• Tentang Kami
Monday, February 16, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

5 Fakta Mengejutkan Pertemuan Presiden Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Singgung Soal Gibran

Said Didu yang turut dalam undangan di Kertanegara bersama tokoh oposisi lainnya menyebut ada sejumlah isu penting yang didiskusikan termasuk soal Gibran

byredaksi
February 16, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Said Didu mengungkapkan isi pertemuannya bersama tokoh oposisi saat diundang Presiden Prabowo ke kediamannya di Kertanegara akhir Januari lalu.

Said Didu mengungkapkan isi pertemuannya bersama tokoh oposisi saat diundang Presiden Prabowo ke kediamannya di Kertanegara akhir Januari lalu. [tangkapan layar channel YouTube Akbar Faizal Uncencored]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

JAKARTA, POPULI.ID – Said Didu membeberkan detail mengejutkan mengenai pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Diketahui, Said Didu bersama sejumlah tokoh yang dianggap oposisi diudang bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jumat (30/1/2026) lalu.

BERITA MENARIK LAINNYA

Mengupas Gaya Komunikasi Presiden Prabowo: Orasi Spontan, Transparansi, Kontroversi

SBY Optimistis Prabowo-Gibran Bisa Atasi Dinamika Ekonomi Indonesia

Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam lebih sejak pukul 17.00 WIB tersebut, sejumlah tokoh termasuk Said Didu mendiskusikan banyak hal mengenai isu terkini bersama Prabowo.

1. Kebocoran Anggaran

Mantan staf khusus Menteri Energi dan Sumber Daya pada 2014 tersebut mengungkapkan di antara isu yang dibicarakan yakni mengenai “perampokan negara” yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Melalui obrolan bersama Akbar Faizal di channel YouTube Akbar Faizal Uncencored, Said Didu mengaku sempat terkejut lantaran Presiden Prabowo memaparkan sendiri data mengenai kebocoran anggaran dan praktik ilegal di berbagai sektor.

“Bayangkan presiden mempresentasikan sendiri tentang perampokan negara. Berapa besar yang dirampok, siapa perampoknya, dan apa yang akan dilakukan terhadap para perampok,” ujar Said Didu.

Satu di antara poin yang paling menonjol adalah praktik under-invoicing (pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya) yang diperkirakan mencapai 1 triliun dolar AS atau sekitar Rp15.000 triliun selama 30 tahun terakhir.

“Presiden sangat marah saat memaparkan data tersebut, termasuk temuan mengenai judi online senilai 12 miliar dolar AS serta penyimpangan di BUMN,” ungkapnya.

Said Didu menyatakan bahwa Presiden telah mengidentifikasi nama-nama pelaku dan koordinator di balik praktik tersebut, yang sebagian besar adalah tokoh-tokoh yang sangat kaya.

2. To Kill or To Be Killed

Dalam pertemuan itu, Said Didu mengaku sempat memberikan peringatan keras kepada Presiden.

Ia menyatakan bahwa Prabowo kini berada di posisi “to kill or be killed” (membunuh atau dibunuh) karena berani menyentuh kepentingan oligarki yang sudah sangat kuat.

Said Didu menilai bahwa jika Presiden tidak menuntaskan masalah tersebut dengan cepat, pihak oligarki dapat berbalik menggulingkan kekuasaannya.

“Bapak sekarang sudah masuk di titik to kill or be killed, dibunuh atau membunuh. Karena dari tujuh presiden, sekarang Bapak Presiden kedelapan yang berani menyentuh oligarki baru Bapak,” ungkapnya kepada Prabowo.

Ia mendefinisikan oligarki dalam konteks tersebut sebagai pengusaha yang mendikte kekuasaan dan penegak hukum demi kepentingan bisnis mereka, termasuk penguasaan terhadap sumber daya alam dan wilayah melalui perubahan undang-undang yang kilat.

3. Reformasi Polri

Disamping itu, Said Didu mengungkap, selain menyinggung soal kebocoran anggaran dan pergerakan kaum oligarki, Prabowo juga mendedahkan persoalan reformasi Polri.

“Terkait institusi kepolisian, Presiden Prabowo disebut sedang menyiapkan langkah perbaikan menyeluruh dan tidak ingin melakukan penyelesaian yang bersifat “tambal sulam”,” terangnya.

Presiden bahkan sempat melontarkan pertanyaan mengenai apakah Polri sebaiknya berada di bawah kementerian atau langsung di bawah Presiden.

4. Ultimatum Kepala OJK

Selain itu, Said Didu menceritakan momen saat Presiden memberikan ultimatum kepada Kepala OJK untuk mengundurkan diri sebelum pukul 18.00 WIB pada hari pertemuan mereka.

“Langkah ini diambil karena Presiden tidak ingin Bursa Efek Jakarta terus dimanfaatkan untuk merampok uang rakyat,” beber Said Didu.

5. Jokowi dan Gibran

Tak ketinggalan, dalam pertemuan itu, Prabowo juga sempat menyinggung mengenai dinamika Politik dengan Jokowi dan Gibran.

Said Didu menyebut, menurut analisisnya berdasarkan diskusi malam itu, Prabowo tidak berada di bawah bayang-bayang Jokowi.

“Berdasarkan “clue” dalam pertemuan tersebut, keputusan Prabowo mengambil Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden bukan karena keinginan murni, melainkan karena situasi yang “terpaksa” atau dipaksa oleh keadaan politik saat itu,” jelasnya.

Lebih jauh, Said Didu menegaskan meski telah diundang ke Istana dan diajak berdiskusi, sikapnya bersama kolega untuk menjadi oposisi tak berubah.

Ia menyatakan lebih bermanfaat menjadi “mobil di luar” daripada menjadi “sekrup di dalam” sistem pemerintahan.

“Saya lebih jauh bermanfaat ada di luar daripada saya di dalam. Saya 30 tahun di dalam itu saya jadi sekrup. Kalau di luar saya bisa jadi mobil,” tegas Said Didu.

Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Said Didu dan tokoh oposisi lainnya pertama kali diungkap oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menambahkan, pertemuan itu dihadiri sejumlah tokoh di antaranya ada peneliti senior BRIN, Siti Zuhro, mantan Kabareskrim Susno Duadji hingga mantan Ketua KPK Abraham Samad.

“Macam-macam di situ ada banyak, diskusi juga mengenai berbagai hal, semisal Profesor Siti Zuhro memaparkan mengenai persoalan kepemiluan, kemudian bersama Pak Susno dan Pak Samad mengenai penegakan hukum hingga pemberantasan korupsi,” terangnya.

Tags: GibranJokowikertanegaraPrabowo SubiantopresidenSaid Didutokoh oposisi

Related Posts

Presiden Prabowo Subianto saat berada di podium.

Mengupas Gaya Komunikasi Presiden Prabowo: Orasi Spontan, Transparansi, Kontroversi

February 13, 2026
Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono

SBY Optimistis Prabowo-Gibran Bisa Atasi Dinamika Ekonomi Indonesia

February 13, 2026
Curhatan Prabowo Soal MBG, Ungkap Diejek Profesor

Curhatan Prabowo Soal MBG, Ungkap Diejek Profesor

February 13, 2026
Mahfud MD menyoroti soal anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia.

Soroti Indeks Korupsi Indonesia Anjlok, Mahfud MD: Kalau Hukum Dimain-mainkan Negara Terancam

February 11, 2026
Presiden Prabowo Subianto

Ramai-ramai Dukung Prabowo Dua Periode, Pengamat: Masih Prematur

February 10, 2026
kolase foto Presiden Prabowo Subianto dan ilustrasi genteng

Dari Wabah ke Estetika: Menelusuri Sejarah Genteng di Indonesia

February 3, 2026
Next Post
Ketua IDAI dr. Piprim mengumumkan pemecatan yang dilakukan oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin melalui akun media sosialnya

4 Fakta Pemecatan Ketua IDAI dr Piprim oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.