BANTUL, POPULI.ID – Setelah dilakukan pencarian intensif selama dua hari, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan nelayan yang hilang akibat kecelakaan kapal nelayan terbalik di kawasan Pantai Baru, Ngentak, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul.
Korban bernama Riza (30), warga Prokertan, Srandakan, ditemukan pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 11.52 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan mengapung sekitar 350 meter di sebelah barat lokasi kejadian perkara (LKP).
Sebelumnya, korban bersama dua rekannya berangkat melaut pada Rabu (13/5/2026). Saat berada di perairan Pantai Baru sekitar pukul 12.30 WIB, kapal yang mereka gunakan diterjang ombak hingga terbalik. Dua nelayan berhasil selamat, sedangkan Riza hilang terbawa arus.
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan proses pencarian dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan.
“Sejak laporan diterima, tim langsung melakukan upaya pencarian secara maksimal. Metode pencarian dilakukan melalui penyisiran laut menggunakan jukung, patroli darat di sepanjang pesisir, serta pemantauan udara memakai drone thermal,” kata Rio Banupanitis.
Menurutnya, kondisi cuaca yang cerah selama operasi berlangsung turut membantu proses pencarian korban.
Rio menjelaskan, operasi SAR hari kedua melibatkan sejumlah Search and Rescue Unit (SRU). Tim laut melakukan penyisiran hingga radius sekitar satu kilometer dari titik kejadian, sementara tim darat menyisir area pantai ke arah timur dan barat masing-masing sekitar 500 meter. Selain itu, beach patrol dilakukan hingga jarak sekitar 750 meter dari LKP.
“Korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dan selanjutnya dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut sambil menunggu proses identifikasi dari Inafis Polres Bantul. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing,” ujarnya.
Operasi pencarian tersebut melibatkan unsur SAR gabungan dari berbagai instansi serta potensi SAR di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. (populi.id/Hadid Pangestu)











