BANTUL, POPULI.ID – Dunia seni rupa Indonesia berduka. Seniman dan perupa kenamaan Nasirun meninggal dunia di RS AMC Muhammadiyah pada Sabtu (1/8/2026).
Kepergian seniman asal Cilacap, Jawa Tengah, tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para pelaku seni. Sosok Nasirun dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, serta dekat dengan berbagai kalangan.
Salah satu sahabat sekaligus seniman, Jumaldi Alfi, mengaku sangat terkejut saat menerima kabar duka tersebut. Padahal, malam sebelum Nasirun meninggal dunia, keduanya masih sempat berbincang mengenai rencana sebuah pameran seni.
“Tadi malam juga ngobrol-ngobrol, kemudian pagi saya dapat kabar beliau meninggal. Saya kaget sekali,” ujar Alfi saat ditemui di rumah duka di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.
Alfi mengatakan kepergian Nasirun merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi dirinya secara pribadi, tetapi juga bagi perkembangan seni rupa di Yogyakarta.
“Secara pribadi kehilangan sekali. Beliau teman, sahabat, tempat saya banyak menuntut pengalaman. Terutama untuk seni rupa Jogja sangat kehilangan besar, karena sosok Nasirun itu unik, tidak ada duanya, dan dicintai semuanya,” tuturnya.
Menurut Alfi, beberapa waktu terakhir Nasirun tidak diketahui memiliki riwayat penyakit serius. Namun, aktivitas yang padat dan kebiasaan kurang beristirahat diduga membuat kondisi kesehatannya menurun.
“Mungkin karena kelelahan, kecapekan. Memang aktivitas akhir-akhir ini badan kurang fit, dia juga suka begadang, mungkin jadi tidak sadar kalau sedang sakit,” katanya.
Ia mengungkapkan, sebelum dilarikan ke rumah sakit, Nasirun sempat mengeluhkan sesak napas dan meminta keluarganya untuk diantar berobat. Beberapa jam kemudian, Nasirun menghembuskan nafas terakhir.
Di mata Alfi, Nasirun merupakan sosok yang tulus dalam berkarya dan memiliki kedewasaan batin yang luar biasa. Meski telah dikenal hingga tingkat internasional, almarhum tetap aktif menghadiri berbagai kegiatan seni di lingkungan sekitar.
“Beliau punya pengalaman tinggi, istilahnya makom sufistiknya itu. Bisa dibilang seribu pujian tidak akan membesarkan kepalanya, seribu makian tidak akan menjatuhkannya dalam berkarya,” ungkapnya.
Alfi juga mengenang kebiasaan Nasirun yang kerap bercanda mengenai kematian. Karena itu, saat pertama kali mendengar kabar duka, ia sempat mengira sahabatnya hanya sedang bergurau.
“Tadi saya harap dia hanya performance, karena kita sering gojek tentang kematian. Tapi ini fakta dan kenyataan,” ujarnya.
Selain dikenal sebagai perupa besar, Nasirun juga diingat sebagai pribadi yang sederhana. Ia tidak menjadikan telepon genggam maupun media sosial sebagai sarana mencari popularitas.
“Itu salah satu yang saya kira ajaibnya Nasirun. Dia tidak anti alat komunikasi, dia bisa menggunakan handphone, tapi dia bukan budak chat,” kata Alfi.
Rencananya, jenazah Nasirun akan dimakamkan di Makam Seniman Girisapto, Imogiri, Bantul, berdampingan dengan makam maestro seni rupa Djoko Pekik. (populi.id/Hadid Pangestu)








![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)



