare

Mencuat Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Psikolog UGM: Alarm Serius bagi Keluarga dan Pemerintah

May 11, 2026
Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 88 Anak Korban Little Aresha Pindah ke Daycare Terverifikasi

Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 88 Anak Korban Little Aresha Pindah ke Daycare Terverifikasi

May 10, 2026
Suasana gelaran Psikoedukasi yang digelar Pemkot Yogyakarta untuk para orang tua korban daycare Little Aresha di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Minggu (10/5/2026).

Kuatkan Mental Orang Tua Korban Daycare Little Aresha, Pemkot Yogyakarta Beri Psikoedukasi

May 10, 2026
Bukit pengilon, satu di antara deretan jalur trekking yang menarik untuk dikunjungi

4 Rekomendasi Jalur Trekking di Yogyakarta dengan View Juara untuk Lepaskan Penat

May 11, 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Siasati Keterbatasan Lahan, Wali Kota Yogyakarta Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

May 8, 2026
Next Post
Kolase pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel dan pelatih Persis Solo Milomir Seslija

Intip Kekuatan Jelang Derby Mataram: PSIM Full Team, Persis Punya Amunisi Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.