• Tentang Kami
Sunday, May 31, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Fakta Terbaru Kasus Guru SLB Lakukan Pelecehan Seksual ke Siswi di Kota Yogyakarta

Peristiwa pelecehan seksual itu terjadi dalam rentang waktu November hingga Desember 2025 tetapi baru terungkap Januari 2026 setelah korban memberanikan diri membuka suara

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
February 24, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi pelecehan seksual

Ilustrasi pelecehan seksual. [Pexels/Alvaro Diaz]

0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Dunia pendidikan di Kota Yogyakarta diguncang oleh dugaan kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang siswi difabel di sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB).

Terduga pelaku pelecehan seksual merupakan oknum guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) berinisial IN yang kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan dibebastugaskan dari aktivitas mengajar.

BERITA MENARIK LAINNYA

Fahri Hamzah Dorong Penataan Bantaran Sungai Code Yogyakarta Jadi Model Nasional

Presiden Prabowo Bagikan Sapi Kurban ke Warga Bantaran Kali Sungai Code

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan dari kuasa hukum korban, peristiwa memilukan itu terjadi berulang kali dalam rentang waktu November hingga Desember 2025.

Tetapi kasusnya baru mulai terkuak pada Januari 2026 setelah korban memberanikan diri menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

Meskipun korban telah melapor kepada orang tua sejak Januari, detail peristiwa baru terungkap lebih jelas saat korban menjalani pemeriksaan awal dengan pihak kepolisian.

Korban yang merupakan siswi kelahiran tahun 2009 dan duduk di bangku kelas 2 SLB (setara SMA) mengalami hambatan dalam menjelaskan detail waktu kejadian karena kondisi disabilitas dan trauma yang dialaminya.

“Kalau kondisi korban ini ada trauma sedikit karena berkebutuhan khusus. Jadi untuk menggali fakta tanggal berapa dan sebagainya itu kesusahan,” ujar Hilmi Miftahzen, kuasa hukum korban, saat memberikan keterangan di Polresta Yogyakarta.

Fakta Terbaru dan Hasil Penyelidikan

Hingga saat ini, pihak kepolisian melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Yogyakarta terus mendalami kasus tersebut. Berikut adalah beberapa fakta terbaru yang berhasil dihimpun:

1. Lokasi Kejadian: Dugaan pelecehan seksual ini terjadi di lingkungan sekolah, baik di dalam ruang kelas maupun di beberapa area di luar kelas.

2. Interogasi Saksi: Polisi telah mulai melakukan interogasi terhadap sejumlah saksi untuk memperkuat bukti-bukti awal. Kanit PPA Satreskrim Polresta Yogyakarta, Ipda Apri Sawitri, mengonfirmasi bahwa laporan yang diterima terkait dengan perbuatan cabul terhadap anak.

“Laporannya terkait perbuatan cabul terhadap anak. Untuk detailnya nanti akan kami sampaikan setelah menjadi laporan polisi,” jelas Apri.

3. Pengakuan Terduga Pelaku: Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, mengungkapkan bahwa terduga pelaku secara awal telah mengakui perbuatannya di hadapan kepala sekolah.

4. Tindakan Administratif Disdikpora: Sebagai langkah cepat untuk menjaga kondusivitas sekolah, oknum guru tersebut telah ditarik dari sekolah dan dipindahkan sementara ke kantor Disdikpora DIY. Ia dilarang keras untuk mengajar selama proses pemeriksaan berlangsung.

Langkah Hukum dan Perlindungan Korban

Disdikpora DIY saat ini tengah membentuk tim khusus untuk menyusun Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang akan melibatkan Satgas Kekerasan Seksual dan berkoordinasi dengan Gubernur DIY. Tim ini ditargetkan menyelesaikan laporannya dalam waktu sekitar satu pekan sebagai dasar penentuan sanksi lanjutan.

Di sisi lain, berbagai pihak mendesak agar kasus ini diproses secara hukum tanpa melalui jalur restorative justice. Jogja Police Watch (JPW) menegaskan pentingnya efek jera bagi pelaku, terutama karena korbannya adalah anak penyandang disabilitas.

Keluarga korban dan kuasa hukum berharap agar pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya jika terbukti bersalah, sembari memastikan korban mendapatkan rehabilitasi psikologis yang maksimal untuk memulihkan traumanya.

Tags: Disidkpora DIYguru SLBpelecehan seksualPolresta Yogyakartasiswi difabelSuhirmanYogyakarta

Related Posts

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah melakukan pemantaun Kampung Lampion, Kotabaru, Kota Yogyakarta, DIY, Jumat (29/5/2026).

Fahri Hamzah Dorong Penataan Bantaran Sungai Code Yogyakarta Jadi Model Nasional

May 29, 2026
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyaksikkan penyembelihan sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk warga di kawasan Sungai Code, Rabu (27/5/2026)

Presiden Prabowo Bagikan Sapi Kurban ke Warga Bantaran Kali Sungai Code

May 27, 2026
GM D Kaliurang Resort & Convention Hartoyo

Hartoyo, General Manager yang Menyapa dengan Hati di D Kaliurang Resort & Convention

May 25, 2026
Aksi panggung Metzdub dan Farid Stevy dalam gelaran konser Berani + Bahagia di Asram Edupark, Sabtu (23/5/2026).

Metzdub dan Farid Stevy Bawa Semangat Kolaborasi ke Atas Panggung Konser Berani + Bahagia

May 25, 2026
Jelang Iduladha 2026, Stok Sapi di DIY Kurang 1100 Ekor

Jelang Iduladha 2026, Stok Sapi di DIY Kurang 1100 Ekor

May 25, 2026
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, dan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riski Adrian, menunjukkan barang bukti dan foto pelaku pembacokan yang menewaskan seorang pelajar, Jumat (22/5/2026).

Polisi Masih Buru Empat Pelaku Diduga Terlibat Penganiayaan di Kotabaru

May 25, 2026
Next Post
Ilustrasi ekonomi bisnis

Outlook Kredit Indonesia Menurun, Ekonom Desak Pemerintah Lakukan Ini

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.