POPULI.ID – Tiga klub promosi Super League musim 2025/2026, Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, dan Persijap Jepara, berhasil membuktikan kapasitas mereka di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional. Ketiganya mampu bertahan untuk musim berikutnya setelah melalui perjalanan yang penuh tantangan sepanjang kompetisi berlangsung.
Meski tampil dengan performa yang naik-turun, ketiga tim tersebut dinilai sukses memberi persaingan sengit kepada klub-klub papan atas. Hasil akhir yang mereka raih menjadi bukti bahwa tim promosi juga mampu bersaing di level tertinggi.
Bhayangkara FC: Tampil Paling Menonjol
Bhayangkara FC menjadi tim promosi dengan pencapaian terbaik musim ini. Klub yang naik ke Super League sebagai runner-up Liga 2 itu sempat mengalami masa sulit dan berkutat di papan bawah pada paruh pertama musim.
Situasi berubah setelah manajemen melakukan perombakan skuad di bursa transfer pertengahan musim. Kehadiran pemain seperti Ryo Matsumura, Sho Yamamoto, dan Privat Mbarga mampu meningkatkan performa tim secara signifikan.
Klub berjuluk The Guardians itu pun kembali menunjukkan tajinya dengan merangsek ke papan atas hingga menutup musim di posisi kelima klasemen. Mereka juga menutup kompetisi dengan kemenangan besar 7-0 atas PSBS Biak pada laga terakhir.
PSIM Yogyakarta: Bersinar di Awal Musim
Sebagai juara Liga 2 musim sebelumnya, PSIM Yogyakarta langsung tampil meyakinkan pada awal musim Super League. Bersama pelatih Jean-Paul van Gastel, Laskar Mataram sukses menyapu bersih empat laga perdana dengan kemenangan dan sempat menghuni papan atas klasemen. PSIM juga mampu mencuri poin di markas Persebaya Surabaya serta menahan imbang juara bertahan Persib Bandung.
Namun memasuki putaran kedua, performa mereka mulai menurun drastis. Salah satu catatan terburuk adalah delapan pertandingan beruntun tanpa kemenangan. Meski kalah 1-3 dari Arema FC pada laga penutup musim, PSIM tetap aman dari degradasi setelah finis di posisi ke-11 dengan raihan 45 poin.
Persijap Jepara: Bangkit di Momen Penting
Sementara itu, Persijap Jepara yang promosi lewat jalur play-off sempat diperkirakan bakal kesulitan bertahan karena terus berada di papan bawah pada awal kompetisi.
Akan tetapi, Laskar Kalinyamat berhasil bangkit berkat kontribusi pemain asing asal Spanyol seperti Tiri dan Iker Guarrotxena. Kehadiran mereka membuat lini pertahanan Persijap tampil lebih solid dan sulit ditembus lawan.
Menjelang akhir musim, Persijap mampu mencatat hasil positif dengan menahan imbang Borneo FC dan Persib Bandung tanpa gol. Mereka akhirnya menutup musim di posisi ke-13 dengan koleksi 36 poin sekaligus memastikan tiket bertahan di Super League musim depan.











![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)