• Tentang Kami
Friday, June 26, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Mencuat Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Psikolog UGM: Alarm Serius bagi Keluarga dan Pemerintah

Kekerasan tentu berdampak signifikan pada psikologis manusia, terlebih korbannya adalah anak bayi yang masih sangat jauh di bawah umur.

byredaksi
May 11, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi daycare

Ilustrasi daycare. [pixabay/ThorstenF]

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Kepolisian Resor Kota Yogyakarta telah menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus kekerasan anak di salah satu tempat penitipan anak (daycare) Yogyakarta, Little Aresha.

Para tersangka terdiri dari kepala yayasan, kepala sekolah, serta 11 orang pengasuh yang dijerat pasal berlapis pada perlindungan anak. Kasus ini tentu menyita perhatian publik, terlebih lembaga pengasuhan anak ini sudah berdiri sekitar 4 tahun lamanya.

BERITA MENARIK LAINNYA

Sultan HB X Cuti Periksa Kesehatan, KGPAA Paku Alam X Ditunjuk jadi Plh Gubernur DIY

13 Tersangka Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Dilimpahkan ke Kejari Yogyakarta

Dosen Fakultas Psikologi UGM, Diana Setiyawati, menilai kasus tersebut sebagai alarm serius bagi seluruh pihak, termasuk keluarga dengan pengalaman serupa, maupun pemangku kebijakan.

Diana menyampaikan, praktik kekerasan di daycare tersebut diduga karena motif ekonomi dan sistem kerja yang tidak sehat. Ia turut menjelaskan posisi nanny sitter atau pengasuh cenderung berada dalam posisi rentan di bawah aturan dan tuntutan dari atasan.

Beberapa orang dalam kondisi tertentu dapat menormalisasi tindakan yang sebenarnya melanggar nilai-nilai kemanusiaan dengan alasan efisiensi kerja.

“Motifnya bisa jadi karena ekonomi, agar lebih mudah mengatur anak sekaligus bisa ‘merawat’ banyak anak,” ujarnya dilansir dari laman UGM, Senin (11/5/2026).

Kekerasan tentu berdampak signifikan pada psikologis manusia, terlebih korbannya adalah anak bayi yang masih sangat jauh di bawah umur. Diana menerangkan, bayi belum mampu mengekspresikan ketakutan atau ketidaknyamanan.

Mereka akan menangis untuk mengekspresikan emosi-emosi negatif yang mereka rasakan. Ketika orang dewasa tidak memahami, atau justru mencoba membungkam emosi bayi, maka bayi akan berpotensi memendam perasaan yang mereka rasakan.

“Misalnya respons bayi saat dipukul menangis, ia bisa jadi akan menyembunyikan emosinya di hari kemudian. Padahal itu caranya menunjukkan apa yang ia rasakan,” jelasnya.

Diana turut menyampaikan bahwa dampak psikologis pada bayi juga sangat bergantung pada bentuk kekerasan dan kronologi yang terjadi, sehingga memahami kronologi menjadi catatan penting.

Bagi bayi yang sempat mengalami kekerasan maupun bayi yang secara psikis sehat, lingkungan yang hangat, aman, dan penuh kasih sayang menjadi fundamental.

Menurut Diana, bayi membutuhkan lingkungan yang aman agar rasa takut yang sempat dirasakan tidak mendatangkan trauma permanen. Ekosistem yang baik berupa dukungan orang tua maupun pengasuh yang responsif menjadi faktor penting dalam proses pemulihan.

Relasi emosional yang sehat sejak dini akan membantu anak membangun kepercayaan diri dan kestabilan emosi pada perkembangannya. “Bayi perlu diberikan lingkungan yang hangat, dipeluk, disayangi, dan diberikan rasa aman untuk membantu menyembuhkan trauma,” katanya.

Pakar Psikologi UGM itu turut membagikan pengalaman pribadinya semasa bekerja sebagai paruh waktu di daycare ketika belajar di Australia. Pengalaman tersebut mengarah pada upaya penciptaan ruang daycare yang aman bagi anak dan bayi.

“Saat bekerja paruh waktu di daycare dulu, pemerintah secara rutin melakukan inspeksi terhadap layanan pengasuhan anak. Normalisasi perilaku kasar di lembaga pengasuhan dapat terjadi apabila tidak ada sistem pengawasan yang kuat,” ungkapnya.

Ia menilai tanggung jawab tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada lembaga pengasuhan. Perlu keterlibatan aktif pemerintah dalam supervisi dan sertifikasi tenaga pengasuh anak.

Kasus Little Aresha menjadi pengingat bahwa keamanan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap lembaga pengasuhan, termasuk dengan menciptakan ekosistem yang aman bagi anak dari berbagai pihak.

Tags: alarmdaycare little AreshaDiana Setiyawatikekerasan anakmelanggar nilai-nilai kemanusiaanUGMYogyakarta

Related Posts

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menjalani cuti selama sepekan mulai 24 Juni sampai 1 Juli 2026.

Sultan HB X Cuti Periksa Kesehatan, KGPAA Paku Alam X Ditunjuk jadi Plh Gubernur DIY

June 25, 2026
Tersangka kekerasan kepada balita di Daycare Little Aresha saat dibawa ke mobil tahanan.

13 Tersangka Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Dilimpahkan ke Kejari Yogyakarta

June 25, 2026
Tangkapan layar saat Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, terlibat cek-cok dengan marshal event Mandiri Jogja Maraton karena ajudannya ditarik ke luar lintasan, Minggu (21/6/2026).

Ajudan Danrem 072/Pamungkas Dikeluarkan dari Lintasan Lari MJM Karena Tak Pakai BIB, Ini Penjelasan Korem

June 22, 2026
ilustrasi perudungan

Viral Dugaan Perundungan di SMAN 2 Bantul, Pemda DIY Turun Tangan

June 22, 2026
Sejumlah tokoh yang hadir dalam forum Nusantara Young Leaders dikepung oleh ribuan mahasiswa di gerbang kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026).

Ribuan Mahasiswa Hadang Sejumlah Menteri di Forum Nusantara Young Leaders UGM

June 16, 2026
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian.

Polisi Temukan Pencatutan Tanpa Izin Nama Dosen UGM dalam Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha

June 11, 2026
Next Post
Ilustrasi petani

Kesejahteraan Petani Masih Rendah, Guru Besar UMY Ungkap Tantangannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.