• Tentang Kami
Wednesday, July 8, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Pasca Libur Lebaran 2026, WALHI Nilai Pengelolaan Sampah Yogyakarta Belum Optimal

Pada periode Lebaran 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman menyebut kenaikan sampah masih dalam kondisi terkendali.

byredaksi
April 8, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul saat beberapa waktu lalu ditinjau sejumlah anggota DPRD DIY

Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul saat beberapa waktu lalu ditinjau sejumlah anggota DPRD DIY. [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
47
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Permasalahan sampah kembali menjadi sorotan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setelah libur panjang Lebaran 2026.

Staf Advokasi dan Kampanye WALHI Yogyakarta, Egit Andre Kelana, menilai pemerintah daerah masih belum maksimal dalam mengantisipasi lonjakan sampah yang rutin terjadi saat musim liburan.

BERITA MENARIK LAINNYA

Viral Dugaan Pelecehan di Malioboro, Polisi: CCTV Tak Temukan Bukti

Tempat Nongkrong dan Billiard di Mergangsan Kebakaran, Diduga Korsleting

Egit menjelaskan, sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, peningkatan jumlah wisatawan selalu diikuti dengan bertambahnya volume sampah.

Namun hingga saat ini, Yogyakarta dinilai masih belum siap menangani persoalan tersebut secara menyeluruh, khususnya pasca libur panjang.

Pada periode Lebaran 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman menyebut kenaikan sampah masih dalam kondisi terkendali.

DLH Kota Yogyakarta mencatat peningkatan sekitar 7 persen atau setara 40 ton per hari. Sementara DLH Sleman mencatat kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen, yakni sekitar 60–90 ton per hari.

Meski begitu, Egit menilai angka tersebut tidak bisa langsung dijadikan indikator keberhasilan kebijakan pengelolaan sampah. Ia menilai penurunan dibandingkan tahun sebelumnya lebih disebabkan oleh faktor eksternal, seperti berkurangnya jumlah wisatawan di beberapa wilayah seperti Sleman dan Bantul.

Selain itu, tingkat hunian hotel di Kota Yogyakarta yang menurun juga mengindikasikan wisatawan tinggal lebih singkat, sehingga produksi sampah ikut berkurang.

“Artinya, kondisi yang terlihat terkendali ini lebih karena faktor situasional, bukan hasil dari sistem pengelolaan yang efektif,” ungkapnya.

Selama ini, menurut Egit, kebijakan pemerintah masih terpusat pada penanganan di bagian hilir, seperti pengangkutan sampah, pengosongan depo, serta penambahan armada dan petugas kebersihan.

Bahkan, pembukaan kembali TPA Piyungan kerap dilakukan untuk mengatasi lonjakan sampah saat musim liburan.

Padahal, jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, langkah tersebut hanya menyentuh aspek penanganan setelah sampah dihasilkan.

Sementara itu, upaya pengurangan dari hulu yang seharusnya menjadi prioritas utama masih belum digarap secara serius.

Ia juga menyoroti kebijakan pengurangan sampah yang masih bersifat sementara dan tidak terencana dengan baik. Hal ini terlihat dari penerbitan surat edaran yang umumnya hanya muncul menjelang libur panjang, seperti imbauan pengendalian sampah saat Idul Fitri.

Selain itu, kebijakan tersebut dinilai kurang tepat sasaran karena lebih menyasar masyarakat dan wisatawan sebagai konsumen, bukan pihak produsen utama sampah.

Padahal, sektor industri seperti hotel, restoran, pengelola wisata, hingga industri kemasan justru menjadi penyumbang besar timbulan sampah.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2025, komposisi sampah di DIY masih didominasi oleh sampah organik sebesar 41,23 persen. Namun, terjadi peningkatan pada sampah plastik menjadi 25,77 persen dan kertas/karton menjadi 14,53 persen. Kenaikan ini menunjukkan besarnya kontribusi sektor industri, terutama yang berkaitan dengan aktivitas pariwisata.

Egit menegaskan, tanggung jawab pengurangan sampah tidak seharusnya dibebankan kepada masyarakat semata. Pemerintah perlu mengambil langkah tegas dengan menyasar sektor industri sebagai penghasil utama sampah.

Sebagai solusi, WALHI Yogyakarta mengajukan tiga rekomendasi. Pertama, pemerintah daerah perlu menyusun peta jalan pengurangan sampah dari hulu secara terarah. Kedua, memperkuat kebijakan yang menyasar sektor industri dan produsen.

Ketiga, meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terpadu, adil, dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: Dinas Lingkungan HidupEgit Andre KelanalebaranPariwisatasampahTPA PiyunganWALHIwisatawanYogyakarta

Related Posts

Viral Dugaan Pelecehan di Malioboro, Polisi: CCTV Tak Temukan Bukti

Viral Dugaan Pelecehan di Malioboro, Polisi: CCTV Tak Temukan Bukti

July 6, 2026
Kebakaran melanda Vrama Billiard and Cafe serta Kanaya Munch & Migle, Jumat (3/7/2026) pagi.

Tempat Nongkrong dan Billiard di Mergangsan Kebakaran, Diduga Korsleting

July 3, 2026
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono, saat ditemui Kamis (2/7/2026).

Merapi Masih Siaga, Sri Sultan HB X Minta Wisatawan Tahan Diri Mendaki

July 2, 2026
Seorang pedagang daging ayam di Pasar Kranggan Kota Yogyakarta sedang menunggu pembeli, Kamis (2/7/2026).

Program MBG Libur, Harga Daging Ayam di Pasar Kranggan Turun

July 2, 2026
Landskap Kota Yogyakarta.

BPS Waspadai Kenaikan Biaya Pendidikan Jelang Tahun Ajaran Baru

July 2, 2026
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta Joko Prayitno saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026). [populi.id/Hadid Pangestu]

Sensus Ekonomi Kota Yogyakarta Capai 20,15 Persen, Sultan hingga Wali Kota Sudah Didata

July 2, 2026
Next Post
Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

Dubes Inggris Berkunjung ke Stasiun Yogyakarta, Pererat Hubungan Inggris dan Yogyakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.