BANTUL, POPULI.ID – Urung juga mereda kasus pelecehan seksual yang terjadi di UPN Veteran Yogyakarta, kini kasus serupa diduga muncul di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta atau UMY.
Melalui pernyataan yang tertuang dalam Surat Pernyataan Nomor: 1672/A.7-VIII/VII/2026 dan disebarluaskan melalui akun media sosial resmi kampus, pihak UMY mengungkapkan telah melakukan respon cepat atas dugaan pelecehan seksual yang melibatkan dosen Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan tersebut.
Pihak kampus menyebut saat ini telah menonaktifkan dosen yang dimaksud serta melakukan investigasi secara menyeluruh atas dugaan pelecehan seksual tersebut.
“Pada Sabtu 11 Juli 2026, Prodi Farmasi dan FKIK telah melakukan investigasi bersama dengan Satgas PPKPT Universitas untuk melakukan penelusuran, pemeriksaan dan identifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat, memiliki keterkaitan atau mengetahui informasi mengenai peristiwa tersebut. Tim juga telah menelaah kemungkinan adanya kasus lain yang berkaita, serupa atau belum sempat dilaporkan agar tak ada informasi maupun persoalan yang terabaikan,” tulis pernyataan UMY dalam poin keempat.
“Berdasar hasil pemeriksaan dan rekomendasi awal dari Program Studi Farmasi, FKIK dan Satgas PPKPT UMY, universitas menonaktifkan sementara dosen yang bersangkutan dari seluruh tugas akademik dan nonakademik. Penonaktifkan sementara tersebut berlaku sampai proses pemeriksaan selesai dan diterbitkan keputusan lebih lanjut oleh universitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” terangnya berdasar poin kelima pernyataan sikap UMY.
Mengutip dari akun @lambe_turah, seorang yang diduga dosen Prodi Farmasi melakukan tindak pelecehan seksual secara verbal kepada seorang mahasiswi.
Dari bukti chat yang tunjukkan, dosen tersebut melontarkan pernyataan yang mengarah pada tindak pelecehan seksual kepada mahasiswinya.
Rektor UMY Achmad Nurmandi menyatakan pihaknya serius dalam menangani dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampusnya.
Pihaknya pun siap memberikan dukungan, perlindungan serta pendampingan psikologis kepada para korban maupun pihak yang menyampaikan informasi terkait dugaan tindakan tersebut.
“Kami sangat serius dan berkomitmen menanggapi persoalan ini. Kami siap memberikan dukungan dan perlindungan kepada baik korban maupun yang memberikan informasi perihal peristiwa itu. Kami ingin memastikan lingkungan kampus tetap menjadi ruang yang aman, bermartabat, saling menghormati dan menjunjung tinggi akuntabilitas bagi seluruh civitas akademi,” tukasnya.








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



