YOGYAKARTA, POPULI.ID – Seorang pria lanjut usia berinisial RR (65), warga Kepulauan Bangka Belitung, ditemukan tidak bernyawa di rumah indekos eksklusif, daerah Kelurahan Klitren, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, pada Kamis (23/4/2026) malam.
Korban diduga sudah meninggal lebih dari satu hari karena tak terlihat keluar kos sejak Selasa (21/4/2026).
Ps Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi, mengatakan, kecurigaan bermula ketika penghuni kos mencium aroma tak sedap yang berasal dari dalam kamar korban.
Apalagi, mereka sudah tidak melihat korban beraktivitas keluar kamar selama beberapa hari. Dikatakan, terakhir korban beraktivitas keluar dan masuk kos pada Selasa (21/4/2026).
“Kemudian saksi mengecek kamar korban, akan tetapi dikunci dari dalam,” kata Anton, Jumat (24/4/2026).
Oleh karena itu, saksi memanggil tukang kunci untuk membuka pintu kamar korban dengan disaksikan petugas Bhabhinkamtibmas serta Ketua RT setempat.
Setelah pintu berhasil dibuka, saksi menemukan korban sudah terbujur kaku di dalam kamar kos yang sudah ditempati sejak Juli 2025.
“Korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan terlentang tanpa busana di lantai. Hidung dan mulut korban mengeluarkan darah serta tercium bau menyengat,” ucapnya.
Lantas petugas Bhabinkamtibmas menghubungi personel Polsek Gondokusuman dan tim Inafis Polresta Yogyakarta untuk olah TKP.
Pukul 20.00 WIB, tim Inafis Polresta Yogyakarta datang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Petugas kepolisian juga mengamankan sejumlah barang milik korban antara lain, dua unit handphone, dompet, charger, kotak berisi obat, dan sejumlah suplemen.
Sementara itu, Proses evakuasi korban melibatkan PSC 119 Kota Yogyakarta, pemadam kebakaran, dan PMI Kota Yogyakarta. Kemudian, jenazah korban dibawa ke RSUD Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari keterangan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Sehingga, korban diduga meninggal dunia karena sakit,” kata dia.
Anton menambahkan bahwa berdasarkan informasi saksi, korban berprofesi sebagai pembisnis biji kopi. Sampai saat ini, petugas kepolisian terus berupaya menghubungi keluarga korban, namun terkendala karena dua ponsel korban masih dalam kondisi terkunci menggunakan password. (populi.id/Dewi Rukmini)












