BANTUL, POPULI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, berupaya menekan angka kemiskinan hingga angkanya kurang dari 10 persen dari saat ini yang masih sebesar 11,6 persen.
“Terkait kemiskinan itu kami berharap dan berupaya di tahun 2026 ini angkanya di bawah dua digit atau di bawah 10 persen, ini memang tantangan terbesar kami,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Rabu (4/2/2026).
Menurut dia, sampai dengan awal Februari 2026 Badan Pusat Statistik (BPS) belum mengeluarkan rilis untuk angka kemiskinan di Bantul pada 2025. Namun berdasarkan data yang dimiliki Pemkab Bantul kemiskinan terakhir di angka 11,6 persen.
“Berarti kalau menginginkan di bawah dua digit atau di bawah 10 persen, kami harus menurunkan lebih dari 1,6 persen, dan itu tidak pernah ada dalam sejarah penurunan sebesar itu,” katanya.
Bupati Halim mengatakan yang terjadi selama ini penurunan angka kemiskinan di Bantul pada kisaran 0,4 hingga 0,6 tiap tahun, namun diakui angka kemiskinan pernah turun lebih dari satu persen itu setelah pandemi COVID-19.
“Ya memang asalnya (angka kemiskinan) naik, kemudian habis COVID-19 itu turun, tapi itu lebih banyak karena adanya recovery ekonomi nasional, ya kalau tidak ada momentum itu ya berat,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, saat ini Pemkab Bantul sedang berupaya ada momentum yang bisa menurunkan angka kemiskinan lebih dari 1,6 persen. Satu di antara upayanya menggandeng Baznas, agar programnya difokuskan dalam penanggulangan kemiskinan.
“Baznas itu kan membiayai asnaf atau delapan golongan yang berhak menerima zakat. Tapi kita minta agar difokuskan ke warga miskin. Jadi APBD, Baznas, dan CSR kita kolaborasi, ini memang bukan hal yang mudah menurunkan sampai 1,6 persen itu, tapi ini pilihan prioritas,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.












