POPULI.ID – Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diproyeksikan melahirkan manajer-manajer andal untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) diwarnai duka mendalam. Hingga Sabtu (27/6/2026), tercatat sebanyak lima orang peserta meninggal dunia saat tengah menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil) atau bela negara.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menegaskan bahwa seluruh peserta sebenarnya telah melewati serangkaian seleksi kesehatan yang ketat, mulai dari tes laboratorium hingga kesehatan jiwa. Namun, ia menyebutkan bahwa kelima korban memiliki karakteristik dan kondisi medis yang berbeda-beda saat di lapangan.
“Kelima peserta tersebut memiliki karakteristik dan kondisi medis yang berbeda-beda. Seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, baik di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan,” ujar Ketut dalam konferensi pers di kantor Kemhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Berikut adalah daftar lengkap kelima peserta yang gugur beserta penyebab kematian berdasarkan keterangan resmi medis:
1. Yonanda Muhammad Taufiq (Henti Jantung)
Yonanda merupakan peserta yang bertugas di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Insiden bermula pada Rabu (17/6/2026) saat almarhum mengikuti pengenalan lingkungan dengan berjalan kaki. Sekitar pukul 17.17 WIB, ia ditemukan mengalami penurunan kesadaran oleh pelatih. Meski sempat dilarikan ke RS dr. Noesmir Baturaja dan mendapat tindakan medis intensif, Yonanda dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.30 WIB dengan diagnosis cardiac arrest atau henti jantung.
2. Anisa Muyassaroh (Heat Stroke)
Peserta asal Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan ini mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (18/6/2026). Saat sedang mengikuti sesi pembelajaran pukul 13.35 WITA, Anisa mengeluhkan sesak napas dan mual. Setelah dievakuasi ke RST dr. Hardjanto, kondisinya terus memburuk hingga hasil EKG menunjukkan flat asystole. Tim medis menyatakan penyebab kematiannya adalah heat stroke atau serangan panas.
3. Novia Rahmadhani Sihotang (TB Paru Aktif)
Novia, yang menjalani pelatihan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, dilaporkan mengalami batuk berdahak, demam, dan sesak napas pada Senin (22/6/2026). Ia kemudian dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa keesokan harinya. Berdasarkan hasil foto toraks dan pemeriksaan intensif di ruang ICU isolasi, dokter mendiagnosis almarhumah menderita Tuberkulosis (TB) paru aktif. Novia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (23/6/2026) pukul 15.13 WIB.
4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (Pneumonia)
Berlatih di Satdik Yon PARAKO 465, Rifki mengeluhkan sesak napas dan badan lemas pada Kamis (25/6/2026). Meskipun sempat mendapatkan terapi oksigen dan kondisinya dinilai stabil, keluhan tersebut muncul kembali pada malam harinya. Ia kemudian dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa dan menjalani perawatan di ICU. Rifki dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) dini hari akibat pneumonia (infeksi paru-paru) yang disertai komplikasi medis, termasuk riwayat hipertensi dan obesitas.
5. Nola Dya Sari (Henti Jantung)
Korban kelima adalah Nola Dya Sari dari Satdik C Kalimantan yang meninggal pada Jumat (26/6/2026) malam. Setelah mengikuti kegiatan kelas di sore hari, ia mengeluhkan sesak napas dan suhu tubuh yang panas. Nola sempat dirujuk dari RS Singkawang ke RSUD Abdul Aziz untuk penanganan lebih lanjut. Namun, dalam proses perawatan, terjadi henti jantung. Upaya resusitasi jantung paru (RJP) tidak membuahkan hasil, dan ia dinyatakan meninggal pada pukul 21.03 WIB.
Langkah Evaluasi Kemhan
Menyusul rentetan kejadian ini, Kementerian Pertahanan memastikan telah melakukan evaluasi menyeluruh. Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara kini melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan secara berkala, penyesuaian intensitas kegiatan sesuai kondisi fisik peserta, serta penguatan pengawasan medis di setiap satuan pendidikan untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



