• Tentang Kami
Monday, June 29, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Cendekia

Pelatihan Manajer KDMP Sisakan Duka, Peneliti UGM Sarankan Hal Ini

pelatihan dasar militer untuk manajer KDMP dalam bentuk baris berbaris, apel bendera, lari, dan memegang senjata memang jauh dari deskripsi pekerjaan yang akan diemban

byredaksi
June 28, 2026
in Cendekia, headline
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Diklat calon manajer KDMP yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan

Diklat calon manajer KDMP yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan. [Instagram/Kementerian Pertahanan]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Berita duka kembali datang dari pelatihan manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kegiatan pelatihan ala militer ini kembali meninggalnya salah satu dari calon manajer tersebut. Tercatat sudah ada 5 korban meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Dosen dan peneliti di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik UGM Subarsono mengungkapkan pelatihan dasar militer untuk manajer KDMP dalam bentuk baris berbaris, apel bendera, lari, dan memegang senjata memang jauh dari deskripsi pekerjaan yang akan diemban oleh manajer koperasi.

BERITA MENARIK LAINNYA

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih yang Meninggal Dunia saat Latsarmil, Ini Penyebabnya

Massa Forum BEM DIY Kembali Geruduk DPRD, Tagih Janji Bertemu Anggota Dewan

Menurutnya, seharusnya tugas utama manajer koperasi adalah mengeksekusi kebijakan strategis yang dibuat pengurus dalam tindakan operasional harian.

“Mereka bertanggung jawab untuk mengelola staf, mengawasi arus kas, memastikan target penjualan tercapai, serta melaporkan kinerja bisnis kepada pengurus secara berkala demi kesejahteraan anggota,” jelasnya dilansir dari laman UGM, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, pelatihan yang diberikan seharusnya berkaitan dengan tata kelola koperasi, kepemimpinan dan manajemen SDM, manajemen keuangan digital, kewirausahaan dan inovasi model bisnis, perencanaan strategis, dan pemasaran terutama e-marketing.

Meski begitu, Subarsono mengatakan bahwa pelatihan dasar ini bukannya tak bermanfaat. Tentunya bermanfaat dalam dimensi kedisiplinan. Namun ia mengingatkan bahwa operasionalisasi konsep disiplin di setiap bidang tentunya berbeda.

Dalam bidang koperasi, kata Subarsono, disiplin bisa diterjemahkan bahwa manajer mampu membuat laporan tepat waktu, berperilaku transparan dan akuntabel, tidak menggunakan fasilitas koperasi untuk kepentingan dirinya sendiri dan menyediakan produk dan layanan seperti kebutuhan pelanggan atau anggota serta tidak menjual barang ilegal.

“Sedang dalam dunia militer terjemahan disiplin bisa berbeda, misalnya ikut apel pagi tepat waktu, tunduk pada perintah atasan, dan tidak salah dalam berbaris,” jelasnya.

Ada pun implikasi besar yang terjadi ketika manajer koperasi dilatih secara militeristik, seperti yang dijabarkan Subarsono, yaitu yang pertama, ialah lunturnya demokrasi dalam koperasi.

Penggunaan pendekatan militer dalam berbagai program sipil, terutama dalam KDMP dinilainya kurang tepat. Pasalnya, koperasi merupakan organisasi sipil yang mengutamakan prinsip demokrasi, partisipasi anggota dan musyawarah. Sedangkan, organisasi militer memiliki budaya sistem komando, komunikasi satu arah dan absennya budaya dialog.

“Ketika manajer koperasi dilatih secara militeristik, ada potensi akan menggunakan pendekatan militer dalam tatakelola koperasi, dan menggeser budaya demokrasi ke arah sistem komando, komunikasi satu arah, jauh dari partisipasi dan  hilangnya budaya dialog,” pungkasnya.

Kedua, Subarsono menjelaskan bawa sangat mungkin inovasi berkurang, karena manajer terjebak pada SOP yang sudah baku dan hanya sekadar mengejar target.

Pegawai serta anggota jadi enggan menyampaikan ide baru, karena ruang dialog hilang diganti dengan sistem komando. Berbagai kasus pendirian KDMP di lokasi yang tidak tepat, seperti di lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk atau di perbukitan atau bahkan di tengah hutan sebagai bukti tidak adanya dialog antara pemegang otoritas KDMP dengan warga setempat.

“Masyarakat hanya dipandang sebagai obyek dalam kehadiran proyek KDMP sehingga publik tidak akan merasa memiliki,” tegasnya.

Dengan kasus meninggalnya empat peserta dalam latsarmil ini dianggap Subarsono sebagai peringatan dan alasan yang kuat untuk menghentikan kegiatan ini. Perlu adanya evaluasi terhadap sistem pelatihan manajer koperasi yang sudah memakan lima korban jiwa sampai hari ini.

“Untuk itu, perlu desain pelatihan baru yang cocok agar tidak ada korban lagi di kemudian hari,” harapnya.

Selain itu, ia mendorong pemerintah perlu terbuka dan mau mendengarkan pendapat dari para pemangku kepentingan di luar pemerintah agar bisa menghasilkan model pelatihan yang tepat bagi manajer KDMP sebagai wujud dari implementasi negara demokrasi.

Dialog dan Forum Group Discussion (FGD) antar pemerintah (Kementerian Koperasi), para pelaku koperasi yang telah sukses (baik di sektor pemerintah atau swasta), pakar koperasi dan masyarakat perlu diinisiasi agar tata kelola koperasi lebih ramah dan menggunakan prinsip good governance.

Penguasa perlu menghilangkan arogansinya dan menyadari bahwa kebijakan yang telah dibuat selama ini melahirkan kesalahan dan diperlukan kesadaran untuk bersedia menata kembali sistem pelatihan yang lebih bagus.

Subarsono menilai bahwa publik akan lebih menghargai kebijakan baru, yakni desain baru pelatihan daripada pemerintah tetap bersiteguh pada kebijakan lama yang berpotensi menggerus kepercayaan publik pada pemerintah.

“Luka batin keluarga korban khususnya dan publik pada umumnya akan terobati ketika mendengar bahwa pemerintah bersedia melahirkan kebijakan inovasi pelatihan,” pesannya.

Sistem kelembagaan dalam tata kelola KDMP juga perlu diubah dari akar agar tepat dan benar secara manajemen dan organisatoris. Kementerian Koperasi seharusnya menjadi pemegang otoritas yang tepat untuk memberikan pelatihan manajer KDMP, bukan kementerian Pertahanan/TNI.

Namun, tidak menutup kemungkinan, bahwa kementerian Koperasi bisa berkolaborasi dengan kementerian  lain yang dipandang bisa memberikan kontribusi dalam proses pembelajaran  yang berkaitan dengan manajerial koperasi.

Tags: KDMPlatihan dasar kemiliteranmeninggal duniapelatihanpeneliti UGMSubarsono

Related Posts

Pelatihan militer dalam program Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan.

Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih yang Meninggal Dunia saat Latsarmil, Ini Penyebabnya

June 27, 2026
Puluhan massa aksi dari Forum BEM DIY berdialog dengan sejumlah anggota DPRD DIY pada Selasa (23/6/2026).

Massa Forum BEM DIY Kembali Geruduk DPRD, Tagih Janji Bertemu Anggota Dewan

June 25, 2026
Puluhan massa mahasiswa yang tergabung Forum BEM DIY menggelar aksi di Kantor DPRD DIY, Jumat (19/6/2026).

Forum BEM DIY Gelar Aksi di DPRD, Sampaikan Delapan Tuntutan

June 19, 2026
Ilustrasi pengelolaan Makan Bergizi Gratis atau MBG

Pakar Analisis Kebijakan Publik Nilai Usulan Kampus Terlibat di MBG Melenceng dari Tupoksi Universitas

May 13, 2026
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara kecelakaan beruntun di Tirtomartani, Kalasan, Sleman, DIY, Rabu (22/4/2026). (Polresta Sleman)

Kecelakaan di Jalan Jogja–Solo Km 13, Satu Pengendara Meninggal Dunia

April 22, 2026
Suasana olah Tempat Kejadian Perkara di lokasi pemuan mayat di saluran irigasi wilayah Harjobinangun, Pakem, Sleman, DIY, Senin pagi (20/4/2026). (Polresta Sleman)

Warga Pakem Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

April 20, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.