• Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Gunungkidul

Bupati Gunungkidul Ungkap Alasan Investor Abaikan AMDAL: Lebih Murah Bayar Denda

Endah menyoroti perilaku para pengusaha besar yang mengabaikan kewajiban menyusun dokumen lingkungan, khususnya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
May 1, 2026
in Gunungkidul, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memaparkan masalah yang ada di wilayahnya dalam kegiatan Rakordal DIY, Kamis (30/4/2026)

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memaparkan masalah yang ada di wilayahnya dalam kegiatan Rakordal DIY, Kamis (30/4/2026). [tangkapan layar channel YouTube Pemda DIY]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

GUNUNGKIDUL, POPULI.ID – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengungkapkan fenomena banyaknya investor di wilayahnya yang lebih memilih membayar denda pelanggaran izin daripada mengurus dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Hal itu dipicu oleh pertimbangan biaya denda yang dianggap lebih murah dibandingkan biaya pengurusan dokumen lingkungan secara resmi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Atasi Longsor di Clongop, Pemda DIY Kerahkan Sejumlah Alat Berat

Sambut Nyepi, Umat Hindu DIY Gelar Upacara Melasti di Pantai Ngobaran

Fenomena itu disampaikan Endah dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah (Rakordal) DIY Triwulan I Tahun 2026 di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (30/4/2026).

Fenomena ketidakpatuhan ini menjadi sorotan karena mulai berdampak pada kerusakan ekosistem Gunung Sewu dan memicu krisis air bersih bagi warga lokal di wilayah Selatan.

Dalam paparannya, Endah menyoroti perilaku para pengusaha besar yang mengabaikan kewajiban menyusun dokumen lingkungan, khususnya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Berdasarkan pengamatannya, ada kalkulasi ekonomi yang menyimpang di kalangan investor.

“Mereka kebanyakan memilih membayar denda karena dibanding mengurus AMDAL-nya sama membayar dendanya itu lebih murah membayar dendanya,” ungkap Endah dikutip dari kanal YouTube JITV Pemda DIY, Jumat (1/5/2026).

Masalah ini diperparah oleh salah kaprah terhadap sistem Online Single Submission (OSS). Para pengusaha merasa bahwa begitu mengantongi izin dari sistem pusat tersebut, mereka sudah diperbolehkan melakukan pembangunan fisik secara masif. Padahal, OSS hanyalah pintu masuk yang harus diikuti dengan dokumen teknis lainnya.

“Sistem perizinannya yang OSS itu kemudian itulah yang mendasari mereka seolah-olah sudah diizinkan untuk membangun,” tambah Endah.

Padahal, kewajiban seperti AMDAL, Izin Mendirikan Bangunan (PBG), hingga Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) tetap wajib dipenuhi sebagai prasyarat operasional.

Ketidakpatuhan ini membawa konsekuensi serius bagi ekosistem Gunung Sewu. Endah melaporkan adanya 13 venue pariwisata yang mendapat protes keras dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) karena aktivitasnya merusak bentang alam karst.

Dampak kerusakannya pun mulai dirasakan warga di Kapanewon Tanjungsari dan Tepus. Berdasarkan data Pemkab, dua wilayah tersebut sebenarnya adalah lumbung pangan yang mengalami surplus. Namun kini harus menghadapi defisit untuk daya dukung air yang ekstrem akibat rusaknya area tangkapan air tanah oleh pembangunan hotel dan destinasi wisata.

“Tepus dan Tanjungsari ini bagian dari daerah yang surplus pangan, tetapi di sisi lain di sana sedang terjadi defisit untuk daya dukung air yang ekstrem karena pembangunan-pembangunan yang juga sebagian besar itu merusak bentang alam karst,” tutur Endah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Ghofar Ismail, mengakui bahwa edukasi dan pengawasan lapangan menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah. Ia menekankan bahwa kemudahan izin tidak boleh diartikan sebagai kebebasan untuk melanggar aturan.

“Ini merupakan PR kami untuk lebih mempromosikan bagaimana supaya investor pengusaha ini mendaftarkan ke OSS dengan kemudahan-kemudahan ke depan,” ujar Ghofar.

Ia menegaskan bahwa tugas pemerintah tidak berhenti pada penerbitan izin, melainkan harus memastikan apa yang direncanakan di atas kertas sesuai dengan fakta di lapangan.

“Selain melakukan proses perizinan itu, ke depan juga melakukan proses apa yang dinamakan pengawasan. Pengawasan itu perlu dan penting supaya apa yang sudah diizinkan itu sesuai dengan pelaksanaan di lapangan,” tegasnya.

Tags: AmdalBupati GunungkidulEndah Subekti KuntariningsihGunung SewuInvestorkerusakan ekosistemrapat koordinasi pengendalian pembangunan daerah

Related Posts

Ilustrasi longsor di Bantul

Atasi Longsor di Clongop, Pemda DIY Kerahkan Sejumlah Alat Berat

March 4, 2026
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih turut mengikuti prosesi Melasti di Pantai Ngobaran, Gunungkidul, Selasa (3/3/2026)

Sambut Nyepi, Umat Hindu DIY Gelar Upacara Melasti di Pantai Ngobaran

March 3, 2026
Ilustrasi ekonomi bisnis

Outlook Kredit Indonesia Menurun, Ekonom Desak Pemerintah Lakukan Ini

February 24, 2026
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memberikan SK kepada sejumlah kepala sekolah yang kembali menjadi guru

21 Kepala Sekolah di Gunungkidul Kembali Menjadi Guru karena Panggilan Jiwa

February 20, 2026
Bupati Gunungkidul Endah Subekti meninjau lokasi di wilayah Tancep, Ngawen yang terdampak longsor, Rabu (18/2/2026)

Pemkab Gunungkidul Relokasi Warga Terdampak Longsor di Tancep

February 19, 2026
Bupati Gunungkidul Endah Subekti meresmikan gedung UPT Puskesmas Tepus 1, Selasa (10/2/2026)

Resmikan Puskesmas Tepus Senilai Rp6,4 M, Bupati Endah Subekti Minta Pelayanan yang Humanis

February 10, 2026
Next Post
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan memaparkan kendala yang dihadapi di wilayahnya dalam Rakordal bersama Pemda DIY, Kamis (30/4/2026)

Bupati Kulon Progo Akui Investasi di Wilayahnya Mandek: Dicari di Google, 404 Error

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Penetapan UMK dan UMP DIY 2026 Berpotensi Mundur, Wali Kota Yogyakarta Berharap Ada Kenaikan

December 12, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.