JAKARTA, POPULI.ID – Antusiasme tinggi menyelimuti sepak bola tanah air menjelang bergulirnya ajang FIFA Series 2026 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 23–31 Maret mendatang. Turnamen ini bukan sekadar laga uji coba biasa, melainkan momentum penting bagi Timnas Indonesia untuk memperbaiki posisi di peringkat FIFA sekaligus menandai dimulainya era baru di bawah asuhan pelatih John Herdman.
Laga perdana yang krusial ini dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat, 27 Maret 2026 mendatang di hadapan pendukung sendiri. Kemenangan di partai pembuka menjadi syarat mutlak jika ingin melaju ke babak final melawan pemenang antara Bulgaria atau Kepulauan Solomon.
Hitung-hitungan Poin: Bisa Melesat 4 Peringkat
Berdasarkan update ranking FIFA terbaru per Februari 2026, Timnas Indonesia saat ini menduduki posisi 122 dunia dengan koleksi 1.144,73 poin. Jika skuad Garuda berhasil menyapu bersih kemenangan dan keluar sebagai juara di FIFA Series edisi Jakarta ini, lonjakan peringkat yang signifikan sudah menanti di depan mata.
Skenario kenaikan peringkat ini bisa terwujud dengan catatan Timnas Indonesia wajib memenangkan laga perdana melawan Saint Kitts and Nevis. Kemenangan atas negara Karibia tersebut akan memberikan tambahan poin sebesar 3,96 bagi Jay Idzes dan kawan-kawan.
Skenario kenaikan ini dihitung berdasarkan lawan yang akan dihadapi:
1. Kemenangan atas Saint Kitts and Nevis di laga perdana diprediksi akan menyumbangkan tambahan 3,96 poin.
2. Kemenangan di partai final, terutama jika mampu menumbangkan tim kuat Eropa seperti Bulgaria, akan membuahkan tambahan poin sebesar 6,20 angka.
Secara akumulatif, kesuksesan meraih gelar juara akan mendongkrak total poin Indonesia menjadi 1.154,89. Angka ini diproyeksikan membawa Indonesia terbang ke peringkat 118 dunia pada April 2026. Sekaligus menggusur posisi empat negara sekaligus, yakni Malaysia (121), Sierra Leone (120), Korea Utara (119), dan Namibia (118).
Eksperimen Formasi hingga Ujian Kontra Bulgaria
Pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, memberikan sudut pandang mendalam terkait turnamen ini. Melalui kanal YouTube-nya, pria yang akrab disapa Bung Binder ini menekankan bahwa FIFA Series 2026 harus dilihat sebagai proses awal John Herdman yang mulai dari nol.
“Saya ingin menyarankan kepada suporter, jangan juga nanti tiba-tiba mengkritik dengan keras jika Timnas belum bermain rapi. Kita harus memahami ini adalah permulaan bagi John Herdman di tempat baru,” ujar Binder dalam kanal YouTube Bola Bung Binder.
Mengenai potensi lawan di final, Binder menyoroti kualitas Bulgaria.
“Kalau ketemu Bulgaria di final, itu mantap. Bulgaria bukan tim kaleng-kaleng. Di situlah nanti akan terjadi pertarungan sebenarnya untuk melihat sejauh mana pemain kita bisa tune in setelah cukup lama tidak bermain bersama,” tambahnya.
Ia juga memuji karakter John Herdman yang dinilainya low profile namun cerdas dalam memotivasi pemain. Binder memprediksi Herdman mungkin akan bereksperimen dengan skema 3 center back yang ofensif, seperti yang pernah diterapkannya saat membawa Kanada sukses di kancah internasional.
Strategi Tanpa Wajah Baru
Menariknya, dalam debut resminya ini, John Herdman diprediksi tidak akan menambah pemain naturalisasi baru karena kendala waktu persiapan yang mepet. Fokus utama Herdman saat ini adalah mengoptimalkan potensi skuad yang ada dan membangun chemistry yang sempat terputus.
Meski tantangan besar menanti, Binder tetap optimistis. Menurutnya, ini adalah momen bagi para pemain untuk kembali bersatu dan membuktikan bahwa mereka bisa naik level di bawah nakhoda baru.
“Visi jangka panjang untuk menembus peringkat 100 besar dunia dimulai dari langkah kecil namun pasti di turnamen resmi FIFA ini,” kata Binder.












