POPULI.ID – Harapan publik Korea Selatan untuk melihat tim nasional mereka bersinar di Piala Dunia 2026 berakhir dengan kenyataan pahit. Tim yang dijuluki Taeguk Warriors ini harus angkat koper lebih awal setelah tersingkir secara tragis di babak penyisihan grup. Performa yang jauh di bawah ekspektasi ini memicu krisis besar, memaksa para petinggi federasi hingga bintang utama tim menyampaikan permohonan maaf terbuka yang penuh emosi.
Berikut adalah fakta-fakta di balik kegagalan total Korea Selatan yang mengguncang publik Negeri Gingseng tersebut:
1. Start Menjanjikan Berujung Petaka
Korea Selatan sebenarnya memulai kampanye di Grup A dengan sangat meyakinkan lewat kemenangan comeback 2-1 atas Republik Ceko. Namun, performa mereka merosot tajam di dua laga berikutnya. Anak asuh Hong Myung-bo ini dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1 dari Meksiko akibat kesalahan individu, dan kembali kalah 0-1 dari Afrika Selatan di laga penentuan yang krusial.
2. Gagal Bersaing di Jalur Peringkat Ketiga Terbaik
Meski finis di posisi ketiga grup dengan koleksi tiga poin, Korea Selatan tetap tidak mampu melaju ke babak gugur. Dalam klasemen tim peringkat ketiga terbaik, posisi mereka terpuruk di urutan ke-10 dari 12 tim, hanya berada di atas Skotlandia dan Uruguay. Harapan mereka resmi sirna setelah Republik Demokratik Kongo menaklukkan Uzbekistan dengan skor 3-1, yang memastikan Korea Selatan tidak masuk dalam kuota delapan tim peringkat ketiga yang lolos.
3. Park Hang-seo Menunduk Malu dan Meminta Maaf
Sebagai Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) sekaligus kepala delegasi, Park Hang-seo secara terbuka pasang badan atas kegagalan ini. Dalam konferensi pers di Zapopan, Meksiko, Park membungkuk dalam-dalam sebagai tanda penyesalan.
“Sebagai manajer umum, saya menyampaikan permintaan maaf terdalam karena menghasilkan hasil yang jauh dari harapan publik,” ujar Park dikutip dari mediaย Vietnam, Lam Dong, Selasa (29/6/2026).
4. Surat Emosional Son Heung-min
Kapten tim Son Heung-min mengungkapkan rasa sakit hatinya melalui sebuah surat panjang di media sosial pada 29 Juni 2026. Ia menyebut kegagalan ini sebagai mimpi yang hancur dan mengakui bahwa permintaan maaf sederhana tidak akan cukup untuk mengobati kekecewaan fans. Menariknya, surat yang sangat emosional tersebut dihapus hanya beberapa menit setelah diunggah, mencerminkan beban mental berat yang dipikul sang bintang yang juga gagal mencetak satu pun gol selama turnamen.
5. Pengunduran Diri Pelatih Hong Myung-bo
Kegagalan ini langsung memakan korban di kursi kepelatihan. Pelatih kepala Hong Myung-bo secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya setelah Korea Selatan dipastikan tersingkir. Keputusan ini diambil di tengah kritik tajam dari publik yang menyoroti gaya bermain tim yang dianggap terlalu berhati-hati dan fokus hanya untuk meraih hasil imbang. Hong menyatakan bertanggung jawab penuh atas performa buruk skuadnya.
6. Sambutan Cemoohan di Bandara Incheon
Kepulangan timnas Korea Selatan pada Selasa (30/6/2026) pagi disambut atmosfer dingin di Bandara Internasional Incheon. Bukannya dukungan, lebih dari 200 penggemar dan YouTuber justru berkumpul untuk melontarkan hujatan dan cemoohan kepada para pemain dan staf. Sorakan ejekan terus menghujani tim saat mereka memasuki aula kedatangan, hingga para pemain dilaporkan langsung meninggalkan bandara dengan bus tanpa memberikan banyak tanggapan kepada media.
7. Intervensi Pemerintah dan Penyelidikan KFA
Tragedi sepak bola ini menarik perhatian hingga ke tingkat pemerintahan tertinggi. Presiden Lee Jae-myung secara resmi memerintahkan agar dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan penuh terhadap KFA. Langkah ini diambil guna mengevaluasi proses persiapan tim nasional dan memastikan kegagalan memalukan serupa tidak terulang kembali di masa depan demi mengembalikan kepercayaan masyarakat.








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



