YOGYAKARTA, POPULI.ID – Keluhan mengenai dugaan roti kedaluwarsa dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beredar di media sosial pada Jumat (6/3/2026). Keluhan tersebut diunggah melalui akun Instagram @merapiuncover.
Dalam unggahan itu, seorang warganet yang meminta identitasnya disamarkan menyampaikan kekecewaan terhadap pelaksanaan program melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah anaknya.
“Selamat siang min, mohon samarkan akun saya. Saya ingin mengungkapkan kekecewaan yang berkelanjutan tentang SPPG yg berjalan di sekolah anak kami. Selama puasa MBG kering yg anak kami terima sangat memperihatinkan,” tulis pengirim pesan yang dikutip dari unggahan tersebut.
Ia mengaku menemukan roti yang diduga sudah melewati tanggal kedaluwarsa, namun ditutupi dengan label baru.
“Hari ini kami mendapati roti yg sudah exp tertanggal 26 Februari 2026 yg di tutupi dengan label kertas baru yg bertulis exp 10 03,” lanjutnya.
Dalam unggahan tersebut, ditampilkan foto roti berwarna cokelat yang menyerupai brownies dengan label produsen bertuliskan Bolona Bakery.
Pengirim pesan juga menyebut telah menyampaikan kritik melalui pesan langsung kepada akun Instagram SPPG terkait, namun belum melihat adanya perubahan.
Menanggapi kabar yang beredar, manajemen Bolona Bakery menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya. Dalam pernyataan tersebut, pihaknya menjelaskan bahwa produk yang dimaksud merupakan brownies panggang yang diproduksi khusus untuk menu MBG di salah satu SPPG di DIY.
“Menu yang dipesan adalah brownies panggang, yang diproduksi pada tanggal 4 dan 5 Maret 2026 untuk MBG yang dibagikan pada tanggal 6 Maret 2026,” tulis manajemen Bolona Bakery di akun Instagram @bolonabakery.
Pihak toko roti juga menjelaskan bahwa stiker yang menjadi sorotan merupakan sisa stok dari pesanan MBG sebelumnya yang kemudian disesuaikan dengan tanggal produksi terbaru.
“Stiker yang dimaksud adalah stok yang tersisa dari pesanan MBG sebelumnya, sehingga kami mengganti tanggal expired dengan yang baru menyesuaikan dengan tanggal produksi,” lanjut pernyataan tersebut.
Bolona Bakery turut menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi serta menegaskan komitmen mereka untuk menjaga kualitas dan kesegaran produk.
“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang telah terjadi. Bolona Bakery selalu berusaha menjaga kualitas dan kesegaran dari produk-produk kami. Terima kasih telah mengingatkan dan mendukung Bolona Bakery,” tulis pihak manajemen toko roti yang berdomisili di Pakem, Sleman tersebut.
Dalam klarifikasi tersebut, Bolona Bakery juga menyertakan bukti yang disebut menunjukkan bahwa produk tersebut diproduksi sesuai tanggal yang tertera. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG terkait keluhan yang beredar di media sosial tersebut.











