JAKARTA, POPULI.ID – Timnas Indonesia resmi merilis daftar 23 pemain final untuk FIFA Series 2026. Kejutan muncul saat nama Dean James, bek kiri yang berkarier di Eredivisie, dipastikan batal bergabung. Keputusan ini memicu pergeseran peta persaingan di sektor bek kiri, sekaligus membuka pintu lebar bagi talenta lokal dan pemain serbabisa lainnya untuk unjuk gigi.
Faktor Pencoretan: Dari Teknis hingga Izin Kerja
Pencoretan Dean James bukan disebabkan oleh satu faktor. Secara teknis, Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena kuota pendaftaran pertandingan hanya berjumlah 23 pemain, sementara sebelumnya ada 24 nama yang dipanggil. Sumardji menyarankan kepada pelatih John Herdman agar James tidak dibawa jika hanya akan menjadi penonton di tribun.
Selain alasan teknis, faktor kesehatan juga menjadi alasan kuat. Media Belanda, Destentor, melaporkan bahwa James sedang dalam kondisi sakit sehingga tidak memungkinkan untuk memenuhi panggilan Tim Garuda.
“Dean James tidak akan ambil bagian dalam laga uji coba Indonesia yang akan datang, di mana bek berusia 25 tahun itu sempat menjadi sorotan pekan lalu terkait status paspor Indonesia-nya, sementara klubnya, Go Ahead Eagles, menyatakan ia sedang sakit,” tulis laporan Destentor.
Yang paling menyita perhatian adalah kontroversi paspor dan izin kerja James di Belanda. Klub NAC Breda sempat memprotes keabsahan James di klubnya, Go Ahead Eagles, dengan alasan James sudah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan seharusnya memiliki izin kerja serta standarisasi gaji sebagai pemain non-Uni Eropa.
Pengamat sepak bola nasional, Rony Pangemanan alias Bung Ropan, menjelaskan rumitnya situasi ini.
“Izin kerja ini yang dipermasalahkan untuk Dean James, sehingga pihak NAC Breda minta pengulangan pertandingan karena James tidak boleh mendapatkan bayaran di bawah 11 miliar (rupiah). Kalau pemain non-Eropa itu harus di atas batas itu,” jelas Bung Ropan di kanal YouTube miliknya, Kamis (26/3/2026).
Bung Ropan juga menambahkan bahwa pelatih John Herdman kemungkinan mengambil kebijakan ini untuk menenangkan suasana agar James dapat menyelesaikan urusan administrasinya di Belanda terlebih dahulu.
Peluang Besar Dony Tri Pamungkas
Absennya James memberikan berkah tersendiri bagi pemain muda Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas. Dengan dicoretnya James dan absennya Shayne Pattynama karena akumulasi, Dony kini menjadi satu dari dua pemain dengan posisi asli bek kiri murni di dalam skuad.
Ini menjadi kesempatan emas bagi Dony untuk membuktikan kualitasnya di level senior setelah sebelumnya lebih banyak memperkuat Timnas kelompok umur. Kemampuannya yang rutin terasah di kompetisi domestik membuatnya dinilai siap secara mental untuk melakoni laga internasional.
Opsi Pemain Serbabisa: Calvin Verdonk dan Kevin Diks
Meski James absen, John Herdman masih memiliki kemewahan dengan adanya pemain-pemain serbabisa (versatile) yang mampu mengisi pos bek kiri. Nama-nama seperti Calvin Verdonk dan Kevin Diks menjadi opsi terdepan untuk menjaga kedalaman sektor pertahanan.
Verdonk, yang belakangan sering diplot sebagai gelandang, bisa dikembalikan ke posisi aslinya di bek kiri untuk memberikan keseimbangan. Begitu pula dengan Kevin Diks yang memiliki pengalaman bermain di berbagai posisi di Bundesliga.
“Sebenarnya tidak ada masalah di posisi bek kiri dengan ketidakhadiran dari Dean James, tinggal siapa yang akan dimainkan. Kalau bermain di awal, saya rasa lebih bagus menempatkan Calvin Verdonk atau Kevin Diks di sana untuk membuat keseimbangan stabil di posisi belakang,” ujar Bung Ropan.
Selain kedua nama tersebut, masih ada opsi lain seperti Nathan Tjoe-A-On dan Justin Hubner yang juga fasih bermain di sisi kiri. Hal ini menunjukkan bahwa kedalaman skuad Timnas Indonesia saat ini cukup tebal untuk mengantisipasi absennya pemain pilar.












