YOGYAKARTA, POPULI.ID – Polresta Yogyakarta menggelar kegiatan rekonstruksi kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pelajar AA (17) di depan SMAN 3 Yogyakarta. Gelaran rekontruksi itu berlangsung di halaman Mapolresta Yogyakarta pada Selasa (7/7/2026).
Sebanyak dua tersangka berinisial L (18) dan YSF (18) dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut. Dengan memakai baju tahanan warna jingga, dua tersangka itu melakukan reka ulang tindakan ketika melakukan penganiayaan kepada korban.
Kanit 3 Satreskrim Polresta Yogyakarta, Ipda Gara Kinarta Immanuel Purba, mengungkapkan total ada 19 adegan yang direka ulang oleh para tersangka. Belasan adegan itu mulai saat pelaku dan korban berpapasan di Jalan Magelang hingga tindakan pengejaran dan korban dibacok di depan SMAN 3 Yogyakarta.
“Dalam adegan tadi jelas terlihat bahwa korban menerima bacokan satu kali tepat pada dada atas bagian kanan. Sehingga ketika proses korban dibawa ke rumah sakit, di perjalanan korban terjatuh. Faktanya ketika ditolong oleh ambulance gereja, dalam perjalanan menuju rumah sakit sampai di rumaah sakit korban sudah meninggal dunia. Ya kena bacokan di dada,” papar Gara, Selasa (7/7/2026).
Pada rekonstruksi kali itu, polisi menggunakan pemeran pengganti untuk mereka ulang adegan karena ada beberapa pelaku yang masih dalam pencarian. Gara menyebut hingga kini masih ada tiga pelaku utama yang masuk daftar pencarian orang (DPO).
Sedangkan jumlah total pelaku ada enam orang, tiga tersangka diantaranya sudah diamankan polisi. Dari tiga tersangka yang sudah diamankan hanya dua orang yang dihadirkan dalam rekontruksi, karena satu tersangka masih anak di bawah umur.
“Kami dari Satreskrim Polresta Yogyakarta akan terus melalukan pencarian terhadap orang-orang yang masih berstatus DPO,” tegasnya. (populi.id/Dewi Rukmini)







![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



