• Tentang Kami
Friday, July 10, 2026
populi.id
No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO
No Result
View All Result
populi.id
No Result
View All Result
Home headline

Refleksi Peristiwa Kudatuli dalam Seni dan Demokrasi yang Hari Ini Diretas

Sejumlah politisi hingga seniman menghadiri diskusi refleksi peristiwa kudatuli bertajuk Seni dan Demokrasi yang berlangsung di Temulawak, Sleman, Kamis (9/7/2026)

byredaksi
July 9, 2026
in headline, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Seniman Arahmaiani menunjukkan karya kritiknya terhadap demokrasi di era Orde Baru dalam forum diskusi Refleksi Peristiwa Kudatuli bertajuk Seni dan Demokrasi bersama filsuf ST Sunardi (baju putih) serta sejarawan Hilmar Farid (pojok kanan) di Temulawak, Sleman, Kamis (9/7/2026)

Seniman Arahmaiani menunjukkan karya kritiknya terhadap demokrasi di era Orde Baru dalam forum diskusi Refleksi Peristiwa Kudatuli bertajuk Seni dan Demokrasi bersama filsuf ST Sunardi (baju putih) serta sejarawan Hilmar Farid (pojok kanan) di Temulawak, Sleman, Kamis (9/7/2026). [populi.id]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare via WhatsApp

SLEMAN, POPULI.ID – Sembari menunjukkan sejumlah karya pada papan monitor raksasa di hadapannya, seniman Arahmaiani mengingat kembali masa ketika ditangkap dan diinterogasi sebulan di area yang disebut Sumatra 37.

Saat itu, ia dicokok oleh aparat lantaran dianggap melakukan tindakan subversif lantaran bersama sejumlah kawannya menggelar karya perfomans menggambar berbagai senjata militer dengan kapur saat peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di tahun 1983.

BERITA MENARIK LAINNYA

Andi Widjajanto Sebut Masyarakat Sipil Gagal Cegah Regresi Demokrasi

Saiful Mujani Ajak Masyarakat Sipil Kawal Demokrasi Menuju Pemilu 2029

“Saat itu saya ditangkap lalu dibawa ke Sumatra 37, tempat biasa orang-orang yang dianggap subversif diamankan dan seringnya menghilang. Untungnya saat itu saya terselamatkan dan bisa keluar dari lokasi tersebut,” kisahnya saat menjadi pembicara dalam forum diskusi refleksi 30 tahun Kudatuli bertajuk Seni dan Demokrasi yang berlangsung di Temulawak, Sleman, Kamis (9/7/2026).

Seniman kelahiran 21 Mei 1961 tersebut berkisah situasi yang dialaminya kala itu merupakan gambaran yang menurutnya hingga hari ini masih menghantui dan urung usai.

Serupa dengan refleksi dari peristiwa Kasus 27 Juli atau yang dikenal dengan Kudatuli, demokrasi yang selama ini digaungkan masih api jauh dari panggang.

Ia merasakan kebebasan dalam berseni maupun politik saat ini masih sekadar wacana belaka.

“Saya merasakan demokrasi hari ini masih sama seperti yang saya rasakan ketika dahulu saya diintimidasi hingga ditangkap,” ungkapnya.

Sejarawan Hilmar Farid yang juga turut dihadirkan sebagai pembicara mengingatkan peristiwa Kudatuli harus dipandang secara meluas. Peristiwa berdarah itu jangan hanya dilihat sebagai pelanggaran HAM semata tetapi juga menjadi cerminan rupa demokrasi Indonesia yang lebih luas.

“Penting untuk meletakkan peristiwa Kudatuli sebagai produk sejarah yang seharusnya bisa menjadi pembelajaran untuk berdemokrasi lebih baik. Tapi hari ini sepertinya hal itu justru mampat,” katanya.

Sementara itu, politisi dan budayawan Totok Hedi Santosa memaknai peristiwa kudatuli itu bukan hanya persoalan PDI, tapi itu persoalan bangsa.

“Jadi ketika peristiwa Kudatuli itu ada kemampatan tentang demokrasi, ia kemudian menjadi angle yang harus dimaknai sebagai dorongan untuk mengingatkan dan menjaga demokrasi Indonesia kembali kepada relnya yang kalau bisa dibilang saat ini tengah diretas,” terang pria yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI Komisi VI tersebut.

Lalu kaitannya dengan seni? Totok menyebut seni apapun alasannya tak bisa dilepas dari problem sosial. Maka seasyik-asyiknya seniman yang keluar adalah refleksi koneksitas dia dengan publik dan persoalan sosial yang ada walaupun wujudnya berbeda-beda.

Menurutnya, seniman termasuk juga budayawan punya andil yang krusial dalam menjaga api demokrasi tetap menyala dengan baik.

Sosoknya punya posisi moral yang sulit didapatkan dari elemen lain termasuk politisi.

“Seniman itu boleh saja dukung sana atau sini tetapi ia punya posisi moral yang senantiasa harus terpanggil sisi kritisnya terhadap apa yang tengah terjadi di masyarakat,” imbuhnya.

Berdasar pantauan populi di lokasi, seejumlah tokoh politik hingga seniman tampak hadir mengikuti gelaran diskusi di antaranya Butet Kertaredjasa, Agus Noor, Marwoto, Ketua DPRD Sleman Gustan Ganda hingga sejarawan dan politisi Bonnie Triyana.

 

Tags: ArahmaianidemokrasiHilmar FaridKudatuliseniTotok Hedi Santosa

Related Posts

Ilustrasi politik di balik wacana Pilkada melalui DPRD

Andi Widjajanto Sebut Masyarakat Sipil Gagal Cegah Regresi Demokrasi

May 31, 2026
Ilustrasi pemilu.

Saiful Mujani Ajak Masyarakat Sipil Kawal Demokrasi Menuju Pemilu 2029

May 31, 2026
Sosiolog UGM, Arie Sujito

Arie Sujito: Indonesia Tengah Hadapi Krisis Berlapis

February 27, 2026
Mahfud MD menyoroti soal anjloknya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia.

Soroti Indeks Korupsi Indonesia Anjlok, Mahfud MD: Kalau Hukum Dimain-mainkan Negara Terancam

February 11, 2026
Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London, Rabu (21/1/2026).

Pakar HI UMY Kritik Arah Politik Luar Negeri Prabowo: Diplomasi FOMO

January 21, 2026
Ilustrasi politik dagang sapi

Apa Itu Politik Dagang Sapi yang Mencuat Dalam Wacana Pilkada Dipilih DPRD

January 19, 2026
Next Post
Polri melakukan penggeledahan di Cafe de'Clan Signature terkait dugaan korupsi di PLN

7 Fakta Penggeledahan Cafe de'Clan Cipete: Brankas Rahasia hingga Temuan Uang Fantastis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No Result
View All Result

TERPOPULER

Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]

9 SMP Negeri Terbaik di Sleman Berdasar Data Terbaru Tahun 2026

February 9, 2026
Kabupaten Bantul memiliki sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi incaran para pendaftar.

10 SMP Favorit di Bantul: Pilihan Terbaik Sekolah Negeri dan Swasta

June 18, 2025
Ilustrasi SMP di Sleman

8 SMP Terbaik di Sleman yang Bisa Jadi Pilihan

June 4, 2025
ilustrasi : Sekolah Dasar

10 SD Favorit di Bantul dengan Akreditasi A, Layak Jadi Pilihan!

June 12, 2025
Berikut 10 SMP unggulan di Bantul yang bisa dijadikan acuan sebelum mendaftar SPBM 2025.

Inilah 7 SMP Unggulan di Bantul yang Paling Diburu Jelang SPMB 2025

June 9, 2025

Subscribe

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Copyright ©2025 | populi.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • NEWS
    • GLOBAL
    • NASIONAL
    • POLITAINMENT
  • SLEMAN
  • BANTUL
  • KOTA YOGYAKARTA
  • KULON PROGO
  • GUNUNGKIDUL
  • JATENG
    • KEDU
    • SOLO RAYA
  • BISNIS
  • UMKM
  • SIKAP
  • PSS SLEMAN
  • URBAN
    • SPORT
      • LIGA
    • CENDEKIA
    • KESEHATAN
    • KULTUR
    • LIFESTYLE
    • OTOMOTIF
    • TEKNO

Copyright ©2025. populi.id - All Right Reserved.