• Tentang Kami
Saturday, July 11, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home Kota Yogyakarta

Jelang Tahun Ajaran Baru, Pedagang Seragam Sekolah di Yogyakarta Keluhkan Omzet Turun

Jelang tahun ajaran baru, omzet pedagang seragam sekolah di Yogyakarta turun hingga 50 persen akibat sepinya pembeli.

byredaksi
July 11, 2026
in Kota Yogyakarta
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Salah satu penjual perlengkapan sekolah di Jalan Ibu Ruswo, Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Salah satu penjual perlengkapan sekolah di Jalan Ibu Ruswo, Gondomanan, Kota Yogyakarta. [populi.id/Hadid Pangestu]

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

YOGYAKARTA, POPULI.ID – Sejumlah pedagang perlengkapan sekolah di Kota Yogyakarta mengaku belum merasakan lonjakan pembeli menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Bahkan, omzet penjualan disebut mengalami penurunan hingga hampir 50 persen dibandingkan beberapa tahun lalu.

Salah satu pedagang perlengkapan sekolah di Jalan Ibu Ruswo, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Abidin, mengatakan kondisi tersebut telah dirasakan sejak pandemi Covid-19 pada 2020. Hingga kini, penjualan belum kembali seperti sebelumnya.

BERITA MENARIK LAINNYA

BPS Waspadai Kenaikan Biaya Pendidikan Jelang Tahun Ajaran Baru

Harga Minyak Goreng di Pasar Kranggan Meroket, Pedagang Keluhkan Hal Ini

“Hampir separuh turun dibandingkan musim menjelang ajaran baru dulu. Apalagi kalau hari-hari biasa, bisa untuk mencukupi kebutuhan rumah saja sudah bersyukur,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Abidin yang juga pelopor penjual seragam di wilayah tersebut, pada musim penerimaan siswa baru sebelumnya ia masih mampu meraih omzet harian sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Namun kini, penjualan jauh lebih sepi.

“Biasanya antara Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per hari. Ini dari buka jam 08.00 WIB saja belum ada pembeli yang masuk,” katanya.

Ia menilai penurunan penjualan dipengaruhi sejumlah faktor. Selain daya beli masyarakat yang melemah, banyak sekolah kini menyediakan atau menjual seragam secara langsung kepada siswa sehingga mengurangi pembelian di toko.

Di sisi lain, kondisi ekonomi membuat banyak orang tua lebih mengutamakan harga dibanding kualitas. Konsumen cenderung memilih seragam dengan harga lebih murah meski kualitas bahannya lebih rendah.

Untuk mempertahankan usahanya, Abidin tidak hanya mengandalkan penjualan seragam sekolah. Ia juga menerima berbagai jasa jahit agar operasional toko tetap berjalan.

“Saya ini freelance. Apa yang bisa saya kerjakan ya saya kerjakan. Kalau pilih-pilih pekerjaan, tidak dapat uang. Selama bisa saya kerjakan, saya kerjakan,” tuturnya.

Meski penjualan daring semakin berkembang, Abidin menilai tren tersebut juga mulai melambat. Ia tetap memilih mempertahankan penjualan secara konvensional karena yakin kualitas barang dapat dilihat langsung oleh pembeli.

“Kalau online, kualitas barang yang ditawarkan sering tidak sama dengan yang diterima. Banyak yang katanya bahannya bagus, tapi setelah datang ternyata kualitasnya jauh berbeda. Itu yang membuat penjualan online sekarang juga mengalami penurunan,” ujarnya.

Sementara itu, Rika, warga Wates, Kabupaten Kulon Progo, mengaku tetap memilih berbelanja perlengkapan sekolah di kawasan Gondomanan meski harus menempuh perjalanan cukup jauh.

Ia membeli seragam merah putih dan pramuka untuk dua anaknya yang akan masuk SD dan SMP. Menurutnya, pilihan perlengkapan sekolah di Yogyakarta jauh lebih lengkap dibandingkan di daerah asalnya.

“Kalau belanja di sini lebih lengkap. Mulai dari seragam, topi, dasi sampai ikat pinggang semuanya ada dalam satu kawasan. Di Kulon Progo belum selengkap ini, jadi setiap kebutuhan sekolah saya ke sini,” katanya.

Rika mengaku lebih mengutamakan kualitas bahan saat membeli seragam. Ia memilih bahan yang tebal, tidak panas, dan nyaman dikenakan anak-anak saat beraktivitas di sekolah.

“Saya pilih bahannya yang tidak panas, adem, dan nyaman dipakai anak. Kalau belanja di sini lebih puas karena pilihannya banyak,” ujarnya.

Ia juga mengakui harga seragam sekolah tahun ini mengalami kenaikan. Namun, menurutnya hal tersebut masih wajar karena dipengaruhi meningkatnya harga bahan baku.

“Pasti ada kenaikan harga. Bahan bakunya juga naik, jadi harga seragam ikut menyesuaikan. Memang sudah kami perkirakan dari awal,” katanya. (populi.id/Hadid Pangestu)

Tags: omzetpedagangseragam sekolahtahun ajaran baru

Related Posts

Landskap Kota Yogyakarta.

BPS Waspadai Kenaikan Biaya Pendidikan Jelang Tahun Ajaran Baru

July 2, 2026
Harga Minyak Goreng di Pasar Kranggan Meroket, Pedagang Keluhkan Hal Ini

Harga Minyak Goreng di Pasar Kranggan Meroket, Pedagang Keluhkan Hal Ini

April 24, 2026
Kondisi tumpukan sampah di sudut-sudut Pasar Induk Buah dan Sayur Giwangan, Kota Yogyakarta, Selasa (27/1/2026).

Tumpukan Sampah Menggunung di Sudut Pasar Giwangan, Pedagang: Bikin Pusing

January 27, 2026
Pengunjung memadati Pasar Beringharjo bagian barat, Selasa (30/12/2025).

Libur Nataru Dongkrak Omzet Pedagang Pasar Beringharjo hingga 300 Persen

December 30, 2025
Suasana pedagang sembako di Pasar Induk Godean mengalami sepi pembeli saat Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kamis (25/12/2025).

Sejumlah Pedagang Pasar Godean Mengeluh Sepi di Momen Nataru, Akses Tak Merata

December 25, 2025
wajah baru Pasar Induk Godean.

Pasar Induk Godean Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru, Pemkab Sleman Dorong Daya Saing Pedagang Lokal

October 29, 2025
Next Post
Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY.

Dukung Pendalaman Kasus MBG, Kejati DIY Rampungkan Pendataan Seluruh SPPG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
SMP Negeri 5 Yogyakarta

7 SMP Negeri Terbaik di Kota Yogyakarta Berdasarkan Ranking TKA-TKAD 2026

May 6, 2026

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.