• Tentang Kami
Wednesday, June 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Mencuat Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha, Psikolog UGM: Alarm Serius bagi Keluarga dan Pemerintah

Kekerasan tentu berdampak signifikan pada psikologis manusia, terlebih korbannya adalah anak bayi yang masih sangat jauh di bawah umur.

byredaksi
May 11, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi daycare

Ilustrasi daycare. [pixabay/ThorstenF]

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Kepolisian Resor Kota Yogyakarta telah menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus kekerasan anak di salah satu tempat penitipan anak (daycare) Yogyakarta, Little Aresha.

Para tersangka terdiri dari kepala yayasan, kepala sekolah, serta 11 orang pengasuh yang dijerat pasal berlapis pada perlindungan anak. Kasus ini tentu menyita perhatian publik, terlebih lembaga pengasuhan anak ini sudah berdiri sekitar 4 tahun lamanya.

BERITA MENARIK LAINNYA

13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Jalani Rekonstruksi, Orang Tua Korban Tak Kuasa Menahan Emosi

Polisi Reka Ulang 23 Adegan Kekerasan Daycare Little Aresha

Dosen Fakultas Psikologi UGM, Diana Setiyawati, menilai kasus tersebut sebagai alarm serius bagi seluruh pihak, termasuk keluarga dengan pengalaman serupa, maupun pemangku kebijakan.

Diana menyampaikan, praktik kekerasan di daycare tersebut diduga karena motif ekonomi dan sistem kerja yang tidak sehat. Ia turut menjelaskan posisi nanny sitter atau pengasuh cenderung berada dalam posisi rentan di bawah aturan dan tuntutan dari atasan.

Beberapa orang dalam kondisi tertentu dapat menormalisasi tindakan yang sebenarnya melanggar nilai-nilai kemanusiaan dengan alasan efisiensi kerja.

“Motifnya bisa jadi karena ekonomi, agar lebih mudah mengatur anak sekaligus bisa ‘merawat’ banyak anak,” ujarnya dilansir dari laman UGM, Senin (11/5/2026).

Kekerasan tentu berdampak signifikan pada psikologis manusia, terlebih korbannya adalah anak bayi yang masih sangat jauh di bawah umur. Diana menerangkan, bayi belum mampu mengekspresikan ketakutan atau ketidaknyamanan.

Mereka akan menangis untuk mengekspresikan emosi-emosi negatif yang mereka rasakan. Ketika orang dewasa tidak memahami, atau justru mencoba membungkam emosi bayi, maka bayi akan berpotensi memendam perasaan yang mereka rasakan.

“Misalnya respons bayi saat dipukul menangis, ia bisa jadi akan menyembunyikan emosinya di hari kemudian. Padahal itu caranya menunjukkan apa yang ia rasakan,” jelasnya.

Diana turut menyampaikan bahwa dampak psikologis pada bayi juga sangat bergantung pada bentuk kekerasan dan kronologi yang terjadi, sehingga memahami kronologi menjadi catatan penting.

Bagi bayi yang sempat mengalami kekerasan maupun bayi yang secara psikis sehat, lingkungan yang hangat, aman, dan penuh kasih sayang menjadi fundamental.

Menurut Diana, bayi membutuhkan lingkungan yang aman agar rasa takut yang sempat dirasakan tidak mendatangkan trauma permanen. Ekosistem yang baik berupa dukungan orang tua maupun pengasuh yang responsif menjadi faktor penting dalam proses pemulihan.

Relasi emosional yang sehat sejak dini akan membantu anak membangun kepercayaan diri dan kestabilan emosi pada perkembangannya. “Bayi perlu diberikan lingkungan yang hangat, dipeluk, disayangi, dan diberikan rasa aman untuk membantu menyembuhkan trauma,” katanya.

Pakar Psikologi UGM itu turut membagikan pengalaman pribadinya semasa bekerja sebagai paruh waktu di daycare ketika belajar di Australia. Pengalaman tersebut mengarah pada upaya penciptaan ruang daycare yang aman bagi anak dan bayi.

“Saat bekerja paruh waktu di daycare dulu, pemerintah secara rutin melakukan inspeksi terhadap layanan pengasuhan anak. Normalisasi perilaku kasar di lembaga pengasuhan dapat terjadi apabila tidak ada sistem pengawasan yang kuat,” ungkapnya.

Ia menilai tanggung jawab tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada lembaga pengasuhan. Perlu keterlibatan aktif pemerintah dalam supervisi dan sertifikasi tenaga pengasuh anak.

Kasus Little Aresha menjadi pengingat bahwa keamanan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap lembaga pengasuhan, termasuk dengan menciptakan ekosistem yang aman bagi anak dari berbagai pihak.

Tags: alarmdaycare little AreshaDiana Setiyawatikekerasan anakmelanggar nilai-nilai kemanusiaanUGMYogyakarta

Related Posts

Suasana rekontruksi kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).

13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Jalani Rekonstruksi, Orang Tua Korban Tak Kuasa Menahan Emosi

June 9, 2026
Salah satu tersangka melakukan reka adegan dalam kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).

Polisi Reka Ulang 23 Adegan Kekerasan Daycare Little Aresha

June 9, 2026
Sejumlah pengayuh becak sedang mangkal atau menunggu penumpang di kawasan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada Senin (8/6/2026).

Malioboro Steril Kendaraan Bermotor pada Akhir November 2026, Diganti Becak Listrik

June 9, 2026
Tim Gagana Brimob Polda DIY melakukam identifikasi di lokasi kebakaran berulang di Padukuhan Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, Sabtu (30/4/2026). (Instagram/@merapi_uncover)

UGM Telusuri Dugaan Retakan Tanah Pemicu Munculnya Api Misterius di Rumah Warga Seyegan

June 9, 2026
Ilustrasi pendidikan tinggi.

Kritik Penutupan Prodi yang Dianggap Tak Relevan dengan Industri, Ekonom UGM: Kebijakan Rabun Jauh

June 6, 2026
YOGYAKARTA, POPULI.ID - Kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjadi sorotan dalam agenda pertemuan Kepala Daerah se-Jawa Bali di Kantor Gubernur DIY, pada Kamis (4/6/2026). Kasus tersebut disinggung langsung di hadapan para pemimpin daerah sebagai pengingat keras dalam menyusun kebijakan publik. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, usai kegiatan. Dia mengungkapkan, dalam agenda silahturahmi Forkopimda se-Jawa Bali itu diisi dengan beberapa paparan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah menteri. Seperti diketahui, pertemuan itu dihadiri sejumlah menteri dan gubernur di wilayah Jawa dan Bali. Antara lain Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, dan Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam kegiatan itu tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sedangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur DKI Pramono Anung, serta Gubernur Banten Andra Soni tidak terlihat menghadiri kegiatan itu. "Pada dasarnya memotivasi kami semua para kepala daerah. Secara umum, yang saya tangkap adalah kami dibayar oleh rakyat, jadi jangan sekali-kali sakiti hati rakyat," ungkapnya. Selain membahas isu-isu strategis seperti penanganan hoaks, penguatan kepemimpinan daerah (pimda), dan pencegahan konflik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum tersebut juga secara khusus menyoroti gaya hidup flexing atau pamer aparat negara dan akuntabilitas kebijakan. Kasus penangkapan Dadan Hindayana bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sonny Sanjaya dan Lodewyk Pusung, atas kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG juga dijadikan contoh nyata agar para kepala daerah lebih mawas diri. Poin penekanan yang diberikan terkait pentingnya menjaga benteng pertahanan, baik secara personal maupun sistemik. "Salah satu yang disinggung seperti itu (soal kasus MBG). Jadi maksudnya bahwa jaga-jaga diri baik secara sistem, jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Karena ada beberapa kebijakan yang kami tidak bermaksud tapi kebijakannya salah, bisa memperkaya pihak lain. Apalagi kalau ada mensrea (niat jahat)," jelasnya. Dia menyebut menjadi kepala daerah itu bukan hal yang mudah. Karena seluruh kepala daerah diharapkan dapat bekerja lebih all-out dan selektif dalam merancang program kerja demi memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kalau kami bikin program, sebenarnya itu bermanfaat atau tidak. Walaupun suratnya lengkap, barangnya ada, tapi kalau ternyata sudah diadakan tapi tidak berguna untuk masyarakat, nanti malah menjadi salah satu tindakan koruptif," katanya. "Memang tidaj ada korupsi secara langsung tapi koruptif. Untuk apa kami belanja sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh masyarakat, begitu kurang lebih," tandasnya.

Kasus Korupsi Kepala BGN Jadi Bahasan dalam Pertemuan Kepala Daerah se-Jawa di Yogyakarta

June 5, 2026
Next Post
Ilustrasi petani

Kesejahteraan Petani Masih Rendah, Guru Besar UMY Ungkap Tantangannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.