• Tentang Kami
Sunday, July 26, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Rekonstruksi Kekerasan Daycare Little Aresha: Terungkap Arahan Ikat Anak hingga 8 Jam

Mirisnya, tindakan tak bermoral itu rupanya bersumber dari arahan Ketua Yayasan Daycare Aresha. Bahkan, tindakan itu sudah menjadi kebiasaan dan turun-temurun

byredaksi
June 10, 2026
in headline, Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
satu di antara sejumlah tersangka sedang memperagakan aksi mengikat anak yang dititipkan di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta, saat rekontruksi pada Selasa (10/6/2026).

satu di antara sejumlah tersangka sedang memperagakan aksi mengikat anak yang dititipkan di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta, saat rekontruksi pada Selasa (10/6/2026). [populi.id/Dewi Rukmini]

0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta mereka ulang 23 adegan dalam agenda rekonstruksi kasus penganiayaan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Selasa (9/6/2026). Gelaran rekontruksi itu mengungkap sejumlah fakta mengejutkan terkait tindakan kekerasan yang dialami para korban.

Antara lain ketika para tersangka mengikat tubuh korban hingga membiarkan tidur dalam kondisi terlentang di matras lantai. Kondisi itu diperparah dengan fasilitas ruangan yang sempit dan tanpa pendingin udara.

BERITA MENARIK LAINNYA

Nekat Melaju Saat Palang Turun, Truk Box Hantam Perlintasan KA Timoho

Polisi Kantongi Identitas Penyokong Dana DPO Penganiaya Pelajar di Kotabaru

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengungkapkan bahwa praktik pengikatan itu dilakukan secara berkala setiap hari. Ikatan pada tubuh korban yang masih bayi atau baduta (bawah dua tahun) baru dilepas saat waktu makan, mandi, maupun ketika menjelang dijemput oleh orang tuanya. Bahkan, durasi anak dalam kondisi terikat dikatakan sangat bergantung pada jam jemput orang tua.

“Tergantung anaknya (dijemput orang tua). Kadang-kadang ada anak yang diambil (dijemput) jam 10, jam 12, jam 2 siang, atau jam 5 sore. Jadi semua tergantung dari orang tua mengambilnya kapan,” ucapnya.

Selain diikat, anak-anak juga diperlakukan tidak manusiawi karena ditidurkan dalam keadaan terikat, terlentang di playmate tanpa baju, sehingga tidak bisa bergerak. Saat penggerebekan pun polisi juga menemukan para korban dalam kondisi tidur terlentang, muntah, dan menanggis karena tidak bisa bergerak.

“Saat kita lakukan penggerebekan, kita lihat langsung ada anak dalam kondisi telentang, muntah, dan menangis karena sama sekali tidak bisa bergerak. Orang dewasa saja kalau digituin pasti tidak akan bisa bergerak,” ujarnya.

Mirisnya, tindakan tak bermoral itu rupanya bersumber dari arahan Ketua Yayasan. Bahkan, tindakan itu sudah menjadi kebiasaan dan turun-temurun diwariskan dari pengasuh lama ke pengasuh baru.

“Jaksa juga sempat menanyakan apakah ada perintah langsung? Lalu salah satu tersangka menjelaskan itu memang disampaikan sama Ketua Yayasan, ‘Udah kalau mereka nanti laru-larian atau sulit dimandikan, diikat saja’. Itu tadi yang disampaikan salah satu tersangka,” jelasnya.

Adrian menyebut, Ketua Yayasan juga berperan menjemput korban anak di pagar daycare. Kemudian mengantarkan korban ke dalam untuk diserahkan kepada para pengasuh yang ada di setiap ruangan-ruangan daycare.

Dikabarkan sebelumnya, polisi telah menetapkan sebanyak 13 tersangka dalam kasus penganiayaan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha Kota Yogyakarta. Belasan tersangka itu meliputi Ketua Yayasan (DK), Kepala Sekolah (AP), dan 11 pengasuh berinisial FN, NF, LS, EN, SRM, DR, HP, GA, SRJ, DO, dan DM. (populi.id/Dewi Rukmini)

Tags: daycare little AreshakekerasanKompol Riski AdrianPenganiayaanPolresta Yogyakartarekonstruksi

Related Posts

Bangkai patahan palang pintu perlintasan sebidang di JPL 349, Jalan Timoho, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, setelah ditabrak sebuah truk box misterius pada Selasa (21/7/2026).

Nekat Melaju Saat Palang Turun, Truk Box Hantam Perlintasan KA Timoho

July 21, 2026
Kanit 3 Satreskrim Polresta Yogyakarta, Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba, saat ditemui di Mapolresta Yogyakarta, pada Selasa (7/7/2026).

Polisi Kantongi Identitas Penyokong Dana DPO Penganiaya Pelajar di Kotabaru

July 7, 2026
satu tersangka mereka ulang adegan ketika membacok pelajar hingga mengakibatkan meninggal dunia dalam rekontruksi di halaman Mapolresta Yogyakarta, pada Selasa (7/7/2026).

Polresta Yogyakarta Gelar Rekonstruksi Penganiayaan Tewaskan Pelajar di Kotabaru, Korban Terkena Bacok di Dada

July 7, 2026
Tersangka kekerasan kepada balita di Daycare Little Aresha saat dibawa ke mobil tahanan.

Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Meluas, Tersangka Kini 27 Orang

July 6, 2026
Viral Dugaan Pelecehan di Malioboro, Polisi: CCTV Tak Temukan Bukti

Viral Dugaan Pelecehan di Malioboro, Polisi: CCTV Tak Temukan Bukti

July 6, 2026
Tersangka kekerasan kepada balita di Daycare Little Aresha saat dibawa ke mobil tahanan.

13 Tersangka Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Dilimpahkan ke Kejari Yogyakarta

June 25, 2026
Next Post
Pengacara korban meninggal dunia atas dugan malapraktik di RSUD Prambanan, Purnomo Susanto saat diwawnacarai pada Rabu (10/6/2026).

Keluarga Korban Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan Desak Polisi Amankan Rekam Medis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.