• Tentang Kami
Senin, Agustus 31, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Fakta Terbaru Kasus Guru SLB Lakukan Pelecehan Seksual ke Siswi di Kota Yogyakarta

Peristiwa pelecehan seksual itu terjadi dalam rentang waktu November hingga Desember 2025 tetapi baru terungkap Januari 2026 setelah korban memberanikan diri membuka suara

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
Februari 24, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi pelecehan seksual

Ilustrasi pelecehan seksual. [Pexels/Alvaro Diaz]

0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Dunia pendidikan di Kota Yogyakarta diguncang oleh dugaan kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang siswi difabel di sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB).

Terduga pelaku pelecehan seksual merupakan oknum guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) berinisial IN yang kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan dibebastugaskan dari aktivitas mengajar.

BERITA MENARIK LAINNYA

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan dari kuasa hukum korban, peristiwa memilukan itu terjadi berulang kali dalam rentang waktu November hingga Desember 2025.

Tetapi kasusnya baru mulai terkuak pada Januari 2026 setelah korban memberanikan diri menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

Meskipun korban telah melapor kepada orang tua sejak Januari, detail peristiwa baru terungkap lebih jelas saat korban menjalani pemeriksaan awal dengan pihak kepolisian.

Korban yang merupakan siswi kelahiran tahun 2009 dan duduk di bangku kelas 2 SLB (setara SMA) mengalami hambatan dalam menjelaskan detail waktu kejadian karena kondisi disabilitas dan trauma yang dialaminya.

“Kalau kondisi korban ini ada trauma sedikit karena berkebutuhan khusus. Jadi untuk menggali fakta tanggal berapa dan sebagainya itu kesusahan,” ujar Hilmi Miftahzen, kuasa hukum korban, saat memberikan keterangan di Polresta Yogyakarta.

Fakta Terbaru dan Hasil Penyelidikan

Hingga saat ini, pihak kepolisian melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Yogyakarta terus mendalami kasus tersebut. Berikut adalah beberapa fakta terbaru yang berhasil dihimpun:

1. Lokasi Kejadian: Dugaan pelecehan seksual ini terjadi di lingkungan sekolah, baik di dalam ruang kelas maupun di beberapa area di luar kelas.

2. Interogasi Saksi: Polisi telah mulai melakukan interogasi terhadap sejumlah saksi untuk memperkuat bukti-bukti awal. Kanit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta, Ipda Apri Sawitri, mengonfirmasi bahwa laporan yang diterima terkait dengan perbuatan cabul terhadap anak.

“Laporannya terkait perbuatan cabul terhadap anak. Untuk detailnya nanti akan kami sampaikan setelah menjadi laporan polisi,” jelas Apri.

3. Pengakuan Terduga Pelaku: Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, mengungkapkan bahwa terduga pelaku secara awal telah mengakui perbuatannya di hadapan kepala sekolah.

4. Tindakan Administratif Disdikpora: Sebagai langkah cepat untuk menjaga kondusivitas sekolah, oknum guru tersebut telah ditarik dari sekolah dan dipindahkan sementara ke kantor Disdikpora DIY. Ia dilarang keras untuk mengajar selama proses pemeriksaan berlangsung.

Langkah Hukum dan Perlindungan Korban

Disdikpora DIY saat ini tengah membentuk tim khusus untuk menyusun Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang akan melibatkan Satgas Kekerasan Seksual dan berkoordinasi dengan Gubernur DIY. Tim ini ditargetkan menyelesaikan laporannya dalam waktu sekitar satu pekan sebagai dasar penentuan sanksi lanjutan.

Di sisi lain, berbagai pihak mendesak agar kasus ini diproses secara hukum tanpa melalui jalur restorative justice. Jogja Police Watch (JPW) menegaskan pentingnya efek jera bagi pelaku, terutama karena korbannya adalah anak penyandang disabilitas.

Keluarga korban dan kuasa hukum berharap agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya jika terbukti bersalah, sembari memastikan korban mendapatkan rehabilitasi psikologis yang maksimal untuk memulihkan traumanya.

Tags: Disidkpora DIYguru SLBpelecehan seksualPolresta Yogyakartasiswi difabelSuhirmanYogyakarta

Related Posts

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, kompleks Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (5/8/2026).

Gubernur DIY Sri Sultan HB X Lantik Sembilan Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemda DIY

Agustus 5, 2026
Sejumlah titik sekitar Pakuwon Mall dilakukan pemasangan pagar, Senin (3/7/2026).

Pakuwon Mall Bantah Pemasangan Pagar Terkait Isu Antisipasi Kerusuhan

Agustus 5, 2026
Kanit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta, Iptu Apri Sawitri, saat ditemui pada Kamis (30/7/2026).

Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha, Dua Tak Ditahan

Juli 30, 2026
Penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta sedang mengecek berkas perkara kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha, di ruangannya pada Selasa (28/7/2026).

Polisi Tetapkan Lima Tersangka Baru Kasus Penganiayaan Anak Daycare Little Aresha

Juli 29, 2026
Pengolahan sampah perolisis memanfaatkan minyak jelantah di Bank Sampah Berlian, Tompeyan, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2026).

Bank Sampah Berlian Kembangkan Inovasi Ubah Sampah Residu dan Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar

Juli 27, 2026
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo.

Proyek PSEL DIY Masih Matangkan Persiapan, Pembangunan Ditargetkan Dimulai Akhir 2026

Juli 27, 2026
Next Post
Ilustrasi ekonomi bisnis

Outlook Kredit Indonesia Menurun, Ekonom Desak Pemerintah Lakukan Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

Februari 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

Juni 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

Juni 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

Juni 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

Mei 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.