• Tentang Kami
Monday, May 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Kesejahteraan Petani Masih Rendah, Guru Besar UMY Ungkap Tantangannya

para petani masih terhimpit berbagai persoalan nyata. Mulai dari rendahnya pendapatan dan sulitnya regenerasi petani, hingga masih lemahnya penguatan sosial di tingkat komunitas.

byredaksi
May 11, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi petani
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

BANTUL, POPULI.ID – Kesejahteraan petani masih menjadi tantangan besar dalam pengembangan pertanian organik di Indonesia.

Meskipun sistem pertanian berkelanjutan kian diminati karena nilai ekonominya, para petani masih terhimpit berbagai persoalan nyata. Mulai dari rendahnya pendapatan dan sulitnya regenerasi petani, hingga masih lemahnya penguatan sosial di tingkat komunitas.

BERITA MENARIK LAINNYA

Soroti Rencana Revisi UU Pemilu, Akademis UMY: Harus Komprehensif

UMY Kritik Wacana Penghapusan Prodi, Endro: Kebijakan Harus Berbasis Keilmuan

“Pertanian organik harus memberi dampak nyata terhadap kehidupan petani. Karena itu, ukuran keberhasilannya tidak cukup hanya pada peningkatan nilai jual produk. Namun, juga pada kemampuan rumah tangga petani memenuhi kebutuhan hidup, memperkuat daya tahan ekonomi, dan menjaga keberlangsungan kehidupannya,” jelas Guru Besar Bidang Ilmu Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Triyono sebagaimana dilansir dari laman UMY, Senin (11/5/2026).

Dalam penelitiannya, Prof. Triyono menemukan bahwa usaha tani padi organik memberikan kontribusi sebesar 34,71 persen terhadap kesejahteraan rumah tangga petani.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pertanian organik memiliki peran penting dalam menopang kehidupan petani. Meskipun tingkat kesejahteraan rumah tangga tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain di luar aktivitas budidaya.

Beberapa Faktor Pendukung Ekonomi Petani

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi petani tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga dipengaruhi oleh akses pasar, kepemilikan lahan, kapasitas sumber daya manusia, hingga kemampuan rumah tangga dalam menghadapi tekanan ekonomi dan perubahan kondisi pertanian.

“Petani tidak hanya membutuhkan peningkatan produksi, tetapi juga perlindungan terhadap keberlangsungan hidup rumah tangga mereka. Ketahanan ekonomi keluarga petani menjadi bagian penting dalam pembangunan pertanian karena dari situlah keberlanjutan usaha tani dapat terus terjaga,” lanjutnya.

Dimensi Sosial Pertanian Organik Masih Lemah

Selain persoalan kesejahteraan, Prof. Triyono juga menyoroti masih lemahnya dimensi sosial dalam pengembangan pertanian organik. Menurutnya, berbagai program pertanian selama ini masih lebih banyak menitikberatkan pada aspek teknis dan produksi, sementara penguatan kapasitas sosial masyarakat tani belum menjadi perhatian utama.

Kondisi tersebut terlihat dari masih terbatasnya keterlibatan petani muda dan perempuan dalam pengembangan pertanian organik. Padahal, keberadaan generasi muda dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang terus berkembang.

“Ketika generasi muda semakin menjauh dari sektor pertanian, maka tantangan yang dihadapi bukan hanya soal tenaga kerja, tetapi juga keberlanjutan pengetahuan dan masa depan pertanian itu sendiri. Karena itu, sektor pertanian harus mampu menghadirkan peluang yang lebih menjanjikan dan inklusif bagi generasi berikutnya,” tegas Prof. Triyono.

Dukungan dan Kolaborasi Berbagai Pihak

Untuk itu, penguatan kesejahteraan petani juga memerlukan dukungan kelembagaan dan kolaborasi dari berbagai pihak. Menurutnya, petani tidak dapat menghadapi tantangan pasar dan perubahan kondisi pertanian secara sendiri tanpa dukungan sistem yang lebih kuat.

Keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pendamping, sektor swasta, hingga komunitas lokal dinilai penting untuk memperkuat posisi petani dalam rantai nilai pertanian. Dukungan tersebut diperlukan agar petani tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga memperoleh akses yang lebih baik terhadap pasar, pendampingan, dan penguatan kapasitas ekonomi.

Tags: kesejahteraan petanipertanian organikregenerasiTriyonoUMY

Related Posts

Ilustrasi pemilu. [pexels]

Soroti Rencana Revisi UU Pemilu, Akademis UMY: Harus Komprehensif

May 8, 2026
Ilustrasi Pendidikan Nasional

UMY Kritik Wacana Penghapusan Prodi, Endro: Kebijakan Harus Berbasis Keilmuan

May 4, 2026
kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi menambah daftar kelam terkait kecelakaan kereta api di awal tahun 2026

Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Pakar UMY: Teknologi Saja Tak Cukup Cegah Kecelakaan

May 2, 2026
Perum Bulog Kanwil Yogyakarta membeli gabah kering panen dari petani di DIY. (Dok. Bulog Kanwil Yogyakarta)

Akademisi UMY Sebut Cuaca Ekstrem Ancam Ganggu Produktivitas Padi dan Jagung

April 21, 2026
Kajari Karo Danke Rajagukguk saat menghadiri sidang dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI

Dosen Hukum Pidana UMY Minta Kejagung Transparan Terkait Pemeriksaan Kajari Karo Usai Kasus Amsal Sitepu

April 7, 2026
Dosen Hubungan Internasional UMY, Idham Badruzaman.

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon, Ini Kata Dosen UMY

April 3, 2026
Next Post
Ilustrasi tikus penyebab pembawa hantavirus

Dinkes: Suspek Hantavirus di Kulon Progo Negatif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.