POPULI.ID – Belakangan ini, jagat media sosial diramaikan dengan rumor yang menyebutkan bahwa Timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk menggantikan posisi Iran atau Irak di ajang Piala Dunia. Narasi ini muncul menyusul eskalasi situasi keamanan di Timur Tengah yang dianggap bisa menghambat partisipasi negara-negara tersebut.
Pengamat sepak bola, Haris Pardede alias Bung Harpa, angkat bicara untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi ini. Melalui kanal YouTube pribadinya, ia secara tegas menyebut kabar tersebut sebagai narasi yang menuju sesat.
Bung Harpa menjelaskan bahwa saat ini Irak memang tengah menghadapi kendala teknis akibat zona larangan terbang (no-flying zone) di wilayah mereka. Irak dijadwalkan melakoni laga playoff Interkontinental melawan pemenang antara Suriname atau Bolivia pada 31 Maret mendatang di Meksiko.
Meski sempat meminta penundaan jadwal kepada FIFA namun belum mendapat jawaban, federasi sepak bola Irak sudah menyiapkan rencana mitigasi. Mereka tidak akan menyerah begitu saja. Delegasi Irak yang akan menempuh jalur darat ke Turki atau Arab Saudi demi bisa terbang ke Meksiko.
“Mereka akan menempuh road trip ke negara terdekat dan kemudian terbang,” ujar Bung Harpa dalam kanal YouTube pribadinya, dilansir Rabu (11/3/2026).
Bagi para pendukung skuad Garuda yang berharap adanya “jalur undangan” akibat mundurnya negara lain, Bung Harpa meminta agar ekspektasi tersebut diredam. Secara regulasi, Indonesia berada di urutan terbawah dalam daftar tunggu jika ada tim AFC yang mengundurkan diri.
Berdasarkan klasemen dan poin di babak kualifikasi, negara-negara seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman memiliki posisi yang jauh lebih kuat untuk menggantikan Iran atau Irak dibandingkan Indonesia.
Bung Harpa menekankan betapa mustahilnya skenario ini terjadi.
“Peluang untuk itu terjadi itu hanya 0,1 persen, less than 1 persen kemungkinan kita akan menggantikan Iran di Piala Dunia,” tegasnya.
Ia bahkan menambahkan bahwa jika situasi di Timur Tengah sampai membuat semua negara di atas Indonesia tidak bisa bertanding, maka kemungkinan besar dunia sedang dalam kondisi yang sangat kacau sehingga Piala Dunia pun mungkin tidak akan digelar.
Yang lebih mengejutkan, Bung Harpa mengungkapkan bahwa narasi “Indonesia gantikan Iran” ini ternyata sudah sampai ke telinga rekan jurnalisnya di Irak dan justru menjadi bahan tertawaan.
Kolega Bung Harpa tersebut menanggapi klaim bahwa Indonesia bisa masuk menggantikan Iran adalah tidak masuk akal.
“It is nonsense,” ucap Bung Harpa menirukan rekannya.
Bahkan, menurutnya, narasi tersebut sempat dibikin jadi lelucon di Irak karena posisi mereka saat ini sebenarnya jauh lebih unggul untuk melaju ke putaran final.
Bung Harpa mengimbau para penggemar sepak bola tanah air untuk tidak mudah terbuai oleh informasi sensasional yang tidak memiliki dasar kuat. Fokus saat ini sebaiknya dialihkan untuk mendukung persiapan Timnas yang sedang berjalan di bawah asuhan pelatih yang ada.
“Mendingan kubur dalam-dalam daripada kita membangkitkan luka lama yang sudah kita rasakan,” pungkasnya.












