• Tentang Kami
Wednesday, August 5, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Pakar UMY: Teknologi Saja Tak Cukup Cegah Kecelakaan

Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur menyoroti pentingnya penguatan budaya keselamatan perkeretaapian yang terintegrasi antara teknologi, manajemen, dan faktor manusia untuk mencegah kecelakaan di masa depan.

Gregorius BramantyobyredaksiandGregorius Bramantyo
May 2, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 2 mins read
A A
0
kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi menambah daftar kelam terkait kecelakaan kereta api di awal tahun 2026

kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi menambah daftar kelam terkait kecelakaan kereta api di awal tahun 2026. [Dok KNKT]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Peristiwa tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur baru-baru ini menjadi alarm bagi dunia transportasi tanah air. Insiden ini memicu diskusi mendalam mengenai kesiapan sistem keselamatan perkeretaapian nasional dalam menghadapi tantangan mobilitas yang semakin padat.

Pakar perkeretaapian dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi, menekankan bahwa kunci utama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa bukan sekadar pada kecanggihan teknologi, melainkan pada penguatan budaya keselamatan. Menurutnya, teknologi hanya satu pilar, sementara pilar lainnya adalah manajemen dan faktor manusia yang harus saling terkoneksi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Fenomena Sekolah Minim Siswa, Pengamat UMY Soroti Perubahan Demografi

Akademisi UMY Ungkap Mengapa AI Bakal Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

Terkait penyebab pasti insiden tersebut, Sri Atmaja mengimbau masyarakat agar menahan diri dari spekulasi yang tidak berdasar dan menunggu hasil analisis resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Investigasi ini sangat krusial untuk membedah akar permasalahan (root cause), apakah kegagalan berasal dari kendala teknis, kelalaian manusia, atau kelemahan sistemik,” katanya, dikutip dari laman resmi UMY, Sabtu (2/5/2026).

Meskipun Indonesia telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta adopsi standar internasional ISO 45001 dalam Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian (SMKP), implementasi di lapangan tetap memerlukan evaluasi rutin. Evaluasi ini harus menyentuh aspek vital seperti sistem persinyalan, alat komunikasi, kondisi jalur, hingga kedisiplinan petugas dalam mematuhi prosedur operasional.

Dalam perspektif teknis, Sri Atmaja menyoroti pentingnya prinsip fail-safe. Prinsip ini memastikan bahwa jika satu komponen mengalami gangguan, sistem secara otomatis akan beralih ke kondisi aman untuk mencegah kecelakaan fatal.

“Penggunaan teknologi seperti sistem interlocking dan pengereman berlapis menjadi bentuk mitigasi yang sangat efektif, terutama di wilayah dengan lalu lintas padat seperti Jabodetabek,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa sistem yang canggih sekalipun akan lumpuh tanpa sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Personel di lapangan dituntut memiliki kepekaan tinggi dalam mengidentifikasi risiko serta ketegasan dalam mengambil keputusan saat situasi kritis terjadi. Konsistensi dalam menjalankan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) pun menjadi harga mati untuk perbaikan layanan secara berkelanjutan.

Sri Atmaja menegaskan bahwa paradigma terhadap keselamatan harus diubah. Keselamatan bukan lagi dipandang sebagai beban biaya operasional, melainkan investasi jangka panjang untuk melindungi nyawa manusia. Pendekatan yang berorientasi pada pencegahan (prevention-oriented) harus selalu dikedepankan daripada sekadar bersikap reaktif setelah musibah terjadi.

“Keselamatan tidak bisa dilihat secara parsial. Ini adalah satu kesatuan sistem yang melibatkan prasarana, sarana, manusia, prosedur, hingga lingkungan eksternal,” paparnya.

Ke depan, tantangan jarak antar kereta (headway) yang semakin pendek menuntut presisi sistem yang tanpa celah. Selain faktor internal otoritas kereta api, kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga keamanan di sekitar jalur kereta juga memegang peranan vital.

Sri Atmaja menyebut bahwa visi nihil kecelakaan bukanlah hal yang mustahil jika semua elemen bersinergi.

“Jika budaya keselamatan sudah tertanam, maka sistem akan berjalan lebih efektif. Targetnya jelas zero accident,” pungkasnya.

Tags: KA Argo Bromo Anggrekkecelakaan keretaKNKTKRLpakar UMYUMY

Related Posts

Ilustrasi kelas kosong.

Fenomena Sekolah Minim Siswa, Pengamat UMY Soroti Perubahan Demografi

July 23, 2026
Ilustrasi AI memengaruhi geopolitik dunia

Akademisi UMY Ungkap Mengapa AI Bakal Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

July 21, 2026
Ilistrasi hukum yang berkeadilan

Soroti Pengalihan Isu Kasus Febrie Adriansyah, Ini Kata Pakar UMY

July 16, 2026
Ilustrasi korupsi

Korupsi Kepala Daerah Masih Marak, Pakar UMY: Ongkos Pilkada Jadi Penyebab

July 14, 2026
Ilustrasi pelecehan seksual

Rentetan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus Yogyakarta pada 2026, Ini Daftar Perkaranya

July 13, 2026
Ilustrasi kekerasan seksual atau pelecehan seksual

Dosen Farmasi UMY Dinonaktifkan Sementara Usai Tersangkut Dugaan Pelecehan Seksual

July 12, 2026
Next Post
Keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan pemain Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga.

Pemain Muda Bhayangkara FC Dilarang Main Bola Tiga Tahun Imbas Tendangan Kungfu, Pengamat: Hukuman Sudah Tepat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.