• Tentang Kami
Wednesday, June 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 88 Anak Korban Little Aresha Pindah ke Daycare Terverifikasi

Pemkot Yogyakarta lakukan pendataan terhadap sejumlah daycare di wilayahnya. Memastikan tak ada yang serupa daycare Little Aresha

byGalih Priatmojo
May 10, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 88 Anak Korban Little Aresha Pindah ke Daycare Terverifikasi
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BERITA MENARIK LAINNYA

13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Jalani Rekonstruksi, Orang Tua Korban Tak Kuasa Menahan Emosi

Polisi Reka Ulang 23 Adegan Kekerasan Daycare Little Aresha

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah mendata seluruh daycare, taman kanak-kanak (TK), dan kelompok bermain (KB) di Kota Yogyakarta untuk memastikan tak ada tempat penitipan anak yang seperti Daycare Little Aresha.
Berdasarkan hasil pendataan, Pemkot Yogyakarta mencatat total ada 68 daycare di Kota Yogyakarta. Dari jumlah tersebut, 37 daycare sudah berizin sedangkan 31 daycare masih belum mengantongi izin resmi.
“Total ada 68 daycare di Kota Yogyakarta. Itu semua sudah dipantau, dilakukan pendataan secara keseluruhan oleh Dinas Pendidikan, DP3AP2KB, maupun melibatkan lurah se-Kota Yogyakarta,” ucap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, Minggu (10/5/2026).
Meski 31 daycare tersebut belum berizin. Namun, Retno menuturkan secara fasilitas sarana prasarana, kualitas guru pengasuh, dan keamanan tempat penitipan anak itu sudah cukup layak dibanding Daycare Little Aresha.
Pelayanan yang diberikan pun lebih baik dan tidak ada yang menggunakan kasur lantai untuk menidurkan anak-anak seperti di Daycare Little Aresha.
“Satu di antara mereka sudah memasang CCTV dan itu memang kami anjurkan dalam rangka transparansi kepada keluarga anak. Dari segi fasilitas daycare yang kami kunjungi juga cukup bagus. Jadi sudah ada ruangan-ruangan khusus bermain, makan, dan sebagainya. Untuk ventilasinya juga bagus, serta pengasuhnya sudah berpengalaman, tidak ada yang fresh graduate,” papar dia.
Menurutnya, sebagian besar daycare belum berizin itu merupakan pengembangan dari TK atau KB yang sudah berizin. Oleh karena itu, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada daycare-daycare tersebut agar segera mengurus proses perizinan.
“Insya Allah tidak ada (yang seperti Little Aresha). Sehingga nanti kami dorong dan dampingi untuk proses perizinannya,” ujarnya.
Pascakasus dugaan kekerasan Daycare Little Aresha itu mencuat, Pemkot Yogyakarta memfasilitasi proses transisi atau perpindahan para siswa ke tempat penitipan anak lainnya yang terjamin kredibilitasnya. Retno mengungkapkan saat ini tercatat ada 88 anak yang sudah dipindahkan ke 39 TPA atau KB terverifikasi di Kota Yogyakarta.
“Nanti Pemerintah Kota Yogyakarta akan menanggung biaya selama dua bulan antara Mei sampai Juni. Kami pastikan pendampingan psikolog, tumbuh kembang, dan hukum terus berjalan sampai tuntas,” pungkas dia.
Dorong Pembenahan SOP
Komnas Perlindungan Anak pun mendorong adanya pembenahan sistem operasional prosedur (SOP) dan peningkatan pengawasan jasa penitipan anak.
Komisioner Bidang Edukasi Sosialisasi Komnas PA Pusat, Cornelia Agatha, menegaskan bakal mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, untuk menyelesaikan kasus tersebut. Termasuk memberikan masukan terkait upaya preventif ke depan agar kasus tersebut tak terulang.
Satu masukan yang menjadi fokus utama Komnas PA adalah mendorong terlahirnya regulasi yang berpihak terhadap keamanan anak-anak. Di antaranya regulasi yang menguatkan sistem di dalam daycare, semisal keberadaan CCTV, pemenuhan perizinan, dan pengawasan pengasuhan anak.
“Selain itu, psikotes juga penting untuk orang-orang yang ada di sana (daycare), yang terlibat atau diberikan amanah untuk memegang dan mengasuh anak-anak. Menurut saya, harus dilakukan psikotes secara ketat,” ucap dia di Balai Kota Yogyakarta, Minggu (10/5/2026).
Selain meningkatkan pengawasan, Cornelia menilai pembenahan sistem operasional daycare yang berkiblat terhadap perspektif perlindungan anak menjadi hal penting. Sebab, ketika mengasuh anak yang dititipkan harus menggunakan hati nurani, rasa kemanusiaan, dan empati.
“Saya mohon kepada siapa saja yang menjalankan program penitipan anak atau berkaitan dengan anak harus memiliki perspektif perlindungan terhadap anak. Paling utama menurut saya adalah empati, harus punya rasa kasih sayang kepada anak, sabar, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Menurutnya, kekerasan kepada anak adalah tindakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime. Apalagi, anak-anak dan bayi yang menjadi korban masih dalam proses tumbuh kembang serta tidak bisa membela diri sendiri.
Oleh karena itu, dia berharap penegakan hukum terhadap kasus itu berjalan adil dan mengutamakan hak-hak korban agar terpenuhi. Sedangkan, para pelaku juga diharap bisa mendapatkan hukuman yang setimpal. (populi.id/Dewi Rukmini)
Tags: Cornelia Agathadaycarelittle areshapemberdayaan perempuanperlindungan anakRetnaningtyasYogyakarta

Related Posts

Suasana rekontruksi kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).

13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Jalani Rekonstruksi, Orang Tua Korban Tak Kuasa Menahan Emosi

June 9, 2026
Salah satu tersangka melakukan reka adegan dalam kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).

Polisi Reka Ulang 23 Adegan Kekerasan Daycare Little Aresha

June 9, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat berbincang dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Kamis (4/6/2026).

Menteri PKP Maruarar Sirait Klaim Realisasi Program KUR Perumahan dan Bedah Rumah di DIY Tertinggi pada 2026

June 5, 2026
Sejumlah Menteri dan Gubernur saat berjalan menuju ruang pertemuan bersama Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/6/2026).

Menteri dan Kepala Daerah se-Jawa Bali Berkumpul di Kantor Gubernur DIY, Bahas Identifikasi Masalah Lokal

June 5, 2026
Next Post
Penyerang Persib Bandung Adam Alis merayakan gol yang dilesakkan ke gawang Persija Jakarta dalam laga pekan ke-32 Super League yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026)

Kalah dari Persib Bandung, Asa Persija Jakarta Juara Super League Pupus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.