ITALIA, POPULI.ID – Karya seni Iryna Prots menjadi pusat perhatian internasional setelah atlet cabang olahraga skeleton Ukraina, Vladyslav Heraskevych, didiskualifikasi dari Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.
Diskualifikasi tersebut terjadi setelah Heraskevych bersikeras mengenakan helm hasil lukisan Prots yang menampilkan potret para atlet Ukraina yang gugur dalam perang melawan Rusia.
Sentuhan Emosional Sang Pelukis Lanskap
Iryna Prots, seorang seniman yang biasanya dikenal melalui lukisan lanskap Tuscany, Italia, merupakan sosok yang mewujudkan desain helm tersebut.
Ide desain berasal dari Vladyslav Heraskevych sendiri, yang kemudian disampaikan oleh ayahnya yang juga sahabat lama Prots kepada sang seniman untuk dikerjakan.
Di atas permukaan helm tersebut, Prots melukis potret lebih dari 20 atlet dan pelatih Ukraina yang tewas sejak invasi penuh Rusia dimulai pada tahun 2022.
Prots mengungkapkan bahwa pengerjaan proyek ini merupakan pengalaman emosional baginya karena setiap wajah yang dilukis mewakili hilangnya generasi juara dan pembina masa depan.
Baginya, karya seni ini berfungsi sebagai pengingat bagi dunia mengenai realitas perang yang tengah terjadi di negaranya.
“Melukis potret mereka adalah pengalaman emosional. Kehilangan ini bukan sekadar angka, melainkan hilangnya generasi juara dan pembina masa depan,” ujarnya dikutip dari AP News.
Diskualifikasi dan Pelanggaran Aturan
Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Federasi Bobsleigh dan Skeleton Internasional (IBSF) melarang penggunaan helm tersebut karena dinilai melanggar Piagam Olimpiade mengenai ekspresi atlet yang melarang pesan bernuansa politik di arena pertandingan.
Pihak IOC sempat menawarkan kompromi dengan mengizinkan Heraskevych mengenakan ban lengan hitam polos sebagai bentuk penghormatan. Namun atlet berusia 27 tahun itu menolak tawaran tersebut.
Heraskevych tetap mengenakan helm tersebut selama sesi latihan resmi dan saat pertandingan yang dijadwalkan mulai pada 12 Februari 2026.
Akibatnya, IOC secara resmi melarangnya untuk memulai perlombaan. Upaya banding yang diajukan Heraskevych ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) juga ditolak pada Jumat, 13 Februari 2026, karena desain tersebut dinilai tidak sesuai dengan aturan netralitas politik.
Ini bukan kali pertama Heraskevych menyuarakan sikapnya. Pada Olimpiade Beijing 2022, ia pernah membentangkan spanduk bertuliskan “No War in Ukraine”, hanya beberapa hari sebelum Rusia menginvasi Ukraina.
Penghargaan dari Presiden Ukraina
Meskipun kehilangan kesempatan bertanding, aksi Heraskevych mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat Ukraina. Presiden Volodymyr Zelenskyy menganugerahkan penghargaan negara tertinggi, Order of Freedom, kepada Heraskevych di sela-sela Konferensi Keamanan Munich.
Dalam penyampaiannya, Presiden Zelenskyy menyatakan bahwa integritas dan posisi sang atlet lebih penting bagi bangsa dibandingkan sekadar perolehan medali.
Zelenskyy juga menyebut helm tersebut sebagai instrumen untuk mengingatkan dunia tentang misi perdamaian gerakan Olimpiade.
“Medali memang penting bagi Ukraina dan bagi Anda, tetapi bagi saya, hal yang paling penting adalah siapa diri Anda,” ujar Zelenskiy dikutip Reuters.
Menanggapi penghargaan tersebut, Heraskevych menyatakan bahwa para atlet yang gugur dan wajahnya terlukis di helmnya jauh lebih pantas menerima apresiasi itu karena pengorbanan nyawa mereka.
Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri Ukraina mencatat lebih dari 650 atlet dan pelatih telah tewas sejak invasi dimulai. Iryna Prots sendiri menegaskan akan terus berkarya sebagai bentuk perlawanan batin di tengah situasi perang yang masih melanda Kyiv.
“Olimpiade seharusnya melambangkan perdamaian. Sulit bagi saya melihat perayaan dan nyanyian, sementara kami hidup di bawah sirene dan bom,” ujar Prots.












