YOGYAKARTA, POPULI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai melakukan normalisasi Sungai Winongo di Bendung Tanjung, Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta, pada Jumat (24/4/2026).
Sebanyak dua unit alat berat traktor diterjunkan untuk membersihkan bantaran Sungai Winongo yang penuh sedimentasi sehingga mengakibatkan penyempitan aliran air.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa kegiatan normalisasi dan bersih-bersih Sungai Winongo melibatkan Balai Besar Serayu Opak, TNI, Polri, Satpol PP, hingga seluruh komunitas peduli sungai di Kota Yogyakarta.
Hasto menyebut, fokus pembersihan Sungai Winongo menyasar titik sebelah timur yang penuh sedimentasi bahkan kandang ternak.
“Sungai Winonggo ini sudah lama sekali tidak tersentuh kegiatan normalisasi. Sehingga kami lihat terutama di sisi timur penuh dengan kandang ayam, kandang burung, bahkan kemarin ada bank sampah,” ucapnya, Jumat (24/4/2026).
Hasto menyebut pihaknya telah menyosialisasikan rencana normalisasi Sungai Winongo itu sejak seminggu lalu. Dia bersyukur, warga bisa menerima kegiatan itu dengan lapang dada.
“Kami turunkan alat berat untuk normalisasi sungai agar bisa berfungsi dengan baik dan tidak terjadi luapan banjir ataupun longsor. Karena ketika sebelah timur penuh sedimen, kemudian airnya menghantam ke arah barat, maka sisi barat terancam longsor. Insya Allah dengan normalisasi ini bakal lebih baik alirannya,” jelas Hasto.
Selain membersihkan sedimen sungai, pihaknya juga melepas ribuan bibit ikan di Sungai Winongo.
Tujuannya agar habitat ekosistem ikan lebih terjaga sehingga bisa bermanfaat bagi warga yang hobi memancing.
Tak hanya itu, pihaknya juga bakal memasang trash barrier untuk menjaring sampah yang hanyut di sungai, supaya aliran air bersih serta jernih.
“Mudah-mudahan bisa jadi destinasi wisata. Di situ kan sudah banyak tempat-tempat yang dibikin untuk outlet, gazebo, serta spot-spot wisata. Kalau (sungai) bersih kan enak (dipandang),” paparnya.
Adapun untuk mengantisipasi kemunculan kandang ternak di bantaran sungai. Hasto menyebut komunitas peduli sungai bakal terus melakukan sosialisasi, edukasi, dan pemantauan agar tidak terulang lagi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, mengungkapkan selain Sungai Winongo, kegiatan normalisasi sungai juga menyasar Sungai Gajah Wong dan Sungai Code.
“Hari ini kami mulai dengan kick off normalisasi di Sungai Winongo. Karena sedimennya sudah cukup tinggi, terutama di sisi timur, sehingga kemarin mengakibatkan longsor di barat,” ujarnya.
“Harapannya dengan normalisasi itu, kondisi sungai menjadi lebih baik dan tebing permukiman di sekitar sungai akan semakim aman,” tambahnya.
Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA), Endang, berharap dengan adanya kegiatan normalisasi sungai bisa mewujudkan slogan Winongo Wisataku 2030.
“Sejak 2009 kami terus berproses membenahi sejumlah titik. Memang dari dulu sisi timur jadi tantangan tersendiri dan Alhamdulillah sekarang sudah mulai dieksekusi. Sehingga harapannya untuk menjadikan Winongo Wisataku 2030 bisa terwujud,” tuturnya.
Endang memaparkan selama ini kendala utama menjaga kawasan bantaran sungai agar steril dari kandang ternak seringkali beririsan dengan masalah ekonomi.
Kendati demikian, dia terus melakukan upaya edukasi dan bangun komitmen peduli sungai kepada masyarakat bantaran sungai.
“Kemarin pikirannya selalu berputaran dengan persoalan ekonomi, ya untuk kandang ayam. Ternyata dari pemerintah kota juga berinisiasi melakukan edukasi. Alhamdulillah masyarakat sudah bisa menerima bahwa apa itu (kandang ayam) benar untuk ekonomi atau malah bikin kumuh,” tandasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)











