• Tentang Kami
Thursday, June 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Rekonstruksi Kekerasan Daycare Little Aresha: Terungkap Arahan Ikat Anak hingga 8 Jam

Mirisnya, tindakan tak bermoral itu rupanya bersumber dari arahan Ketua Yayasan Daycare Aresha. Bahkan, tindakan itu sudah menjadi kebiasaan dan turun-temurun

byredaksi
June 10, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
satu di antara sejumlah tersangka sedang memperagakan aksi mengikat anak yang dititipkan di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta, saat rekontruksi pada Selasa (10/6/2026).

satu di antara sejumlah tersangka sedang memperagakan aksi mengikat anak yang dititipkan di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta, saat rekontruksi pada Selasa (10/6/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta mereka ulang 23 adegan dalam agenda rekonstruksi kasus penganiayaan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Selasa (9/6/2026). Gelaran rekontruksi itu mengungkap sejumlah fakta mengejutkan terkait tindakan kekerasan yang dialami para korban.

Antara lain ketika para tersangka mengikat tubuh korban hingga membiarkan tidur dalam kondisi terlentang di matras lantai. Kondisi itu diperparah dengan fasilitas ruangan yang sempit dan tanpa pendingin udara.

BERITA MENARIK LAINNYA

13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Jalani Rekonstruksi, Orang Tua Korban Tak Kuasa Menahan Emosi

Polisi Reka Ulang 23 Adegan Kekerasan Daycare Little Aresha

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengungkapkan bahwa praktik pengikatan itu dilakukan secara berkala setiap hari. Ikatan pada tubuh korban yang masih bayi atau baduta (bawah dua tahun) baru dilepas saat waktu makan, mandi, maupun ketika menjelang dijemput oleh orang tuanya. Bahkan, durasi anak dalam kondisi terikat dikatakan sangat bergantung pada jam jemput orang tua.

“Tergantung anaknya (dijemput orang tua). Kadang-kadang ada anak yang diambil (dijemput) jam 10, jam 12, jam 2 siang, atau jam 5 sore. Jadi semua tergantung dari orang tua mengambilnya kapan,” ucapnya.

Selain diikat, anak-anak juga diperlakukan tidak manusiawi karena ditidurkan dalam keadaan terikat, terlentang di playmate tanpa baju, sehingga tidak bisa bergerak. Saat penggerebekan pun polisi juga menemukan para korban dalam kondisi tidur terlentang, muntah, dan menanggis karena tidak bisa bergerak.

“Saat kita lakukan penggerebekan, kita lihat langsung ada anak dalam kondisi telentang, muntah, dan menangis karena sama sekali tidak bisa bergerak. Orang dewasa saja kalau digituin pasti tidak akan bisa bergerak,” ujarnya.

Mirisnya, tindakan tak bermoral itu rupanya bersumber dari arahan Ketua Yayasan. Bahkan, tindakan itu sudah menjadi kebiasaan dan turun-temurun diwariskan dari pengasuh lama ke pengasuh baru.

“Jaksa juga sempat menanyakan apakah ada perintah langsung? Lalu salah satu tersangka menjelaskan itu memang disampaikan sama Ketua Yayasan, ‘Udah kalau mereka nanti laru-larian atau sulit dimandikan, diikat saja’. Itu tadi yang disampaikan salah satu tersangka,” jelasnya.

Adrian menyebut, Ketua Yayasan juga berperan menjemput korban anak di pagar daycare. Kemudian mengantarkan korban ke dalam untuk diserahkan kepada para pengasuh yang ada di setiap ruangan-ruangan daycare.

Dikabarkan sebelumnya, polisi telah menetapkan sebanyak 13 tersangka dalam kasus penganiayaan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta. Belasan tersangka itu meliputi Ketua Yayasan (DK), Kepala Sekolah (AP), dan 11 pengasuh berinisial FN, NF, LS, EN, SRM, DR, HP, GA, SRJ, DO, dan DM. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: daycare little AreshakekerasanKompol Riski AdrianPenganiayaanPolresta Yogyakartarekonstruksi

Related Posts

Suasana rekontruksi kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).

13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Jalani Rekonstruksi, Orang Tua Korban Tak Kuasa Menahan Emosi

June 9, 2026
Salah satu tersangka melakukan reka adegan dalam kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).

Polisi Reka Ulang 23 Adegan Kekerasan Daycare Little Aresha

June 9, 2026
Ilustrasi penganiayaan

Polisi Bekuk Pelaku Penganiaya Petugas TPR Parangtritis

June 5, 2026
Polisi saat mengamankan kejadian aksi penganiayaan dua orang pemuda kepada pengendara ojol di Jalan Menteri Supeno, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Rabu (3/6/2026).

Tak Terima Diklakson, Dua Pemuda Mabuk Aniaya Pengendara Ojol di Umbulharjo

June 4, 2026
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, dan Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riski Adrian, menunjukkan barang bukti dan foto pelaku pembacokan yang menewaskan seorang pelajar, Jumat (22/5/2026).

Polisi Masih Buru Empat Pelaku Diduga Terlibat Penganiayaan di Kotabaru

May 25, 2026
Ilustrasi daycare

Pakar UGM Soroti Banyaknya Daycare Belum Berizin di Indonesia

May 22, 2026
Next Post
Pengacara korban meninggal dunia atas dugan malapraktik di RSUD Prambanan, Purnomo Susanto saat diwawnacarai pada Rabu (10/6/2026).

Keluarga Korban Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan Desak Polisi Amankan Rekam Medis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.