SLEMAN, POPULI.ID – Pengamat pertahanan Andi Widjajanto mengakui masyarakat sipil dan kalangan akademisi gagal mencegah terjadinya regresi demokrasi yang dinilai berlangsung dalam satu dekade terakhir di Indonesia.
Dalam sebuah diskusi publik, Andi menyebut berbagai kelompok yang sebelumnya terlibat dalam agenda reformasi perlu melakukan refleksi atas kemunduran demokrasi yang terjadi.
Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf karena sejumlah tokoh masyarakat sipil yang masuk ke pemerintahan tidak mampu mencegah munculnya berbagai kebijakan yang dianggap melemahkan demokrasi.
“Kami harus jujur sebagai akademisi dan masyarakat sipil. Kami juga harus meminta maaf karena regresi demokrasi ini terjadi,” ujarnya.
Menurut Andi, terdapat sedikitnya enam celah yang menyebabkan pengawasan terhadap demokrasi melemah. Salah satunya adalah anggapan bahwa agenda reformasi telah selesai setelah lahirnya UU TNI, UU Polri, dan UU Intelijen. Akibatnya, banyak aktivis dan akademisi kembali ke kampus maupun profesi masing-masing sehingga pengawalan terhadap reformasi berkurang.
Ia juga menilai masyarakat sipil gagal membangun hubungan yang kuat dengan partai politik.
Di sisi lain, muncul kecenderungan untuk menaruh harapan besar pada figur politik tertentu tanpa diimbangi pengawasan yang memadai terhadap jalannya kekuasaan.
Andi menilai kondisi tersebut turut membuka ruang bagi munculnya berbagai kebijakan yang memicu kemunduran demokrasi.
Ia mencontohkan Undang-Undang Cipta Kerja, Undang-Undang IKN, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 Tahun 2023, hingga revisi Undang-Undang TNI.
Lebih lanjut, Andi memperingatkan bahwa jika berbagai celah tersebut tidak segera diperbaiki, Indonesia berpotensi menghadapi kualitas demokrasi yang semakin menurun menjelang Pemilu 2029
Menurutnya, kemunduran demokrasi tidak selalu terjadi melalui kudeta atau penggunaan kekuatan militer, melainkan melalui perubahan aturan dan pelemahan institusi secara bertahap hingga dianggap sebagai hal yang normal.
“Dampak dari kondisi ini nantinya akan dirasakan oleh Generasi Z dan Generasi Alpha yang menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029,” katanya. (populi.id/Hadid Pangestu)









![Siswa SMP Negeri 4 Pakem. SMP Negeri 4 Pakem masuk daftar SMP Negeri terbaik di Sleman berdasar data terbaru 2026. [Dok 31_natalie gwen]](https://populi.id/wp-content/uploads/2026/02/smp-negeri-4-pakem-120x86.png)

